
Kirana masuk kedalam rumah sambil senyum-senyum mengingat tingkah suaminya.
"Kamu kenapa kia??"
"Gak papa mom, cuma inget kelakuan mas ken aja tadi"
"Ohh,, pasti dia jahilin kamu yaa?"
"heheh yahh begitulahh mom. Oh iya, kinzi sama daddy belum pulang ya mom?"
"Belum, mungkin bentar lagi. Enaknya kita buat cemilan juga gak yaa??"
"Buat aja gak papa mom, nanti kia bantuin".
Mommy rena dan kirana membuat beberapa cemilan di bantu juga oleh pembantu nya.
Tak lama daddy pulang bersama Kinzi.
"Nahh kinzi sama grandpa udah pulang yaahhhh".
"Iya grandma, kinzi abis jalan-jalan sama grandpa".
"Kinzi ikut grandma yaa, grandpa mau siap-siap ke kantor" Mommy rena menggendo kinzi dan mengajaknya ke taman belakang menemui kirana.
"Hallo sayang,,,,, mama lagi buat kue nihh".
"Kia tinggalin aja dulu itu, kinzi kayaknya mau nyusu"
"Iya mom".
Kirana pun meninggalkan pekerjaannya dan mengambil kinzi dari mommy rena.
"Kia kekamar dulu ya mom"
"Iya"
Kirana membawa kinzi kekamarnya untuk menyusui.
.
.
Disekolah......
Setelah kevin dan Katte masuk kedalam kelas, lala menunggu di depan halaman sekolah bersama ibu-ibu yang lain. Karena lala orang baru, jadi dia pun tidak nyaman ketika mendengar ibu-ibu yang bergosip. Lala jalan-jalan kesekitar sekolah dan berhenti di kantin, Anton sudah kembali kesekolah, ia pun berada di parkiran menunggu kevin dan katte pulang. Anton merasa ngantuk, kemudian ia pun pergi ke kantin untuk membeli secangkir kopi dan disana ia bertemu lala.
"Ngapain pak Anton kemari juga?? ngikutin lala ya??"
"Ehh GR banget, aku cuma mau beli kopi".
Anton dan Lala pun duduk 1 meja.
__ADS_1
"Ohhh,,,, kok jam segini sudah ada disekolah? gak ikut bapak kekantor"
"Pak Kenzo yang nugasin aku buat jagain kevin sama katte, Biasanya juga gitu kok".
"Ohh,,," Lala bersikap cuek kepada Anton.
"Kamu Aselinya orang mana?"
"Bandung pak"
"Jangan panggil aku pak dong, kesannya tua banget. Aku kan masih muda. Panggil kakak aja"
"haha baiklah. Kak Anton udah lama ya kerja sama pak kenzo?"
"Ternyata lala kalau senyum gitu manis banget yahh" gumam Anton dalam hatinya.
"Baru 5 tahun"
"Udah lama yahh,, gimana sih keluarga mereka??"
"Baik semua, makanya aku betah kerja sama mereka".
"iya yahh?, Apalagi ibu kirana, itu orangnya kayak lembuttt banget. Aku aja pengen kayak dia, udah cantik, lembut, sayang banget sama anak-anak pokoknya perfect deh".
"Kamu juga cantik kok".
"Apa kak??"
Anton mengajak Lala untuk kembali kehalaman sekolah. Tak lama Kevin dan Katte sudah keluar dari kelasnya. Mereka pun segera pulang kerumah.
.
.
Sampainya dirumah, kirana menyambut anak-anaknya dan menggantikan baju mereka.
"Nah sekarang kalian makan siang dulu yah, Habis itu kerjakan PR baru bobok siang".
"Iyah ma. Adik kinzi mana ma??"
"Kinzi bobok di kamar"
Lala mengambilkan makan siang untuk kevin dan katte.
"Ayo kita makan dulu" Lala menyuapi kevin dan Katte.
"Mama mau lihat adik kinzi dulu yah, nanti mama kesini lagi".
Kirana bergegas ke kamar dan melihat kinzi, ternyata sudah bangun.
"Ehh anak mama udah bangun yahhh". Kirana menggendong kinzi dan mengajaknya ke kamar kevin dan katte. Setelah makan siang kevin dan katte mengerjakan PR nya di bantu Kirana sementara lala mengajak kinzi bermain. Kirana dengan telatennya mengajari anak-anaknya menulis dan berhitung. PR telah selesai dikerjakan waktu keduanya tidur siang.
__ADS_1
"Sekarang kalian tidur yah, nanti jam 2 ada acara dirumah jadi akan banyak orang datang".
"Acala apa ma??"
"Arisan ibu-ibu".
"Baik ma". Keduanya pun memejamkan matanya dan tertidur. Kirana pergi ke dapur untuk membantu persiapan untuk acara arisan.
.
1 jam kemudian,,,,,
Semua persiapan sudah siap, keluarga mommy rena juga sudah bersiap semua tinggal menunggu tamu datang. Satu persatu teman-teman mommy berdatangan dan langsung menuju halaman belakang yang luas. Mommy Rena menyambut tamu-tamunya. Semua tamu merasa dimanjakan dirumah mommy rena, hidangan yang tersedia pun memanjakan lidah mereka. Kirana dan anak-anaknya juga ikut bergabung di samping grandma mereka.
"Jeng itu cucunya yaa??"
"Iyaaa,,"
"Cantik dan ganteng-ganteng yaa. Mirip Kenzo kecil".
"Hehe iyaa".
"Mantu jeng rena juga cantik, wajar aja anak-anaknya gitu. Gak salah milih mantu".
Mommy rena hanya tersenyum sumringah
"Kapan Raya nikah??"
"Ntahlah, dia masih betah melajang katanya".
"Jangan lama-lama nanti jadi perawan tua".
"Dulu kalau seandainya kenzo masih lajang, mau tak jodohkan sama anakku raya, eh ternyata gak berjodoh. hehe".
"Jodoh itu sudah ada yang ngatur jeng".
Dilain meja ibu-ibu pun mulai bergosip...
"Itu mantu jeng rena kerja dimana??"
"Dirumah aja ngurus anak dan suami katanya".
"Katanya dokter, kok gak kerja di rumah sakit??"
"Buat apa kerja lagi?? kekayaan keluarga jeng rena kan gak bakal habis 7 turunan".
"Sayang banget kuliah mahal-mahal tapi gak menghasilkan".
"Jangan gitu jeng, pasti mereka punya alesan sendiri".
"Cucu jeng rena masih kecil-kecil, apa gak di jarakin agak jauh gitu??"
__ADS_1
"Mereka masih muda dan memang keinginan kenzo ingin punya anak banyak. kalau saya malah seneng jadinya rame. Yang terpenting bagi kami itu kebahagiaan anak-anak dan cucu-cucu kami. Daripada sibuk mengurusi hidup orang lain, lebih baik fokus kepada keluarga masing-masing" Mommy rena dengan tegas menegur ibu-ibu yang bergosip tidak enak. Mereka pun langsung diam dan tidak berani berbicara lagi. Mommy rena kembali ke kursinya.