Dokter Kirana

Dokter Kirana
Kemarahan Ayah


__ADS_3

Kenzo tampak kesal melihat roy begitu senang.


Kenzo mengepalkan tangannya dan berdiri ingin menghajar Roy. Kirana menahan suaminya agar tidak nekad.


"Sabar mas, jangan gegabah. Jangan terpancing sama orang yang tamak dan licik kayak dia".


"Hahaha hay nona, wajahmu cantik tapi mulutmu sangat tajam. Mending kau tinggalkan lelaki yang bakal bangkrut ini dan ikutlah bersamaku".


"Cihhh aku gak sudih!. Ayo mas ken, ayah, kita pergi dari sini". Kirana mengajak suami dan ayahnya meninggalkan ruangan. Saat akan keluar....


"Kenzo tunggu...!".


Kenzo menghentikan langkahnya.


"Ada apa?!"


"Aku bisa saja mengembalikan perusahaan ini kepada Vanya dan keluarganya, Asal kau menyerahkan Harta yang paling penting bagi dirimu yaitu Istrimu!".


"Kurang A*aaarrrrr!!!!!!!!!!"


Duuukkkkkkk


kenzo menonjok wajah Roy dengan penuh amarah hingga ujung bibir Roy berdarah.


"Cihh,,, Sudah mau bangkrut masih berani kau melawanku!".


Kenzo hendak memukulnya lagi namun Kirana menahannya.


"Sudah mas cukup, jangan buat keributan disini. Ayo kita pergi!".


Kirana, kenzo dan ayahnya pergi meninggalkan ruangan Roy.


"Kenzo,,, lihat saja akan ku hancurkan semua kebahagiaanmu sampai melebur. Aku tidak akan pernah ikhlas kepergian Nayra Adikku".


Roy mengepalkan tangannya dengan begitu kuat.


.


Dimobil......


"Jadi apa rencanamu ken?"


"Ken belom tau Ayah".

__ADS_1


"Kalau menurut kia, kita harus tanyakan kepada Vanya soal penyerahan kepemilikan itu yah, Karena kita tidak akan pernah tau solusi apa yang terbaik jika kita gak tau akar masalahnya".


"Iya kamu betul nak".


"Aku gak akan melepaskan Roy lagi..!?". Kenzo begitu kesal dan marah.


.


Akhirnya mereka sampai dirumah Ayah kirana dan lamgsung masuk ke dalam rumah untuk menemui Vanya, nampak Vanya dan mamanya tengah duduk santai di ruang keluarga sambil menonton TV.


"Vanyaa...!!"


"Ayah?? kenapa papa berteriak gitu? dan juga kenapa ada kak ken sana kak kia?"


"Jelaskan apa maksudmu memberikan perusahaan kepada roy?"


"Apaa??? bagaimana ayah tau soal ini?"


Plaaaakkkkkkkkkk


Papa Vanya menampar wajah vanya dengan begitu keras.


"Dasar anak yang gak tau diuntung. Begitu bodohnya kamu memberikan perusahaan kepada orang jahat dan licik seperti roy!"


Vanya bersimpu di kaki ayahnya dan menangis.


"Kemana pikiranmu hah?? demi cinta kau rela berbuat begitu. Tanpa sepengetahuan papa kau bertindak bodoh ".


"Maafkan aku papa. Vanya memang bo*oh karena buta sama cinta saat itu. Roy ternyata membohongiku, dia hanya ingin menguasai perusahaan kita dan dia tidak menikahiku".


.


Semua orang menjadi bingung dengan situasi yang seperti sekarang ini. Pasalnya Semua dokumen- dokumen perusahaan sudah berada di tangan Roy.


.


Papa Vanya begitu marah besar karena kejadian itu.


"Kita coba pikirkan lagi langkah apa yang akan kita ambil yah".


"Iya kia, kita gak boleh gegabah. Roy itu orang yang jahat dan licik".


"Kita tenangkan diri dulu dan memikirkan solusinya, kami pamit dulu ya yah".

__ADS_1


"Iya, hati-hati".


Kirana dan Kenzo pamit pulang, sementara Ayah kirana memarahi Vanya habis-habisan. Karena ulahnya lah kini keluarga mereka jadi bangkrut.


.


Kenzo dan kirana sudah sampai dirumah....


"Bik, kemana anak-anak?"


"Mereka di ajak pergi sama grandmanya nyonya".


"Kemana?"


"Tidak tau nyonya".


"Baiklah kalau begitu".


Kirana menyusul suaminya ke kamar,,,


Sampainya di kamar kirana melihat suaminya begitu frustasi.


"Mass,,,"


"Iya sayang" Kenzo menoleh ke arah kirana


.


"Mas harus tenang, dan sabar untuk menghadapi persoalan ini. Kita sholat dulu yuk biar hati tenang".


"Iya sayang".


Kenzo menuruti perkataan istrinya mengambil wudhu dan sholat berjamaah.


Setelah sholat, kenzo tampak murung dan terus kepikiran. Ia merebahkan dirinya di pangkuan istrinya, kirana pun membelai rambut suaminya dengan lembut.


"Kia tau ini ujian yang berat mas, jangan takut Allah akan kasih solusi yang terbaik untuk kita. Ingatlah, kita akan berjuang sama-sama".


Kenzo hanya diam tak berkata apapun, pikirannya berkecamuk.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2