
Kirana tiba di sebuah perkampungan kecil di pinggiran kota yang jauh dari keramaian. Tempatnya tidak begitu ramai penduduk. Kirana segera mencari kontrakan untuk tinggal dan ia mendapatkan sebuah rumah kecil yang disewakan. Rumah itu hanya type 36 dengan design minimalis dan pemilik rumah itu adalah Ny. Breta seorang janda tua yang pekerjaan sehari-harinya adalah petani sayuran.
.
Saat kedatangan Kirana, Ny breta sangat senang, pasalnya selama ini ia merasa kesepian karena ditinggal anak semata wayangnya bekerja di kota. Anaknya pun sangat jarang mengunjunginya, sedang suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu.
.
Keramahan dan kebaikan kirana membuat Ny Breta begitu bahagia, ia pun menganggap Kirana adalah putrinya, dan Kia pun tak pernah keberatan akan Hal itu.
.
Kirana membantu Ny Breta mengelola Kebun nya, ia membantu mengawasi ibu-ibu yang bekerja di sana.
Hingga suatu ketika.....
"Astagaaaaa" seorang ibu paruh baya menjerit kesakitan.
Kirana pun segera melihat apa yang terjadi, dan dilihatnya ternyata si ibu menginjak sebuah paku dan mengeluarkan banyak darah di kakinya. Kirana segera bertindak, membawa si ibu ke tempat peristirahatan dan mengobatinya di sana.
Kirana akan segera mencabut Paku dan ia mengecek keadaan kaki si ibu terlebih dahulu.
"Please be patient, I will treat you. it might hurt, but if it's not treated it can become a serious infection".
__ADS_1
Si ibu hanya mengangguk dan menahan rasa sakitnya. Kirana segera melakukan operasi kecil dengan alat kedokteran seadanya yang ia punya.
15 menit kemudian, kirana telah selesai melaksanakan tugasnya dengan baik. Si ibu kemudian di suruh pulang untuk istirahat.
.
Melihat kejadian itu, Ny Breta terheran, ia tak menyangka bahwa Kia bisa mengobati luka seperti itu. Kirana menjelaskan bahwa ia baru lulus kuliah kedokteran. Ny breta sangat senang mendengarnya dan juga Ny breta menyarankan bagaimana jika Kirana membuka klinik kecil di rumah sewanya, jadi ia bisa membantu penduduk sekitar yang sakit. Pasalnya di perkampungan itu tidak ada seorang dokter dan untuk ke rumah sakit jaraknya sangat jauh, Kirana pun menyetujuinya. Berkat bantuan Ny Breta, kini Kia membuka Klinik kesehatan untuk membantu masyarakat sekitar.
Setiap warga yang ingin berobat, tidak diwajibkan untuk membayar dengan uang, melainkan bisa di bayar dengan bahan makanan atau apapun yang dimiliki oleh warga. Kirana pun sangat senang ketika diterima disana.
.
.
.
Waktu terus berjalan, hari demi hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Kirana hidup di tempat terpencil itu bersama ibu Breta. Hingga tak terasa sudah 3 tahun Kirana menghilang dari kehidupan hidup Kenzo.
Saat kirana pergi dari rumah, ternyata kirana dalam kondisi berbadan tiga tanpa ada keluarga yang tau. Hal ini baru diketahui setelah kandungannya menginjak bulan ke 3. Kirana tidak merasakan tanda-tanda kehamilan pada umumnya seperti mual ataupun ngidam. Ia baru tahu kalau dia hamil pada saat ia tidak mengalami PMS selama 3 bulan itu, dia merasa haidnya tidak teratur, akhirnya ia mengecek ke dokter kandungan dan kirana dinyatakan positif hamil.
Tentu hal ini sebuah berita bahagia sekaligus kesedihan pasalnya Ia kini menjalani hidup tanpa seorang suami. Hingga ia harus berjuang sendiri sampai tepat pada waktu kelahiran anak-anaknya Kirana yang diberi nama Kevin dan katte . Kedua anak kembarnya itu begitu cantik dan tampan seperti kedua orang tuanya, namun kemiripan kenzo lebih mendominasi dibandingkan kirana
Selama ini Kenzo pun selama itu selalu rutin berobat ke dokter untuk menyembuhkan setiap kali ia merasa sakit kepala, Anehnya sakit kepalanya tak pernah sembuh. Semua keluarga sudah mencari keberadaan kirana namun belum mendapatkan informasi apa-apa. Keluarga sangat merasa sedih dengan kepergian kirana. Lain halnya dengan Vannya begitu senang memanfaatkan keadaan.
__ADS_1
....
Susana pagi hari yang sejuk di tempat terpencil.....
"Keviiinnnnn, Katteeeeee jangan lari-lari nakk, ayo cepat mandi, Kalian mau ikut mama ke kota gak?".
Seketika Kevin dan Katte menghentikan larinya dan segera mendekati mamanya.
" Ma, kita mau ke kota lagi ya?" tanya Kevin.
"Iya sayang, mama mau beli obat-obatan. Stock obat kita habis nak". jawab Kia.
"Yeyyyy, Ma nanti kita ke mall dulu ya ma?, Katte mau main time zone ma".
" Insyaa Allah kalau urusan mama udah selesai yah, yuk kalian mandi dulu dan siap-siap".
Kirana memandikan kedua anaknya dan bergegas akan pergi ke kota. Saat keluar rumah, dilihatnya Ny Breta yang akan pergi ke kebun.
" Bu, Kami pergi ke kota dulu yaa, kirana akan membeli persediaan obat-obatan karena sudah mau habis".
"Iya sayang hati-hati yahh".
"Dadaaa Nenek" kata Kevin dan katte serentak.
__ADS_1
"Dada sayanggggg" Ny Breta melambaikan tangannya.
ππππππππππππππππ