
Acara akad nikah pun selesai, semua keluarga besan sudah berpamitan pulang. Kenzo dan keluarga juga akan berpamitan pulang.
"Selamat ya Vannya"
"Makasih kak ken". kenzo tidak bersalaman
"Selamat ya Vannya. Jangan tegang"
"Makasihh bangett ya kak kia" Kirana memeluk vannya
"Selamat ya Roy, Nanti malam inget, langsung gassss aja, hahaha" Kenzo memeluk Roy dan menggodanya.
"Tenang aja, gak bakal tidur dia ntar malem".
"Hahahahah" Kenzo dan roy tertawa bersama.
"Kalian kenapa kompak gitu ketawanya??"
"Biasaaaa obrolan pria. Ayo sayang kita balik"
Kenzo menggam tangan istrinya dan mengajaknya pulang.
"Kami pamit dulu yaa".
"Iyaa hati-hati".
Kenzo dan kirana pulang bersama keluarga lainnya.
Setelah para keluarga pulang, dirumah langsung sibuk beres-beres.
Kedua mempelai berganti pakaian di kamarnya.
Suasana canggung menyelimuti keduanya.
"Vannya ganti baju dulu ya kak".
Vannya dengan cepat membawa baju ganti dan masuk kedalam kamar mandi.
Roy melihat wajah Vannya yang begitu gugup pun terkekeh kecil. Kemudian roy membuka koper kecil dan mengganti bajunya.
Vannya yang di dalam kamar mandi merasa kesal, pasalnya gaun yang di kenakannya itu resletingnya berada di belakang hingga ia kesusahan untuk membuga gaunnya. Akhirnya ia pun meminta tolong suaminya. Vannya membuka pintu kamar mandi.
"Loh kok belum ganti baju??"
"Emm itu kak, Vannya susah buka resliting bajunya. Boleh minta tolong??"
"Bolehhhhhh dengan senang hati". Roy mendekat kearah Vannya. Harum melati khass pengantin semerbak di badan vannya. Roy menikmati setiap bau tubuh Vannya.
"Kak roy cepetan deh buka reslitingnyaaa".
"Sabarrrrr"
"Cepetann lah, jangan godain Vannya teruss!!!"
"Ehh cantik-cantik galak"
"Biarin!!!"
Nampak diluar pintu pemilik WO dan bik sumi mendengar percakapan kedua pengantin itu merasa geli. Mereka berdua tertawa lirih dan malah menguping.
"Ssstttttt kayaknya diluar lagi ada orang".
__ADS_1
Roy perlahan menuju pintu dan membukanya
Bruuukkkkkk
Kedua wanita itu jatuh kelantai.
"Kalian ngapain??"
"Hehehe maaf tuan, saya mau ambil peralatan WO saya. Mau pergi ada job lain hehe".
"Ohhh masuklah".
mereka pun dengan cepat mengambil barangnya dan dilihat Vannya masih berada di depan cermin.
"Ohh mereka tadi gak ngapa-ngapain tau"
"Hihhihi kita salah sangka".
Dengan cepat keduanya pergi dari kamar Vannya.
Roy mengunci pintu kamar.
"Kak roy kenapa pintuny di kunci??"
"Nanti ada yang ngintip".
"Memangnya kita mau ngapain??"
"Mau pacaran. Sini kak roy buka reslitingnya".
Roy membuka resliting gaun Vannya dengan perlahan. Ter exposlah kulit putih bersih mulus menggoda imamš¤š
Vannya menahan bajunya saat roy akan melepasnya dari belakang.
Roy yang melihat tingkah vannya begitu malah semakin gemas. Setelah Vannya selesai mengganti baju, ia pun keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya yang masih setia menunggunya di sofa.
"Sayang kemarilah". Roy menepuk sofa di sampingnya. Vannya duduk di samping Roy.
"Ada apa kak??"
"Kamu gugup??"
"Hehehe sedikit" Vannya nyengir tak enak.
"Kenapa??"Roy menatap Vannya dengan penuh rasa cinta.
"Setiap wanita kalau bersama kekasih yang di cintainya pasti akan begitu" Vannya malu-malu.
Roy menyentuh wajah istrinya yang begitu cantik menurutnya.
"Kita kan sudah halal, setiap sentuhan suami kepada istrinya akan berbuah pahala. Jadi semakin sering suami menyentuh istrinya maka semakin banyak pahala istri".
"Iya apa kak??"
"Iyaahh".
Roy mendekatkan wajahnya kepada Vannya, kemudian Vannya memejamkan matanya dan
CUP
Roy mengecup kening istrinya. Vannya langsung tersipu, dikira Roy akan mencium bibirnya.
__ADS_1
"Hehehe pasti kamu kiraa..."
"Hehehe seneng banget dehhh jahilin Vannyaaaa" Vannya memukul dada suaminya dengan manjanya.
Roy memeluk istrinya dengan erat.
"Terima kasih sayang, kamu sudah mau menjadi bagian dari hidup kak roy"
CUP
Roy mengecup kening Vannya lagi.
"Iya kak, Vannya juga bahagiaaaa banget bisa bersama kak roy".
Saat sedang mesra-mesranya vannya dan roy, mama memanggil Vannya.
"Vannya"
Tok
Tok
"Eh mama manggil" Roy melepaskan pelukannya.
"Iya ma"
Vannya berjalan membuka pintu kamarnya.
Mama Vannya kepo dengan yang dilakukannya dikamar sedari tadi.
"Ada apa sih ma??"
"Itu Paman Dan bibi mau pamitan. Kalian keluar dulu yaa".
"Ohh iya ma".
"Mama tunggu di depan".
"Iyaa".
Vannya kembali mendekat ke suaminya.
"Paman sama bibi mau pulang, kita disuruh keluar kak".
"Ayoo kita keluar".
Roy dan Vannya keluar kamar mengantar paman dan bibinya pulang.
.
.
.
Emmm biar seru untuk malper nya gimana nihhh alurnyaa?? ada yang punya ide bagus gakk??? yang romantisssss gituhhhhhš¤š¤š
.
.
.
__ADS_1
.
Like nyaaa jangan lupa yes, Vote nya juga eh satu lagi tinggalin jejak kalianā¤