Dokter Kirana

Dokter Kirana
Waspada


__ADS_3

Setelah selesai sholat, kirana menelfon suaminya dikamar mandi dan mengidupkan shower.


.


Drrttt drrtttt drrttttt


Ponsel Kenzo bergetar dan dilihat ada panggilan masuk dari Kirana. Kenzo segera mengangkat telfonnya.


"Hallo sayang".


"Assalamualaikum mas, kia ada dirumah roy"


"Wa'alaikumsalam. Apa??? dia gak macem-macem kan sama kamu?"


"Enggak mas, kia cuma mau ngabarin ini aja. Mas ada dikantor ya?"


"Iya sayang, mas begitu merindukanmu".


"Aduhh di tahan dulu deh rindunya mas. Kia juga rindu tapi mau gimana lagi?, Oh iya sementara kia tinggal disini, Roy akan membantu perusahaan mas dan kia akan berusahan mencari tau titik kelemahan Roy".


"Kamu hati-hati ya sayang, tetep waspada".


"Iya mass. Udah dulu yahh, takut roy curiga".


"Iya sayang, daaaa".


Kirana menutup telfonnya dan membuka pintu kamar mandi. Begitu terkejutnya saat kirana melihat Roy ada di dalam kamarnya.


"Baby,,, kau sedang apaa?".


"Kirana menyembunyikan ponselnya".


"A.aku hanya dikamar mandi aja".


Roy menarik lengan Kirana dan menyeretnya ke ranjang. Roy menjatuhkan kirana di ranjangnya dan mendekatinya.

__ADS_1


"Kau jangan macam-macam ya, aku bisa saja menghancurkan perusahaaan kenzo dalam sekejap".


Kirana ketakutan dan segera duduk, ia menjauhi Roy yang semakin mendekatinya.


"Mau apa kau?"


"Tentu aku ingin dirimu sayang".


"Jangan macam-macam kamu roy".


"Puaskan aku, setelah itu akan ku masukan investasi ke perusahaan kenzo".


"Kau muslim?"


"Tentu, jangan kau ragukan".


"Tentu kau tau jika berhubungan dengan lawan jenis tapi belum menikah itu namanya zina!, itu dosa besar. Tentu kau punya ibu , bagaimana jika ibumu di pergauli oleh orang yang bren*sek?".


Roy menarik Jilbab kirana dengan kasar, kirana pun menjadi kesakitan pasalnya bukan hanya hijabnya namun juga rambunya ikut ketarik.


.


"Kau jangan asal bicara!" Roy mengambil ponsel kirana dari genggaman tangannya.


"Aku gak asal bicara. Tapi pikirkanlah ucapanku baik-baik".


Roy melepaskan kirana dan meninggalkannya pergi.


Kirana bernafas lega karena Roy mau melepasnya.


*****


Malamnya Roy termenung di depan teras......


Kirana yang melihat itu kemudian mendekatinya.

__ADS_1


"Apa aku boleh duduk?"


"Tentu".


Kirana duduk di kursi tak jauh dari Roy juga duduk.


"Roy, maaf sebelumnya aku tak melihatmu sholat diwaktu zuhur, azhar dan maghrib. Tapi mungkin kau mengerjakannya di kamarmu".


"Aku tak pernah sholat lagi".


"Kenapa?"


"Tuhan gak adil, dia merenggut adikku".


"Kau tau, setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan itu pasti. Adikmu pergi meninggkanmu terlebih dahulu itu juga takdir. Kita tidak bisa menawar soal itu, karena Allah sudah menetapkan untuk setiap makhluknya".


"Tapi kenapa adikku harus mati di tangan sahabatku dulu?"


"Ken pernah bercerita kepadaku, dia sudah mengganggapmu sebagai keluarga sama seperti adikmu dan Vanya. Saat Ken menolah perasaan adikmu dan memilih vanya itu sepertinya membuat hati adikmu kecewa. Makanya dia ambil jalan pintas itu"


"Jadi maksudmu adikku yang bersalah?"


"Aku tak ingin memihak siapapun, tapi ini tak adil untuk ken, jika kau limpahkan kesalahan kepadanya. Toh jika kau bisa membuat hidup kenzo menderita bahkan mati, apakah kau bisa menghidupkan kembali adikmu??"


Roy hanya diam mendengar ucapan Kirana.


"Aku tau kau sebenarnya orang yang baik, kakak yang baik dan sahabat yang baik. Hanya saja hatimu belum bisa ikhlas melepas kepergian adikmu. Asal kau tahu, jika kau tidak ikhlas, maka adikmu tak akan pernah tenang disana".


Tak ada jawaban dari Roy....


"Ya sudah aku mau kekamar dulu, besok akan ku bangunkan untuk kerja".


Kirana pergi meninggalkan Roy yang masih termenung sendiri. Setelah sholat isya' kirana pergi tidur dikamarnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


__ADS_2