
Ujian selesai, kirana bersiap untuk pulang, Kirana menunggu kedatangan Kenzo di koridor kampus sambil memainkan ponselnya.
.
Tak lama kemudian Cindy dan Albert nampak berjalan bersama.
"Haiii kia, belum pulang ya?"
"Belum, masih nunggu jemputan. Udah selesai urusanmu?"
"Udah tadi, Oh iya kamu mau ikut kami gak? makan bentar di cafe seberang". Cindy
"Aku disini aja deh nungguin mas ken".
"Ayoo lahhh,,,, lama gak ngobrol sama kamu. Kangen tauk". Cindy
"Hmm apa aku gak ganggu?"
"Enggak lah kirana". Albert
"Baiklah".
Ketiganya pun pergi bersama ke sebuah Cafe yang tak jauh dari kampus.
"Silahkan duduk bumil" Cindy membantu kirana untuk duduk dikursi.
"Terima kasih".
"Ki, kamu udah hamil besar gitu, kenapa gak ambil stop out aja?" Albert
"Nanggung kak, HPl seminggu lagi. Jadi sebisanya ikut ujian"
"Kak Albert gak usah bilang gitu, dia mah gak bakal denger. Haha"
"Eh kamu kenapa belum nikah Cin?" Albert
__ADS_1
"Emmm belom ketemu jodohnya aja kali kak hehe"
"Kalian kan masih sama-sama single kenapa gak coba buat komitmen?"
"Kirana"Cindy mencubit pinggang kirana,dan Wajah cindy berubah menjadi merah merona.
"Awwww sakittt bawel" Kirana menawah sakit sambil terkekeh kecil.
.
dddrrtttt ddrrtttt drrrtttt
Ponsel kirana bergetar, ia segera mengangkat telfon.
"Hallo mas, Wa'alaikumsalam. Kia di cafe kenanga mas, seberang kampus. iyahhh mas. Wa'alaikumsalam".
Kirana menutup telfonnya.
"Maaf yaa, mas ken tadi yang nelfon"
"Udah sampai yah?"
"Kelanjutan yang mana?? jangan ngaco deh ki"
"ituuu soal kalian berdua lah, hahah"
"Kalau gak keberatan, Cindy mau gak kita ta'aruf dulu?". Albert
Deg
Deg
Deg
Jantung Cindy berdegub kencang mendengar ucapan Albert yang mengajaknya ta'aruf.
__ADS_1
"Tapi, bukannya selama ini kak Albert itu suka sama kia ya?". Cindy menjawab dengan penuh keraguan.
"Apaan sih Cin, kami kan hanya berteman. Lagian aku kan udah punya suami yang paling aku cintai"
"I.iya kami hanya berteman", ("Jadi selama ini kirana hanya menaganggapku teman. Wajar saja jika dia menolakku saat itu. Tapi sudahlah, itu juga sudah berlalu". Gumam albert dalam hati).
"Kalau memang kak Albert serius, dateng ke papa dan mamaku saja" Cindy berkata sambil malu-malu.
"Kalau memang begitu, akhir pekan kak Al akan bertamu kerumahmu".
"Iyaa kak" Rona diwajah Cindy tanda kebahagiaan tak dapat disembunyikan lagi. Pasalnya dari dulu Cindy sudah jatuh hati kepada Albert. Namun karena Albert pernah bercerita kepada cindy bahwa ia suka terhadap kirana, maka Cindy berusaha menyembunyikan perasaannya dan mengalah demi persahabatannya dengan kirana. Sayangnya takdir berkata lain, Kirana tidak berjodoh dengan Albert melainkan Kirana hidup berkeluarga dengan kenzo.
.
Seorang pria masuk ke dalam Cafe dan tengah mencari seseorang. Pandangannya tertuju kepada bumil cantik yang tengah berbincang dengan teman-temannya.
"Kia..."
Kirana menoleh ke arah pintu
"Eh mas ken, sini mas". Kirana melambaikan tangannya ke arah kenzo.
Kenzo mendekat ke tempat duduk istrinya, dan dilihatnya ternyata ada lelaki yang pernah mencintai istrinya disana. Kenzo pun merasa kesal.
"Ayo pulang!"
"Duduk dulu mas"
"Iya kak ken duduk dulu lah. Cindy baru dateng loh"
"Nanti dilanjutkan lagi ngobrolnya, sekarang kita pulang dulu." kenzo menggenggam erat tangan kirana seolah tak rela ada orang lain merebutnya.
"Hmmm baiklah kalau begitu. Cin, kak Al, kia pulang duluan yaa. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" Cindy dan Albert menjawab salam bersamaan.
__ADS_1
Kenzo terus menarik tangan istrinya dan menyuruh kirana segera masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan Kenzo tak banyak bicara seperti biasanya. Perasaannya masih kesal saat bertemu dengan Albert. Saat kirana bercerita pun ia tidak begitu memperhatikan.
Sampainya dirumah, kenzo langsung naik ke atas menuju kamarnya. Sedangkan kirana masih dibawah bersama anak-anaknya yang sedang bermain.