Dokter Kirana

Dokter Kirana
Taman bunga bermekaran


__ADS_3

Setelah ketiganya sudah cukup puas ngobrol bersama, mereka pun akan segera pulang.


Kirana pulang bersama Lala dan kinzi di jemput pak anton sekalian akan menjemput kevin dan katte pulang sekolah, sementara Cindy akan ke rumah sakit untuk bertugas disana, dan Vannya akan pergi ke kantor. Setelah mereka berpisah.......


"Loh kunci mobil ku kemana yaa??" Vanya mencari-cari kunci mobil di dalam tasnya. Kemudian Vannya kembali ke tempat duduk dan mencari kunci mobil. Ternyata kunci mobil itu terjatuh di bawah kursi tempat vannya duduk.


"Nah akhirnya ketemu . Dasar kunci, jatuh gak bilang-bilang". vannya mengomel sendiri.


"Kunci kan gak bisa ngomong".


Vanya kaget mendengar suara itu dan saat ia akan berdiri malah kepalanya membentur meja.


Duuukkkk


"Aawwww" Vannya mengusap-usap kepalanya.


"Kamu gak papa kan??" Roy mengusap kepala Vannya


"Kak Roy ngapain disini??"


"Tadi kakak ada meetting sama klien di atas, pas mau balik kakak liat kamu buru-buru ke meja ini. Makanya kakak samperin".


"Ohh gitu, Vannya kira ngikutin Vannya".


"GR banget sihh. Kamu mau kemana??"


"Kekantor".


"Mau ikut kak roy gak??"


"Kemana??"


"Emm ada deh pokoknya"


"Gak mau ah kalau gak disebutin dimananya. Takut kak roy ngapa-ngapain Vannya lagi"


"Udahh ikut ajaaa. Kak roy janji gak bakal ngapa-ngapain kamu". Roy menarik lengan Vannya dan mengajaknya ke mobilnya.


"Kak Mobilku gimana??"


"Mana kuncinya??"


Vannya memberikan kunci mobilnya kepada roy.


"Pak Jo, bawa mobil ini ke kantor ya".


"Baik tuan".


"Sekarang masuk ke mobil kak roy ya". Roy membuka kan pintu mobil untuk Vannya. Dan Vannya langsung masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"lets go!"


Roy mengendarai mobilnya menuju suatu tempat yang tidak asing untuk mereka berdua.


"Sebenernya kita mau kemana sih kak?? jangan bilang mau makan??? vannya udah makan sama kia dan cindy tadi"


"Pokoknya kamu ikut aja".


"Huh dasar kak roy curang".


"Curang tapi kamu sukaaa kannn??"


"Enggak!"


"Udah dehh ngaku aja, mulut bisa bohong tapi kak roy yakin di hatimu lagi nari zumba".


"Wkwkwkwwkk apaan sih kak G.A.R.I.N.G"


"Haahahahah"


Setelah perjalanan yang cukup lama sampailah mereka di sebuah taman bunga yang begitu luas.


"Kak roy ngajakin vannya kesini??"


"Iya, kamu masih inget?"


"Masih". Vannya segera turun dari mobil roy dan memandang indah bunga-bunga cantik didepannya.


Roy mengajak Vannya masuk ketaman bunga itu.


"Cantikkkk bangett ya kak tempat ini".


"Iya masih secantik dulu" Roy menatap ke arah Vannya.


"Meskipun lama gak pernah kesini, gak banyak berubah. Masih sama tetep kayak dulu"


"Iyaa, sama kayak cinta kakak sama kamu"


Vannya menoleh ke arah roy dan melihat tatapannya yang sangat sulit diartikan.


"Emm ayo kita kesana kak" Vanya memecah kesunyian dan mencoba menutupi perasaannya.


Vannya dan roy berjalan mengitari bunga-bunga indah yang tengah bermekaran, sama seperti perasaan mereka yang kini terus bermekaran.


Vannya dan Roy duduk di bangku taman.


"Kita foto dulu yukkk, sayang banget nih gak foto di tempat yang bagus kayak gini. hihihhi".


"Sini kak roy fotoin". Roy mengambil ponsel Vannya.

__ADS_1


"Apa sandinya??"


"Masih sama gak berubah".


Roy tersenyum saat mendengar vannya mengatakan itu.


"1.2.3 cekrek"


Beberapa kali Roy mengambil foto Vannya dengan berbagai pose manis nan manjanya.


"kita selfi dulu yuk".


Vannya mengarahkan camera depannya untuk selfi bersama Roy. Beberapa kali jepretan foto itu nampak begitu serasi. meski ekspresi mereka yang tidak beraturan. Roy mengambil ponselnya


"Kamu masih ingat ini??" Roy menunjukkan fotonya bersama vannya saat pertama kali mengunjungi tempat itu.


"Foto ini....."


"Iya foto ini masih kakak simpan. Foto pertama kali kak roy ngajak kamu kesini dan disini tempat pertama kali kita kencan".


Bluuuusssssssssssssssssss


Wajah Vannya langsung merona, ia tak mampu lagi menahan perasaannya lagi.


"Vannya, kak roy tau dulu kak roy pernah melakukan hal yang tidak baik kepada keluargamu, dan kak roy juga sering bersalah kepadamu. Tak seharusnya kak roy melakukan hal yang tidak pantas kepadamu saat kita belum menikah. Tapi kak roy ingin memperbaiki semuanya dari awal bersamamu"


"Kak, dulu ya dulu. kita gak bisa memutar waktu itu. Dulu kita gak tau batasan dimana seharusnya kita bertindak. Kita melakukannya hanya berdasarkan cinta yang semu. Meskipun kita belum melakukan sejauh itu, tapi itu termasuk dosa besar. Dan kita harus memohon ampun kepada Allah"


"Iya, kak roy paham. Maka dari itu, kak roy ingin memulainnya lagi dari 0 bersamamu. Kita berjuang bersama-sama untuk mendapatkan restu dari papa dan mamamu".


"Memangnya papa dan mama kak roy sudah menerima vannya"


"Iya. Mereka begitu senang saat pertama kali melihatmu di pernikahan Cindy tempo hari".


Vannya langsung tersipu.


"Jadi gimana, maukah kamu berjuang bersama kak roy??"


"Iya vannya mau kak".


"Meskipun rintangan menghadang kita??"


"Iyaa".


"Terima kasih Vannya". Roy mendekatkan wajahnya ke Vannya dan hendak mencium bibirnya. Namun Vannya menahannya


"Uuupsss Katanya mau taubat?? Kok gini??"


"Astagfirullah, maaf kak roy khilaf. Kayaknya kita jangan sering-sering ketemu deh. Kak roy gak tahan lihat kamu". Roy langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Vannya.

__ADS_1


Vannya yang melihat Roy salah tingkah pun terkekeh kecil.


__ADS_2