Dokter Kirana

Dokter Kirana
Wedding Cindy Dan Albert


__ADS_3

Pagi ini kirana bersiap untuk menghadiri akad nikah sahabatnya yaitu Cindy. Kevin, katte dan Kinzi sudah bersiap untuk berangkat. Kirana masih mengenakan hijabnya, sementara kenzo yang tengah menunggu istrinya


"Ayo yang kita berangkat, nanti malah telat loh".


"Iya mass bentar. Nahh sudah selesai, yukk berangkat".


"Kamu cantik banget" kenzo mendekap istrinya.


"lepasin masssss, nanti kita terlambat loh".


"Tapi kalau lihat kamu, mas rasanya pengen peluk terus, pengennya cium terus".


"Mas, Kia mau muntah mas. Lepasin"


"Apa???" Kenzo melepas dekapannya dan kirana langsung ngacir ke kamar mandi dan disusul kenzo.


"Hoeeekkkk Hoeeekkkkkkkk" kirana muntah.


Kenzo memijit bahu kirana.


"Mas bau banget"


"Bau???" kenzo mencium bajunya


"Enggak deh kayaknya. Ini bau parfume mas yang biasa di pake kok. Kamu kan biasanya lengket sama parfume mas ini".


" Serius mas bau bangettt. Mending mas mandi lagi deh" Kirana menutup hidungnya.


"Kamu aneh deh sayang".


"Cepetaaannnnnnnn" Kirana keluar dari kamar mandi dan kenzo pun mandi lagi.


Tak lama kenzo keluar dari kamar mandi


"Gimana sayang??"


Kirana menciumi badan kenzo


"Masih baukkkkkkkk. Hoeekkkk".


"Hah??? jadi mandi lagi??"


"Iyaaaa".


Kenzo pun akhirnya masuk kedalam kamar mandi lagi. Kali ini ia benar-benar menggosok badannya tanpa sabun mandi.


"Sekarang gimana??"


Kirana kembali menciumi badan suaminya.


"Nah ini lumayan mas. Sekarang mas cepet ganti baju"


Kenzo memakai pakaiannya dengan cepat dan mereka akan turun ke bawah.


"Yang tunggu deh".


"Kenapa mas??"


"Kamu sadar gak kalau aneh hari ini?? gak biaasanya kamu itu gak suka bau parfume mas kan?? biasanya kamu lengket banget sama wangi mas".


"Ohh iya ya mas"


"Jangan-jangan kamu hamil yang" Kenzo membuka laci dan memberikan tespeck kepada kirana.


"Sekarang kamu tes".

__ADS_1


"Baik mas" Kirana masuk kedalam kamar mandi dan melakukan tes kehamilan.


Kirana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang murung.


"Gimana yang hasilnya".


"Emm...."


"Gimana yangggggg kamu jangan bikin mas penasaran".


"Kia hamil lagi mas huaaaaaaaa" kirana menangis haru dan kenzo pun dengan gembira memeluk istrinya.


"Selamat yahh sayang, akhirnya kamu hamil lagi. Terimakasih Ya Allah" Kenzo mencium pipi kanan dan kiri kirana, kemudian keningnya, matanya dan bibirnya.


"Massss sayanggggg banget sama kamu yang".


Kirana hanya pasrah menerima luapan kegembiraan suaminya itu.


"Ayo kita berangkat".


"Iya mas" .


Kenzo dan kirana bersama anak-anak dan baby sisternya berangkat ke rumah Cindy.


.


Sampai disana, akad nikah pun sudah selesai di laksanakan Cindy dan albert telah sah menjadi suami istri. Cindy yang nampak cantik dengan balutan kebaya putih membuat para tamu pangling.


Kenzo dan kirana bertemu mommy dan daddynya.


"Mommy, daddy" Mereka pun bersalaman.


"Mom, dad, ada berita gembira. Kirana hamil lagi" Kenzo tampak antusias .


"Yang bener ken???"


Mommy rena langsung memeluk mantunya.


"Alhamdulillah selamat ya sayang. Mudah-mudahan kembar. Aamiin"


"Iyahh mom, makasihhh ya mom".


Semua keluarga tampak bahagia mendengar kehamilan kirana.


Tak lama, Keluarga Ayah kirana pun sampai.


"Hallo besan" Ayah kirana menyapa daddy kenzo.


"Hallo besan, baru sampai yaa" Mereka pun saling berjabat tangan.


Terlihat ada vanya dan mama diva bersama mereka yang mengobrol dengan mommy renna dan Kirana.


"Sepertinya ada hal yang menggembirakan, kalian terlihat begitu senang ken?"


"Iya yah, ini soal berita kehamilan kirana".


"Apa, kak kia hamil lagi??"


"Hehe iya vanya, sebenernya baru pagi tadi ngeceknya dan hasilnya positif"


"Selamattt ya kak kia, kata orang banyak anak banyak rejeki. Vanya jadi pengen deh punya banyak anak kayak kak kia".


"Hehee makanya cepetan nikah"


" Hehe belum ada jodohnya kak".

__ADS_1


"Ehemm, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" semua orang menjawab salam


Semua orang menoleh dan melihat ada Roy dan keluarganya.


"Kak roy??"


"Iya vannya".


Roy dan papanya berjalan kearah kenzo, papa vanya dan daddynya. sementara ibunya ikut berkumpul bersama Ibu-ibu. Vannya terlihat malu dan salah tingkah.


"Hallo ken, pak, pa". Ayah Roy bersalaman dan diikuti Roy juga. Tampak Papa Vanya yang tidak begitu senang melihat Roy dan keluarganya. Roy pun merasakan hal itu, namun ia mencoba bersikap biasa.


"Mari kita masuk kedalam, acara resepsinya akan dimulai" Semuanya berbondong-bondong masuk kedalam tenda. Tak lama Kedua mempelai pun memasuki singgahsananya. Nampak pengantin wanita begitu cantik dan pengantin pria begitu gagah. Kenzo sekeluaga memberikan doa restu kepada pengantin dan foto bersama.


"Mudah2an cepet dapet momongan yaaa cin" Kirana mengatakan kepada Cindy dan memeluknya.


"Aamiin mudah2an bisa sebanyak kamu yahhh ki hihihi"


Kenzo mnyentuh perut kirana dari belakang,


"Bakal ada lagi adik kinzi insyaa allah".


"Kia hamil lagi kak??"


"Hehe iyaa" Kirana tersipu malu saat suaminya terang-terangan seperti itu.


"Maasyaa Allah hebat mama kirana nih" Cindy tambah menggoda sahabatnya itu.


"Doakan yang terbaik yahh".


"Insyaa Allah".


Setelah foto-foto bersama kenzo dan keluarga pamit pulang duluan karena kinzi rewel jika berada di area yang ramai seperti itu.


.


Vannya tengah mengambil hidangan, tak lama di susul oleh Roy.


"Ehem, kak roy boleh nemenin kamu?"


Vannya menoleh ke arah samping


"Kak roy".


Keduanya pun mengambil makanan bersama dan mencari tempat duduk.


"Vannya,,, apa kamu sudah mempunyai jawabannya??"


Vanya diam dan hanya menatap kearah roy, Sorot matanya sulit diartikan.


"Vannya takut papa gak ngerestuin hubungan kita".


"kakak tau itu bakal terjadi, tapi kakak butuh kepastian dari kamu. Kalau kamu mau menerima kak roy, maka kak roy akan berusaha meyakinkan papa mu"


"Yang Vanya mau kak roy dapat restu dari papa dan mama vanya dulu, jika mereka merestui, Vanya akan menerima kak roy".


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. kakak akan melakukannya".


Vanya tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan Roy.


.


.

__ADS_1


Acara resepsi pun selesai, semua undangan sudah pulang kerumah masing-masing. Pengantin pun sudah beristirahat setelah rangkaian acara yang sudah di lalui sedari pagi.


__ADS_2