
Kirana mondar mandir di dalam kamar, ia berfikir hukuman apa yang dimaksud suaminya itu. Pasalnya dia pun tidak menerima ajakan lelaki manapun. Tak lama Kenzo kembali kekamarnya.
"Kenapa kamu gelisah?"
"Emm mas mau menghukum kia, memangnya kia salah apa??"
"Kamu gak denger laporan kevin dan katte?? Kenzo mendekat kearah kirana kirana pun berjalan mundur hingga menempel didinding.
"Mas dengerin dulu ceritanya"
"Bicaralah"
"Tadi waktu di supermarket, memang ada pria yang mencoba mendekati kia, tapi kia gak respon apa-apa kok, malah anak-anak yang menjawab i pertanyaan pria itu"
"Itulah yang mas maksud, kamu itu gak boleh keluar sendirian diluar. Banyak pria hidung belang yang bakal godain kamu".
"Lahh kan kia bawa anak-anak mas, lagian kia juga bukan gadis lagi kan. Udah ibu-ibu juga masak masih doyan haha".
"Ssstttt kamu itu se*y mommy buat mas, jadi gak boleh keluar rumah sendirian lagi. Atau mas akan membuat kamu hamil lagi"
"Apa massssss????? hamil lagi??"
"Iya biar kamu gak keluar rumah lagi".
"Mas ken jangan gitu dong, Kinzi aja baru 4 bulan mas, kevin dan katte baru 4 tahun. Mbok ya nunggu kinzi umur 2 tahun dulu".
Kenzo meraih pinggang kirana dan memeluknya erat.
"Mas pengen kita punya anak yang banyak, biar saat kita sudah menua banyak yang mengurus kita".
"Iyaa tapi nanti mas jangan sekarang yah".
"Baiklah, tapi mas akan tetep hukum kamu untuk hari ini".
Kenzo melepas pelukannya dan menggendong kirana keranjangnya.
__ADS_1
"Maas ini masih sore mas, anak-anak juga dibawah. Jangan nekad mass".
"Memangnya kita mau ngapain??"
"Terus mas mau apa??"
"Mass cuma mau hukum kamu......"
Kenzo menggelitik pinggang kirana
"Hahahaha ampunnn masss, ampunnnnnn geli mas geliiii hahahah aduhhh".
Kenzo terus menggelitik pinggang kirana kemudian turun kakinya
"Hahaha ini hukuman kecil buat kamu sayang".
"Hahahaha ampunnn masssss geliii, ampuuuu hahaha kirana gak kuat lagi, haha cukup masss" Kirana benar-benar kegelian akibat ulah suaminya. Keringat bercucuran, perut kirana pun sampai sakit karena tertawa dan menahan rasa geli.
Kenzo pun menghentikan gelitiknya dan berada diatasnya
"Iya yah,,, terserah mas aja. Kia nurutt".
"kalau keringatan gini, kamu makin cantik yang"
"Halah gombal".
"Beneran" Kenzo mendekatkan wajahnya dan makin dekat...
Celetakkkkkkkkkk
"Mama, adik kinzi nangis".
Kenzo dan Kia menoleh bersamaan menatap katte yang berdiri didepan pintu.
"Katte?" Kirana mendorong kenzo dari atasnya.
__ADS_1
"Papa ngapain kayak gitu?? papa kan berat, kasihan mama" Katte berlari memukul papa nya.
"Ehh sayang, jangan pukul papa gitu, papa gak sengaja tadi jatuh malah jatuhin mama. Sekarang kita turun yahhh". Kia mencoba mencari alasan atas apa yang di ditanyakan kepada papanya. Kirana, kenzo dan Katte turun kebawah.
.
Tak lama kemudian, lala baru pulang dari toko baju.
"Assalamualaikum bu, maaf saya tadi izin keluar untuk membeli beberapa perlengkapan".
"Wa'alaikumsalam" kirana melihat lala datang dengan sudah mengenakan hijabnya.
"Saya permisi sebentar ya bu, mau masukkan barang ke kamar".
"iya".
Lala pun masuk kedalam kamar dan meletakkan barang-barangnya di dalam, setelah itu ia kembali ke ruang tamu untuk menemani kevin dan katte.
"ini loh mas baby sister yang kemren mas pesen dari lembaga".
"Ohhh gitu, selamat datang di rumah kami, semoga kamu betah tinggal disini".
"Baik pak".
Lala ikut bermain puzzel bersama kevin dan katte, sementara kenzo dan kirana tengah asyik mengobrol sambil melihat anak-anaknya bermain.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1