Dokter Kirana

Dokter Kirana
H-5


__ADS_3

Assalamualaikum semua......🤩🤩🤩


Selamat hari raya idul adha 1441 H ya semuaaa


Mohon maaf lahir dan batin dari uni untuk kalian semua nya 😊🙏


Uni ucapkan banyak terima kasih untuk kalian semua yang masih setia bersama novel uni ya dears. Terima kasih juga untuk Like, coment dan vote kalian😁


Kita lanjut lagi ya gaess,,


Info nihh, beberapa episode lagi Dokter kirana bakal End jadiii jangan lewatkan episode-episode terakhir yahhh😊🙏


Happy reading😊


.


.


.


----------------------------------------------------------


Singkat ceritaaaa...


Waktu terus berjalan, hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga kini kehamilan kirana sudah sampai waktu 9 bulan,,,,


.


Pagi ini kirana sudah bersiap untuk ke rumah sakit. Kenzo juga sudah bersiap untuk mengantar istrinya kemudian kekantornya.


"Udah siap ya yang??"


"Udah mas, Eh bentar" Kirana berjalan menuju kamar mandi. Setelah itu kirana keluar dari kamar mandi.


"Kamu kok bolak balik kekamar mandi terus??"


"Iya nih, pengen pipis terus mas, jangan-jangan udah mau lahiran yang?"


"Tapi belum HPL nya mas, nanti kita cek ke dokter kandungan mas"


"Iya ayo kita berangkat".


Kenzo mengantar kirana kerumah sakit tempat ia bertugas. Sementara anak-anak di antar mbak lala ke sekolah.


.


.


Sampainya di rumah sakit, kirana merasa gamisnya basah.


"Mas ini kayaknya gamis kia basah deh mas".


"Hah?? ketubannya rembes ya??"


"Iya mas, cepet panggil bantuan mas".


"Iya sayang tunggu ya"


Kenzo keluar dari mobil dan memanggil suster untuk membantunya membawa kirana ke ruang bersalin.


Mereka membawa kirana dengan cepat kedalam ruangan. Dokter memeriksa keadaan kandungan kirana.


Setelah dokter memeriksa keadaan kirana, ia segera menemui Kenzo.


"Tuan, mari ikut keruangan saya".


"Baik dok".

__ADS_1


Kenzo mengikuti kenzo keruangan dokter kandungan.


"Silahkan duduk"


"Terima kasih. Bagaimana keadaan istri saya dan bayinya dok??"


"Begini tuan, Kondisi ibu kirana tidak memungkinkan untuk melahirkan 2 anak kembarnya saat ini. Ibu kirana tidak mengalami kontraksi dan juga Karena ibu kirana mengalami darah rendah, jadi harus melakukan SC dan membutuhkan transfusi darah yang cukup. Bagaimana tuan??"


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anak saya dok. Untuk transfusi darah, dokter bisa mengambil darah saya. Karena darah kami sama dok".


"Baiklah kalau begitu, silahkan anda tanda tangani persetujuan untuk operasi kita sebentar lagi"


"Baik dok".


Setelah kenzo menandatangani persetujuan operasi, kenzo lanjut untuk mendonorkan darah untuk istrinya.


Dengan wajah yang masih pucat, kenzo mendatangi istrinya.


"Mas kenapa?? wajahnya kok pucat gitu??"


"Hehe gak papa sayang, emm kali ini kamu harus operasi sayang, karena...."


"Iya mas, kia tau. kondisi kia gak stabil kan, Insyaa Allah kia ikhlas mas, yang terpenting si kembar lahir dengan selamat".


Kenzo menggenggam erat tangan kirana dan menciumnya.


"Mas beruntung punya istri kamu sayang"


"Terima kasih atas segala kasih sayang mas ke kia selama ini. Jika kia ada salah sama mas, kia minta maaf ya mas, Jaga anak-anak"


"Mas yakin kamu bisa melewati ini sayang".


"Doakan kia mas"


"Selalu sayang".


"Tuan, waktu operasi sudah tiba".


"Baiklah".


Kenzo mengantarkan kirana keruang operasi, kemudian ia menunggu di depan ruangan. Rasa gelisah menghantui perasaan kenzo.


"Ya Allah selamatkan istriku dan anak-anakku"


Kenzo mondar mandir didepan ruang operasi.


1 jam berlalu,,, dokter baru keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana dok keadaan istri anak-anak saya??"


"Istri anda masih dalam keadaan kritis, sementara putri anda baik-baik saja. Namun kondisi bayi laki-laki anda tidak stabil karena terlalu lama di dalam perut ibunya. Berdoalah kepada Allah untuk kebaikan semuanya. Saya permisi dulu".


Dokter masuk kembali keruangan operasi untuk menyelesaikan tugasnya, sementara kenzo duduk lemas di kursi tunggu.


"Ya Allah, kuatkan merekaaa.... Aamiin" Kenzo meneteskan airmatanya.


.


30 menit berlalu Suster memindahkan kirana ke ruang VIP untuk mendapatkan perawatan lanjutan, sementara anak-anaknya masuk ke ruangan bayi. Kenzo menemani kirana di ruangannya.


"Sayang.... bangun. Anak - anak mencarimu... Ayoo buka matanya". Kenzo mengajak kirana untuk bicara Namun kirana tidak merespon apapun.


"Tuan"


"Tuan"


Seorang suster masuk keruangan kirana dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Ada apa sus?"


"Putra anda tuan, mari ikut saya".


Kenzo meninggalkan kirana sendiri dan melihat keadaan putranya. Saat kenzo pergi, kirana perlahan membuka matanya, ia melihat keadaan sekitar kosong tanpa orang. Kirana berusaha menekan tombol panggilan. Tak lama suster jaga mendatangi kirana.


"Ohh ibu kirana sudah sadar ya. Alhamdulillah"


"Dimana suami saya?" Suara kirana bergetar dan begitu pelan.


"Tuan kenzo tengah menjenguk putra anda".


"Antar saya kesana".


"Tapi keadaan ibu masih lemah".


"Saya kuat kok sus. Tolong antar saya kesana".


"Hmm bagaimana kalau..."


"Tolong sus".


"Baiklah " Suster memindahkan kirana ke kursi roda dibantu oleh beberapa suster lainnya. Kemudian membawa kirana keruangan bayinya.


"Tuan, kami mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan bayi anda" dokter mengatakan kepada kenzo.


"Apa?????!!!" Kirana begitu kaget saat mendengar berita duka itu. Kenzo dan dokter menoleh kebelakang dan melihatnya sudah berada disana.


Kenzo mendekati kirana dan memeluknya.


"Sabar ya sayang"


"Anak kita kenapa mas??" kirana menangis histeris


Salah satu anak kita sudah bersama Allah sayang, kita harus ikhlas".


"Tapi kenapa begitu cepat mas??? Kia belum sempat merawatnya, kenapa harus begini??"


"Kita tidak bisa melawan takdir sayang, Allah lebih sayang kepadanya, makanya Allah ambil".


Tak ada respon dari kirana ternyata dia pingsan di pelukan suaminya.


"Kia, bangun sayang".


"Cepat bawa pasien kembali keruangannya".


"Baik dokter".


Suster dan kenzo membawa kirana kembali keruangannya, kemudian Dokter memeriksa keadaan kirana.


"Ibu kirana belum stabil kondisinya, sebaiknya kita harus lebih extra menghiburnya setelah dia siuman. Karena saya takut, jika dia terus sedih akan terguncang jiwanya tuan".


"Baik dok".


"Kalau begitu saya permisi dulu". Dokter meninggalkan kenzo dan kirana diruangannya.


Kenzo mengambil ponselnya dan memberi kabar kepada keluarganya yang lain.


.


.


.


.


Kita lanjut besok yahh

__ADS_1


__ADS_2