
Kirana bangun dari tidurnya dan melihat kenzo masih tertidur.
"Mass bangun, sholat ashar dulu yukk".
Kenzo hanya menggeliatkan badannya,
"Ayoo mass bagunnn".
"Iyaa sayang"
Kenzo bangun tidur dengan bermalas-malasan menuju kamar mandi. Setelah wudhu mereka sholat bersama.
"Ayo kita turun ke bawah, pasti anak-anak nungguin kita mas".
"ayoo".
Kenzo dan dan kirana turun kebawah namun sepi,
Kirana menuju kamar anak-anak
"Wahh ternyata mereka masih tidur. Mungkin mereka nungguin kita gak turun-turun ya".
"Iya sayang".
Kirana membangunkan anak-anaknya dan mengajak mereka mandi. Setelah mandi Kenzo mengajak anak-anak keliling komplek dengan menaiki sepeda.
Terlihat Kevin dan Katte begitu senang meski hanya bermain sepeda.
.
Lelah bermain, mereka pulang kerumah sudah disambut mamanya dengan membawakan minuman segar dan cemilan
"Ayoo makan dulu, mama buatkan cemilan kesukaan kalian nihh".
Katte dan Kevin berlari ke arah kirana.
"Mana ma???"
"Ini sayaanggg".
Kevin dan katte menyantap makanan yang di buat oleh mamanya. Kenzo yang melihat istri dan anak-anaknya begitu haru.
"Mas kenapa??"
"Gak papa sayang, mas cuma ngerasa bahagia memiliki kalian".
__ADS_1
"Eeemmmm gituuu, tapi mukanya jangan sedih gitu lah".
"Mas hanya takut jika mas gak bisa memberikan kebahagiaan untuk kalian lagi setelah ini".
"Ssstttt mas jangan ngomong gitu, kita gak boleh nyerah mas. Apapun tantangan kedepan akan kita hadapi bersama".
"Makasih sayang" kenzo mengecup kening istrinya.
"Cciiieeee papa". kata katte
"Eh kenapa coba?"
"Papa sayang mama ya??"
"Sayang bangettt dong".
"Sama kevin?"
"Pokoknya papa sayang kalian semuaaaa. Sini peluk papa".
Mereka pun berpelukan seperti teletabis.
ππππ
Keesok paginya, Kirana sudah bersiap akan ikut kenzo menemui ayahnya. Setelah sarapan mereka berdua berangkat menuju kantor ayahnya.
.
" Apa Pak Wira ada didalam?" Kenzo bertanya kepada sekertaris Ayah mertuanya.
"Ada pak, sebentar saya sampaikan ke pak Wira".
Sekertaris itu masuk kedalam ruangan dan memberitahukan kepada bossnya. Beberapa menit kemudian, ia keluar dan mempersilahkan kirana dan Kenzo masuk.
"Pagi Ayah?"
"Kirana, kenzo, ayo masuk silahkan duduk".
"Terima kasih".
"Ada apa kalian datang kemari?"
"Langsung saja ya ayah, kedatangan kami kemari ingin menanyakan persoalan investasi yang ayah cabut?".
"Apaa???? Kapan itu terjadi?" Ayah kirana tampak bingung
__ADS_1
"Kemarin".
"Ayah tidak tau soal ini".
"Yang benar yah???" kata kirana
"Iya betul, tapi perusahaan ini sudah atas nama Vanya. Ayo kita kerumah Ayah menemui Vanya".
Saat ketiganya akan meninggalkan ruangan Pak Wira,,,,
"Hallo semua,,,"
"Roy?! Kenapa kau disini?" Kata Kenzo dengan wajah kesal.
"Santai saja,, gak perlu emosi. Ayo duduk kita bicara".
mereka semua duduk dikursi tamu.
"Cepat bicara apa mau mu?!"
"Sssttttt jangan terburu-buru. Ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian. Perusahaan ini sudah menjadi milikku".
"Apaaa?! jangan asal bicara kau!."
"Ayah sabar dulu" kata kirana.
"Saya tidak salah bicara. Harusnya kalian yang angkat kaki dari sini".
"Maksudmu apa?"
"Ajudan, bawa kemari ".
Roy membuka tasnya dan mengeluarkan dokumen dari tasnya.
"Kalian lihat dengan jelas dokumen penyerahan perusahaan ini atas nama Vanya kepada Roy surya. Dokumen ini sudah jelas di tanda tangani oleh vanya sendiri".
Ayah langsung lemas mendengar ucapan Roy barusan. Ia tak menyangka bahwa anaknya akan bertindak ceroboh seperti itu. Kenzo membaca semua isi dokumen pemindahan kepemilikan perusahaan dan itu memang benar bahwa Vanya menyerahkan segalanya.
Roy tersenyum dengan penuh kemenangan.
.
.
.
__ADS_1
.