Dokter Kirana

Dokter Kirana
Maafkan Papa


__ADS_3

Seolah maling yang ketahuan, Kirana dan kenzo kepergok oleh anak-anaknya. Rasanya begitu malu saat bercumbu di lihat oleh anak.


"Mama tadi gak sengaja jatuh diranjang pasien, eh kejeduk uncle ". kirana berusaha menjelaskan kepada anak-anaknya.


"Tapi mama kok di peyuk uncle?"


"Emmm uncle hanya menahan tubuh mama biar gak ambruk, takutnya kan badan mama berat kalau menimpa uncle". Jawab Kirana


"Tapi ma, kenapa bibil mama bengkak?"


"Hah??? oh ini tadi karena mama tumburan sm uncle jadinya bengkak sayang" Kirana sambil menutupi mulutnya. Rasanya kikuk.......


Kenzo yang mendengar penjelasan kirana terkekeh sendiri.


"Kevin, Katte kemarilah" Pinta Kenzo.


Kevin dan katte berjalan mendekati kenzo.


"Kevin, katte sebelumnya maafkan papa yang telah meninggalkan mama dan kalian. Saat itu papa lupa ingatan setelah kecelakaan. Tapi saat ini papa sudah ingat semua nak, maukah kalian memaafkan kesalahan papa?".


Kevin dan katte yang masih bingung hanya bengong mendengar penjelasan dari kenzo.


"Nak, Uncle kenzo adalah papa kalian. Kita terpisah karena saat itu papa hilang ingatan setelah papa kecelakaan".


Kevin dan katte mengangguk-angguk.


"Jadi kami punya papa ya ma??????"


"Iyaa" Jawab Kirana


Kevin dan katte nampak bahagia, mereka menaiki ranjang dan memeluk kenzo. Kenzo pun membalas pelukan mereka dengan hangat. Kia melihat mereka bertiga rasanya terharu dan bahagia, ia menangis bahagia melihat anak-anaknya bertemu papanya.


***

__ADS_1


Keesok harinya, Kesehatan kenzo sudah membaik.


Kirana mengajak kenzo untuk sarapan bersama.


Nampak keluarga kecil yang bahagia, tersirat dari wajah mereka yang begitu bahagia.


"Sayang, kita kembali ke kota yuk?".


"Tapi mas, bagaimana tugasku disini? kasihan warga disini tidak ada ahli medis."


"Klinik ini biarlah tetap ada, nanti mas akan carikan dokter lain untuk praktek disini".


"Ma, apa kita akan pindah kelumah papa yang besalllllll???"


"Itu rumah Grandma dan grandpa sayang, papa sudah beli rumah baru untuk kita tinggal".


"Kenapa gak sebaiknya tinggal di rumah mommy aja mas, kan mommy sama daddy gak ada temen disana, biar rame".


"Mas sudah lama membeli rumah itu semenjak kita menikah, mas pengen kita ukir kenangan bahagia kita bersama anak-anak kita disana. Kita akan mengunjungi dad and mom setiap akhir pekan, gimana?"


"Tentu sayang, jika kau yang merawat mas, pasti mas cepet sembuh".


"Eleh gombal".


Setelah mereka selesai sarapan, kirana mengajak Kenzo dan anak-anaknya main di kebun milik Ny Breta.


***


DiLain situasi....


(Dirumah Vanya)


Vanya tampak berjalan menuju taman belakang menemui papa dan mamanya yang sedang bersantai disana.

__ADS_1


"Pagi pa, pagi ma..... " Vanya mengecup pipi papa dan mamanya.


"Pagi sayang".


" Pa, Vanya boleh minta sesuatu gak pa?".


"Apa sayang?".


"Pa, maukan papa meminta kak ken untuk melamar Vanya?"


"Apaaaa kamu bilang?".


"Kan selama 3 tahun ini Kak Ken selalau bersama Vanya. Kak Kia juga hilang ntah kemana. Biar Vanya yang menggantikan kak Kia".


"Betul juga yang katakan Vanya pa, itu lagian kan Kenzo cuma ingatnya sama Vanya bukan sama kirana. Jadi kenapa gak kita buat penyatuan 2 keluarga kita pa? toh nanti Vanya bisa jadi penerus perusahaan daddy nya kenzo juga".


Sejenak Papa Vanya berfikir apa yang di katakan Vanya dan mama nya itu ada benarnya juga. Pasalnya Kirana sudah 3 tahun meninggalkan kenzo sedangkan kenzo begitu lengket dengan Vanya.


"Tapi, bukannya tidak baik memanfaatkan keadaan orang yang sedang sakit?


"Paaa, kak ken itu gak sakit pak, hanya sedikit kehilangan memory ingatannya. Dan yang hanya di ingat itu Vanya bukan Kirana. iiihhh sebel deh papa, gak mau nurutin maunya anak".


"Nanti papa coba bicarakan sama daddy kenzo ya"


"Terimakasih papa, Vanya sayaaaangggg papa"


Vanya memeluk papa dan mamanya, seakan dia begitu bahagia karena kedua orang tuanya mendukung idenya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2