
Hari berikutnya......
Pagi-pagi kenzo mengajak keluarganya untuk bersiap pergi ke suatu tempat yang masih di rahasiakan.
Kirana bergegas menyiapkan anak-anaknya sedari pagi. Dan setelah mereka selesai bersiap-siap kenzo dan keluarganya berangkat. Di sepanjang perjalanan kirana mengamati arah jalan yang mereka lalui, seperti tidak asing bagi dirinya.
"Mas, jalannya kok gak asing ya ini"
"Hehehe memang. Coba kamu ingat-ingat yang"
"Emmm" Kirana berfikir keras.
"Ini jalan ke desa ibu breta ya mas??"
"Yups betul"
"Kita mau ngapain mas kesana??"
"Nanti kamu juga tau sayang" kenzo tersenyum bahagia.
Setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
"Ayo semuanya turun"
Kirana bengong saat ia berada di sebuah gedung berwarna putih seperti bentuk rumah sakit, ia pun sampai tidak sadar jika disana juga ada keluarganya yang lain beserta teman-temannya.
"Kia" Kirana menoleh ke samping,
"Cindy. Loh....."Kirana melihat banyak orang-orang yang sudah berkumpul disana.
"Sayang... Hari ini adalah hari peresmian rumah sakit kita"
"Apa mas???"
"Iyaah, Rumah sakit peduli yang sudah kita rencanakan, Alhamdulillah sudah siap beroperasi, dan hari ini openingnya" . Kirana begitu kaget dan terharu mendengar kabar baik itu.
"Baiklah para hadirin sekalian, Hari ini adalah peresmian rumah sakit peduli yang sudah kami bangun kurang lebih 1 tahun pengerjaan dan Alhamdulillah mulai hari ini sudah bisa beroperasi. Rumah sakit ini adalah sumbangsih ide dari ibu saya tercinta mommy renna dan istri saya tercinta dokter kirana. Mudah-mudahan dengan adanya rumah sakit ini dapat membantu semua pasien yang memerlukan pertolongan. Kami ucapkan terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir disini. Dan Rumah sakit ini kami beri nama *KIRANA HOSPITAL*". Kain putih penutup Nama KIRANA HOSPITAL di atas gedung pun terbuka dan memperlihatkan nama rumah sakit itu dengan begitu jelas. Gemuruh para undangan bertepuk tangan.
"Istriku, sebagai pemilik rumah sakit ini, silahkan potong pitanya sebagai tanda resminya rumah sakit ini di buka".
"Baik mas" Kirana mengambil gunting dan bersiap untuk memotong pita sebagai simbolis.
__ADS_1
"Bismillahirrohmannirrohiim" kirana menggunting pita dengan rasa bahagia. Gemuruh tepuk tangan kembali bergema.
"Alhamdulillah" Kirana yang terharu langsung memeluk suaminya.
"Terima kasih mas"
"Iya sayang" Kenzo memeluk erat istrinya itu.
"Ehemm mau sampai kapan kami jadi penonton??" Suara daddy kenzo memecah keharuan kirana dan kenzo.
"Nanti lanjut dirumah aja" celetuk Zidan yang baru datang bersama sofie.
"Kak zidan??"
"Iya ken, maaf aku baru sampai. soalnya nyonya sofie ngotot mau ikut. Jadi aku gak bisa ngebut karena dia lagi hamil"
"Iya kak gak papa. Dan selamat ya atas kehamilan sofie"
"Iya terima kasih".
"Silahkan para hadirin untuk melihat-lihat rumah sakit kami dan silahkan juga yang ingin menyatap hidangan di sebelah sana sudah tersedia" Roy mengarahkan semua tamu undangan untuk melanjutkan aktivitas lainnya.
Kenzo bergabung bersama zidan, roy dan albert sementara kirana berkumpul bersama vannya, cindy dam sofie. Untuk daddy dan mommy lebih memilih berkumpul dengan para tetua tetua yang di undang termasuk ayah kirana.
Vannya: "Dulu dia mah dingin kayak gunung Es"
Cindy:"Makanya kamu lebih suka sama kak roy kannn??"
Vannya:"Husss kamu ngomong apa sih?"
Soffie:" Iya gak nyangka si ken berubah. Saat kami berteman dulu dia selalu tertutup dan dingin"
Kirana:" hehehe kalian bisa aja. Suami-suami kalian juga gak kalah hebatnya. Sehebat-hebatnya suami itu yang paling hebat adalah suami kita sendiri. Jadi harus banyak-banyak bersyukur"
"Iya betul".
Perbincangan hangat pun terus berlangsung, Kirana begitu bahagia mendapat kejutan yang begitu tak terduga dari suaminya. Para undangan menyantap hidangan yang sudah di sediakan. Vannya yang duduk sambil menikmati hidangannya pun terganggu saat melihat Roy yang menatapnya dari jauh, Seolah hati mereka berbicara.
Roy mengambil ponselnya dan menelfon Vannya.
Vannya kaget saat melihat ponselnya bergetar.
__ADS_1
"Aku angkat telfon dulu yaa" Vannya pamit dari teman-temannya.
"Hallo Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam vannya"
"Kak roy ngapain nelfon Vannya??"
"Kalau kak roy nemuin kamu sekarang, pasti papamu marah"
"Heehe jadi kenapa kak roy nelfon??"
"Kamu gak papa kan??"
"Iya gak papa, tapi papa masih marah sama vannya karena kejadian kemarin kak"
"Apa papa mengurungmu??"
"Tidak, hanya sajaaaa...."
"Apa??"
"Minggu depan Vannya harus tunangan sama rendra"
"Apa???? dan kamu menerimanya??"
"Kak roy bawa vannya kabur kak. Vannya cuma mau kak roy Hiks Hiks hiks" Vannya menangis .
"Kamu tenang ya sayang, kak roy akan mencari cara untuk menyelamatkanmu. Tapi kak roy gak mau kawin lari. Kita harus menikah dengan restu orang tua".
"Iya kak"
"Ya sudah, kakak matikan telfonnya dulu ya. Itu ada kenzo mau menghampiri kakak"
"Iya kak".
Roy mematikan ponselnya dengan cepat.
"Nelfon siapa??"
"Klien heheh"
__ADS_1
"Ohhh,, Ayo kita makan bareng zidan. Sudah lama kan kita gak makan bareng"
"Okee"