Dragon Warrior

Dragon Warrior
Para Informan


__ADS_3

Mereka keluar dari balik kain kelambu dengan keadaan pakaian tipis mereka acak kusut dan basah.


"Ini tips untuk Nona Mu," si kembar yang selesai berpakaian rapi, memberikan uang bayaran pada wanita tua yang merapikan pakaian hanfu.


"Oke. Kalau kalian butuh pelayanan lagi, jangan lupa cari saja aku," mengambil uang kertas,lalu mengecup kembar.


"Baik. Kalau begitu kami pulang dulu," ucap satunya lagi.


Wanita tua mengantar sampai pintu, dan melanjutkan menata rapi sanggul rambutnya.


Ketika mereka keluar dari kamar VIP, wanita-wanita muda seksi itu memandang cemburu terhadap pemilik rumah mawar yang dilayani oleh 2 orang sekaligus.


"Tuan, aku bisa melayani anda juga kok," ucap memelas seorang wanita menghalangi langkah mereka, sambil menunjukkan belahan yang lebih padat kenyal dibandingkan orang yang tadi.


Kedua kembar mendorong tubuh wanita penggoda, tak lupa menatap kejam untuk tidak dihalangi.


"Uhhh... Apa sih hebatnya Nyonya Mu? Sampai-sampai pemuda tadi tidak melirik kita?" keluh wanita disudut tangga, memelintir sapu tangan bersulam mawar hitam.


Krettt ...


Pintu kamar VIP terbuka, orang tergibah memunculkan wujud cerah sehabis dapat layanan puas.


"Sana cari pelanggan lagi!" kata ketus Nyonya Mu, ngusir bubar sekelompok serangga.


Langkah gontai bermenggal-menggolkan bokong makin buat wanita muda seksi tertekan batin cemburu kesal.


"Lihat saja! Jika lain kali mereka datang, aku yang akan dulu melayani mereka," umpat kesal wanita berurai rambut rapi yang diselipkan sekuntum bunga mawar merah.


"Iya," tambah wanita penggoda yang berfikiran searah tujuan.


Agen kembar itu kembali mendatangi tempat dimana mereka menukar info dengan seguci arak dan daging bebek Peking kecap.


"Mana arakku....!!" teriak kakek tua gembel, mengulurkan tangannya yang bergetar.


"Ini," si kembar kurus menyerahkan guci arak .


"Makanan !!" tambahnya menatap kembar satu lagi.


"Makanlah!" ucap kembar sedikit gemuk, memberi bungkusan berisi bebek Peking kecap.


Tau apa maksud kedatangan kembar di daerah perkumuhan dengan bau busuk tempat pembuangan sampah, kakek gembel sengaja melantunkan syair romantis di tempat itu.


"Wahai malam berselimut bintang. Dalam gelapnya malam, ku pejamkan mata tertutup bayang-bayang masa lalu. Lincah kakimu menari teriring sang rembulan, membuat hati ini gunda gulana karenamu. Wahai sang penjaga mimpi, dapatkah engkau menyatukan kami ? Kami yang terpisah jarak bumi dan langit." Kakek gembel melantunkan syair romantis ngawur, sambil mengigit daging bebek.

__ADS_1


Untuk bahas masalah syair kehidupan, romantis atau keindahan mudah dipahami oleh kembar itu. Tapi syair yang keluar dari mulut kakek gembel dalam keadaan antara sadar atau tidak, perlu mereka telaah lebih lama untuk temukan maksud.


"Kakek, lebih baik anda pulang ke rumah!" kembar kurus menasehati kakek gembel yang masih punya anak hidup layak.


"Jarak bumi dan langit terlalu jauh. Tapi jarak aku, kau dan kau...... Hahaha...." Kakek gembel tertawa terpingkal-pingkal belum selesai dengan ucapannya sendiri.


"Jangan banyak minum lagi. Itu kurang baik untuk kesehatan kakek!" kembar kurus merebut guci arak kakek gembel.


"Di dunia ini apa yang membuat kita bahagia, hahh!." Kakek gembel marah arak kesukaan dirampas.


Kakek gembel tidak memiliki ilmu kungfu dan sejenisnya. Tapi beberapa kelebihan lain yang dimiliki itu berguna untuk agen kembar.


"Kemarikan arakku!! bentaknya, menjewer telinga orang yang merampas.


"Baik. Tapi ini terakhir kali mabuk!" membuat kesepakatan.


"Kalian ini berengsekk! Kucing tak bertaring, berani merampas hak orang miskin!" Kakek gembel memaki kasar, dan menampar-nampar muka kembar kurus.


Disisi lain, kembar sedikit gemuk terus menyusun kata-kata kunci setiap perkataan. Seperti sedang menyusun potongan puzzle yang kecil, dan tercampur aduk dengan potongan lain dalam bentuk ukuran sama.


"Dasar tikus-tikus sampah tak berguna!. Seharusnya kalian mati dan dipijak mayat kalian!. Bahkan bumi dan langit tidak akan membiarkan kalian kembali." Kkek gembel ngoceh marah, sambil gigit kasar paha bebek.


"Ya-ya-ya. Tidak selayaknya kamu begitu. Lebih baik, besok kita belikan saja teh hijau," ucap kembar sedikit gemuk pada kembaran untuk pergi, sambil melepaskan jubah menutupi tubuh tua reyok itu dari dinginnya malam .


"Baik. Tunggu kami terima gaji," jawab menggelegar suara kembar kurus sambil melambaikan tangan pada orang di balik punggung mereka.


Informasi yang didapat dari kakek tua gembel, langsung mereka susun membentuk rangkaian puzzle yang mudah menebak siapa pelaku yang mereka selidiki.


"Sepertinya kasus ini benar-benar rumit. Jika salah sangka, maka keadaan tambah kacau untuk semua," ucap pelan kembar sedikit gemuk, sambil menyusun kata sandi penunjuk.


"Benar. Masalah ini semakin pelik.Hak otoritas kita untuk memvonis tersangka juga tidak berpengaruh," jawab kembar kurus mengusap kasar wajah lelah seharian bermain tebak kata.


"Kamu istirahat dulu, biar aku yang lanjutkan," kembar sedikit gemuk kasihan saudara capek harus bermain dengan para informan.


"Mmmm. . ." jawab dehemnya,dan langsung duduk tertidur.


***


Beberapa hari kemudian di pagi yang cerah, agen kembar telah dapat petunjuk dari kata-kata yang mereka temukan.


"Kita sebaiknya segera memberi kabar pada Yang Mulia Raja," ucap kembar kurus, mengambil jubah seragam dinas mereka.


"Benar," meraih pemberian saudaranya.

__ADS_1


Mereka berdua pun keluar dari kediaman seperti biasanya.


Langkah mereka terhenti setelah lewat ujung gang kediaman itu.


Sekelompok penjahat bertopeng, melempar jala khusus dari atas tembok persembunyian mereka.


"Siapa kalian!" tanya bentak kembar kurus.


"Kalian harus MATI!" jawab ketua penjahat dengan suara penekanan, dan panggil anggota untuk menangkap kembar.


"Kalian pasti suruhan Paman raja, kan?" tanya kembar sedikit gemuk, mencoba lepas jala yang ternyata telah dibubuhi perekat.


"Karena sudah tau, kalian harus mati sekarang!" tangan ketua penjahat mengkode agar pedang anggota terhunus keluar dari sarung mereka.


Sriinggg....


Suara pedang betapa ngilukan pendengaran,petanda pedang tersebut telah diasah tajam guna sekali tebas korban langsung mati di tempat.


Karena mereka tidak berniat mati muda dengan cara tidak terhormat, kedua kembar pun memanggil bala bantuan.


Kembar sedikit gemuk bersiul nyaring dan melengking tinggi.


Secepatnya bala bantuan yang dimaksud berlari kencang kearah mereka.


"Serang mereka!" titah si pemanggil bala bantuan.


Rrrrgggg....


Gigi taring tajam berselimut liur,dan tatapan mata yang begitu sadis langsung menyerang penjahat bertopeng.


Bukan hanya satu saja bala bantuan datang menolong kembar. Tapi dari setiap gang dekat kediaman mereka,pada bermunculan kelompok bala bantuan.


Rrrrgggg.....


Guk...Gukk....


Ya, sekelompok anjing liar dan terlantar yang sering diperhatikan mereka masih tau balas budi pada penolong mereka.


Tebasan pedang memang telah membunuh beberapa ekor anjing, tapi masih cukup banyak anjing yang datang karena terpanggil.


Gigitan ganas anjing liar sungguh menakutkan, beda dengan anjing terlantar yang dicampakkan majikan mereka.


Sekali menggigit, maka daging akan tercabik-cabik.

__ADS_1


"Cepat pergi!" ujar perintah kepala penjahat sudah tergigit anjing liar.


__ADS_2