Dragon Warrior

Dragon Warrior
Bab 81. Kota Iblis


__ADS_3

Segitu Feng Ni coba masakan sendiri, dia akhirnya nyadari betapa masakan hambar.


"Maaf. Masakannya tidak enak." Feng Ni merasa bersalah telah biarkan saudaranya tidak bisa cicipi masakan layak. Feng Ni, Da Min.


"Tidak apa. Sini Abang olah," Fun Cin inisiatif tambah bumbu dalam setiap masakan.


"Lain kali, saya ajak Bang Bapao kemari," Feng Ni nunduk malu.


Semua tersenyum seolah tidak ada masalah apapun. Usai Fun Cin ngolah makanan sebelumnya, mereka lanjut makan dengan senang.


**


Musim gugur....


Musim dimana semua binatang bersiap menyimpan stok makanan untuk musim dingin.


Daun-daun mulai rontok tinggalkan ranting pohon, jatuh menyelimuti tanah.


Dan untungnya semua problematika kerajaan sudah terselesaikan dengan tuntas.


Selir Xu dan selir Qi beserta putri mereka juga telah masuk pengasingan dalam gua yang dijaga ketat prajurit.


Kejahatan Kasim Do juga telah dapat hukuman setimpal. Jabatan kasim-nya dipaksa lepas, lalu jalani hukuman jadi gelandangan cacat yang mengemis sepanjang jalan.


Do Mo Cien juga dihukum menjadi kuli bangunan, tanpa ada dibayar gaji sepeserpun akan pengelapan uang.


Mo Tan dikeluarkan dari silsilah keluarga kerajaan, dan dihukum jadi peternak unggas. Namun karena tidak terima hukuman tersebut, dia memilih untuk akhiri nyawanya seperti keluarga yang lain.


"Ini penghinaan terbesar! Lebih baik mati dari pada hidup malu," melempar tali ke ranting pohon yang berjarak 3 meter dari tanah. "Dan jadi hantu pun, aku tetap tidak biarkan mereka hidup tenang," naik ke atas kursi,lalu masukkan leher dalam tali yang melingkar.


Kursi disepak, dan hantu penasaran tidak sungkan cabut nyawa orang yang mati bunuh diri.


"Akhirnya aku bisa reinkarnasi," ujar senang hantu penasaran, setelah puluhan tahun nunggu orang yang bersedia tempati posisinya.


Hantu penasaran bantu narik kaki Mo Tan agar tidak bisa selamat, dan juga percepat proses kematian Mo Tan.


Musim gugur yang mengakhiri masalah konflik di istana, merubah sistem lama setelah Feng Ni dilantik secara formal sebagai putri mahkota.


Agen kembar juga mulai aktif dari susunan kabinet, biarpun berpredikat cacat seumur hidup.


**


"Ayah, Feng Ni boleh perbaiki tempat latihan dulu?" tanya izin sebelum ambil keputusan.


"Tentu saja boleh," sahut raja Xiao Se Mang.


Izin sudah dibubuhi stempel, segera juga tempat latihan dulu direnovasi.


Namun kehidupan Feng Ni masih berjalan di jalan yang panjang dan belum tentu lurus.


Kehidupannya di istana memang berjalan baik, tetapi tugas berkaitan spiritual masih cukup panjang untuk dituntaskan.


"Kamu mau kemana, Nak?" tanya ratu Semangi lihat Feng Ni sudah berpakaian pria dan bergegas keluar istana.


"Hanya beberapa hari lihat keadaan diperbatasan saja, Bu," pamitnya, mengikat pedang di punggung.

__ADS_1


"Hati-hati. Pakai jalur berdamai saja, ya," nasehati sambil meluk.


"Baik, Bu," melambai tangan pergi.


Di luar gerbang istana dia sudah ditunggu 4 saudara, yang siap ikut berperang sama-sama.


"Kamu terlihat cantik sekali hari ini, Ling." Feng Ni memuji Ling Ni yang pilih berpenampilan tetap sebagai wanita.


"Terima kasih. Kamu juga jauh lebih tampan dari Da Min," pujian tersirat sindiran pada kawan gaduh.


"Ayo jalan." Bapao narik Da Min yang tersulut.


So Po Ta juga telah menunggu 4 muridnya di tengah danau untuk memberantas kejahatan iblis.


Kunci gerbang dunia alam lain akan segera dibuka So Po Ta dengan tongkat saktinya.


4 muridnya akhirnya tiba dengan wajah capek dan bersemangat tempur.


"Kalian sudah siap?" So Po Ta bersiap buka gerbang dunia alam lain.


"Siap, Guru!!" serentak jawab.


Begitu gerbang dibuka, mereka semua terhisap masuk kedalamnya.


Arrrgggggg.....


Pekik 3 murid yang belum pernah bertempur mati-matian secara fisik yang cukup lama.


Dalam lubang itu, mereka berputar seperti putaran gasing.


Entah sudah berapa lama mereka terputar dalam arus hisapan tersebut.


Tiba mereka di depan kawah magma yang mengepul lahar panas.


"Tempat apa ini, Guru?" Fun Cin, menarik Ling Ni dan Da Min yang hampir jatuh dalam kawah.


"Kota iblis. Kalian harus berhati-hati." So Po Ta nasehati.


"Hiksss.... Hiksss.....Aku mau pulang..." rengek tangis kencang Ling Ni.


"Sssttt..." Da Min bungkam mulut Ling Ni.


Sebelum mereka melangkah, So Po Ta membentengi 4 muridnya dengan mantra.


Beda dengan Feng Ni yang memiliki pelindung kuat.


Naga emas yang sudah cukup beristirahat berhari-hari juga bangun, tanpa tunjukkan wujud pada manusia lain.


"Kita keliling dulu," ucap naga emas menyihir wajah dan tingkah laku para manusia nyerupai bangsa iblis.


"Guru?" Feng Ni menatap dengan isyarat keinginan naga emas, dan telah sadar wajah sudah berubah.


"Baiklah.Kita harus bertingkah seperti mereka,biar mudah masuk ke sarang," ucap So Po Ta.


Hiksss....Hiksss .... Ling Ni terus menangis, tarik menarik antara Da Min dan Bapao.

__ADS_1


"Kamu jangan takut. Ada saya yang lindungi kamu." Feng Ni nasehati.


"Janji," ngulurkan jari kelingking.


"Iya. Yuk," ngajak jalan seiring.


Jalan yang mereka lalui juga bukan jalan mulus atau dengan ruas jalan lebar. Melainkan aliran kawah, dengan lebar setapak kaki.


"Hati-hati saat berjalan," nasehat So Po Ta memimpin murid.


"Feng Ni,aku takut," rengek Ling Ni jalan bergetar meski dituntun.


"Jika takut, tutup saja mata. Anggap sedang latihan jalan diantara susunan kayu yang berdiri." Feng Ni mensugesti pikiran Ling Ni.


"Kenapa Guru-mu punya murid kayak dia." naga emas nyindir.


So Po Ta paham maksud naga emas, tapi yang namanya ikatan takdir itu tidak semuanya bisa dipilih atau memilih.


So Po Ta sudah sampai dengan selamat tiba diujung jalan yang lain. Jalan yang menghubungkan gerbang dengan kota dan istana raja iblis.


Disusul Feng Ni, Ling Ni dan 3 murid pria yang tiba dengan selamat juga.


Sampai dibatas kota, Ling Ni baru sadar kalau sedang dihimpit iblis-iblis bermuka seram.


Ingin rasanya berteriak kencang dan kabur. Tapi tidak bisa dikarenakan tangan saling berpegangan dengan muka iblis, begitu juga sedang terkepung antara iblis.


"Mana Guru, Feng Ni dan lainnya?" keluh batin ketakutan setengah mati.


"So Po Ta, muridmu ada yang sadar dengan wujud kalian sekarang." naga emas memanggil, sebelum terbongkar samaran mereka semua.


Begitu juga 3 murid pria yang saling menghunuskan senjata lihat iblis.


"Turunkan senjata kalian!" hardik tegasSo Po Ta.


Suara yang amat dikenal, tapi tidak dengan wujud iblis yang ingin diberantas.


Sebelum semua kacau, So Po Ta cepat jelaskan secara singkat apa yang terlihat.


"Sekarang sudah paham kan?" So Po Ta tegaskan.


"Tapi... Aku tidak mau wajah jelek ini, Guru," rengek manja Ling Ni.


"Maka dari itu, kita harus cepat basmi iblis sampai ke sarangnya." So Po Ta juga menyihir suara mereka semua mirip iblis.


Untuk membedakan mereka dan iblis sungguhan, So Po Ta mengajari isyarat kode.


"Ingat. Kode ini hanya kita yang tau.Jika tidak ada yang tau balasan kode, berarti iblis sesungguhnya." So Po Ta nginggatkan kewaspadaan.


"Baik Guru," dan berpencar sesuai tim yang sudah dibagi.


Mereka berpencar 3 arah untuk cari informasi terkait.


So Po Ta dan Ling Ni memasuki jalur kanan, jauh dari pusat keramaian.


Fun Cin dan Da Min ke jalur kiri yang diperkirakan markas pasukan iblis.

__ADS_1


Feng Ni dan Bapao lurus jalan diantara keramaian kaum iblis yang bersosialisasi dan interaksi layaknya manusia.


**


__ADS_2