
Andai saja Feng Ni tahu bahwa naga emas bukan berniat untuk mengolok dirinya, tapi membantu melapisi kolam tanah kerukunannya dengan sisik naga, mungkin kegigihan latihan tidak akan tercipta.
"Ayo cepat isi penuh kolam ini. Biar gak usah bertapa dalam laut!" ujar sinis naga emas berjalan keliling dalam dasar kolam.
"Baik," jawab lugas Feng Ni pergi mengambil air.
Sekuat apapun itu Feng Ni mengisi kolam kerukunannya, tetap mustahil akan terisi setengah kolam tanpa bantuan alat.
Mentari semakin terik, tetesan air yang masukkan dalam kolam kembali menghilangkan dalam teriknya.
Sia-sia usaha kerja kerasnya berpuluh-puluh jam.
Saat memandang teriknya matahari, Feng Ni lupa jika ia juga harus berlatih tingkatkan ilmu tenaga dalamnya.
"Apa saya boleh gabungkan tenaga dalam dalam tugas ini?" tanyanya bermonolog, tangan di angkat tinggi menutupi cahaya matahari yang menyilaukan penglihatan.
Dalam dasar kolam, naga emas mengeliat usai melapisi kerukan tanah dengan sisik naga transparan.
"Hasilnya dia bisa berpikir," ujar naga emas mendengar ucapan Feng Ni jauh berneter darinya.
Tetapi akankah Feng Ni akan melakukan tindakan pengabungan tenaga dalamnya dengan tugas sekarang?
Antara kebimbangan dan keputusan, Feng Ni pun mencoba lakukan perpaduan keduanya.
Ia kumpulkan tenaga dalam pada titik telapak tangan, lalu menciptakan gelombang magnetik mengumpulkan magnet-magnet yang terdapat pada air.
Usaha terlihat seperti mudah tapi tidak sesuai ekspektasi.
Gelombang magnetik ciptaan Feng Ni ternyata tidak dapat menarik gelombang molekul pada air.
"Apa yang salah, ya?" gumamnya menggaruk kepala bingung.
"Mana airnya?" tanya dingin naga emas dengan suara tinggi dari dalam kolam.
"Iya, saya datang," jawab Feng Ni kembali ketitik semula menampung air dengan telapak tangan.
Seperti hari-hari sebelumnya,air yang tertampung hanya berupa tetesan tak seberapa jumlah.
"Kim Long, boleh saya tanya?" tanya was was Feng Ni, melihat naga emas berbaring istirahat.
"Mmmm...." dehem si naga dengan mata tertutup.
"Bagaimana cara ciptakan gelembung magnetik untuk menarik partikel molekul pada air?"
"Maksudnya?" balik bertanya, naga emas pura-pura tidak mengerti.
"Saya ingin meningkatkan kemampuan tenaga dalam saya dalam mengambil air," jelasnya lebih terperinci.
"Latihan terus. Pusatkan pada tujuan!" jawab singkat padat naga sambil menggoyang ekor.
__ADS_1
"Baik." Feng Ni paham pada ucapan sang naga.
Dia kembali memusatkan konsentrasi pada kekuatan yang keluar.
Meski harus gagal 10,20,30 kali Feng Ni terus mencoba dan mencoba.
Hari ini terasa cukup latihan tenaga dalam, dia pun melanjutkan latihan fisik.
Tahap ini Feng Ni harus mampu berdiri terbaik dengan kepala.
Selain itu dia harus melakukan beberapa gerakan penuh konsentrasi dalam kelembutan gerakan seni bela diri.
Hari bergulir melaju kembali setiap hari, hingga tunas-tunas pada pohon mulai tumbuh berkembang. Begitu juga pada masa musim semi ini semua kehidupan berjalan dengan semestinya. Ada yang melakukan perkembangan biakan untuk lanjutkan generasi baru sebelum tibanya musim dingin baru kembali.
1 bulan lebih Feng Ni berlatih 3 kali lebih keras. Hasil usaha latihan akhirnya membuahkan hasil yang manis.
Keinginan untuk memindahkan air dalam gelombang magnet tenaga dalamnya sekarang telah berhasil diisi sejumlah air.
"Ya, akhirnya dia berhasil juga," gumam naga emas menyingkir dari guyuran air yang akan segera mengisi kolam.
***
Istana
Keadaan istana kian tidak membaik. Banyak pemberontak yang terjadi.
Koruptor kian merajalela tidak takut dengan peraturan hukum yang ada.
"Mengapa semua sekarang harus pakai uang?" keluh rakyat pedagang kecil harus bayar pajak pendapatan daerah, negara, keamanan serta preman.
"Iya. Sekarang bisa makan 2 kali sehari sudah termasuk beruntung," jawab keluhan wanita tua membeli 1 ikat sayur sawi seharga 10 keping uang emas.
Ya, sayur yang seharusnya bisa terjangkau dengan harga 1 keping uang emas, harus dibayar 10 kali lipat dari beredar peraturan baru.
Hanya rakyat kaum menengah ke bawah yang menderita dan serba kekurang dalam segala hal.
Kebutuhan ekonomi saja tidak mereka risaukan juga saat pekerjaan mereka tetap ada dan berjalan lancar.
Tetapi beberapa sektor pekerjaan, mereka harus berhadapan dengan preman dan pejabat yang menyiksa mereka.
Akankah keadaan ini segera terselesaikan? Atau semakin buruk saja kedepannya?
***
Seiring waktu berlalu, kemampuan Feng Ni dan keempat saudara seperguruan semakin ditempah masak, dan akan segera bisa diuji coba kemampuan baru mereka, secepatnya.
Musim semi beralih menjadi musim panas yang menggigit kulit sekujur tubuh.
Tapa brata Feng Ni di dasar kolam buatan segera dimulai.
__ADS_1
"Kim Long, boleh saya temui guru dan lainnya?" tanyanya sopan, merindukan orang-orang yang cukup lama tidak bertemu.
"Tidak. Tapi aku bisa bantu kamu perlihatkan keadaan mereka semua," jawab sang naga tidak tega pada pendekar terpilih untuknya.
Biar tidak bisa bertatap muka dan berbicara langsung, Feng Ni cukup senang dan bersyukur.
Naga emas berukuran kecil merubah wujudnya menjadi naga raksasa besar bertanduk dan bersayap agar bisa membuat cermin cahaya penghubung 3 dunia.
Cermin cahaya berukuran besar terpampang transparan di atas samudera tenang.
Bayangan orang yang ingin dilihat Feng Ni mulai muncul,mengabarkan keadaan mereka saat itu juga.
"Ibu, Ayah..." ucap Feng Ni dengan kesedihan terpendam.
Ibunya yang memang sudah membaik, terlihat banyak duduk melamun. Urusan keibu negara itu diserahkan pada selir istana barat.
Sedangkan sang ayah kewalahan menangani konspirasi dan koruptor yang merajalela besar-besaran diseluruh daerah wilayah kerajaan.
Naga emas mengulir bayangan dan kejadian di tempat lain yang ingin Feng Ni lihat juga.
Bayangan akan tempat pelatihan saudara seperguruan jauh lebih tenang aman seperti biasanya.
Masih sempat terukir guratan garis tipis di ujung bibirnya yang mengatup.
Rasa kesedihan terobati dengan keadaan saudara lainnya gigih berlatih. Begitu juga juga keadaan guru yang tampak baik-baik saja.
Sringg.....
Cermin cahaya menghilang terkibas kepakan sayap Kim Long yang menyudahi reuni telepati itu.
"Sekarang cukup fokus dengan latihan dan tujuan kamu ke sini," ucap tegas Kim Long sebelum kembali jadi naga emas kecil.
"Baik"
***
Feng Ni meningkatkan kegigihan dalam berlatih untuk segera menyelesaikan semua permasalahan yang ada.
Walaupun dia seorang wanita, akan tetapi dia juga memiliki kewajiban yang sama dalam membela negara.
Malam hari itu juga ia mulai melakukan pertapaan dalam kolam buatannya sendiri yang sudah terisi air setengah kolam.
Energi awal memang harus dapat menyesuaikan dengan sekitar sebelum kesinambungan terjalin erat.
Blurrpppppp.... Blurrpppppp.....
Masih sesekali dia tidak dapat mengontrol pikiran yang penuh beban tanggung jawab, hingga membuat dirinya mengambil nafas dari hidung saat ada di bawah air.
"Konsentrasi," ucap telepati naga emas rebahan ngapung dasar air, mengawasi pendekar terpilih.
__ADS_1
Feng Ni sadar jika konsentrasinya amat terganggu tidak terkendali. Dan dari itu, dia harus mengulang dari awal pertapaan.