Dragon Warrior

Dragon Warrior
Kisah Leluhur Naga


__ADS_3

Malam semakin gelap pekat tertutup awan berkabut hitam. Rembulan pun terhalang bersinar terang menampikkan kemolekan rupanya.


Gludukkk.... Gludukkk.....


Gemuruh sesekali menggelegar, menabuh genderang peringatan pertanda dewa hujan akan menambah kedinginan malam dan intensitas air setelah musim panas tiba cukup lama.


Gludukkk.... Gludukkk .....Jderr....!!


Sekarang tidak hanya gemuruh, dewa petir juga ikut memukul palu dewanya, memanggil dewa hujan segera laksanakan perintah dari dewa tertinggi.


Rangkaian aturan langit sudah dijalankan, hanya tinggal membuka gulungan isi mandat kapan dan seberapa besar intensitas curahan hujan yang akan turun.


Dewi angin yang sudah membuka kantung angin juga mengawal hujan malam itu akan turun.


"Intensitas curah air level 1, hanya dalam waktu sekali tiupan pelan," ucap dewa hujan membaca isi gulungan mandat dewa tertinggi.


"Siap," jawab Dewi angin yang akan bantu menabur debit curahan air.


Jderrr ...Jderrr....


Wuzzz.....


Petir dan angin kencang bertiup beriring, disertai bibit air hujan yang telah pada posisi untuk membasahi bumi.


"Hei kalian!!" teriak naga emas mengarah pada langit gelap gulita. "Kalau turunkan air yang banyak. Aku sudah lama tidak kalian mandikan!"


Jderrr.....Wuzzz... Trikkkk.......


3 dewa menjawab dengan simbol mereka pegang.


"Ribut kali naga kecil itu. Mentang-mentang sudah naik level, sekarang bisa suka-suka perintah kita," ujar dewa gemuruh pada 3 dewa dewi.


"Sudahlah. Biar saja dia senang ,asal keluarganya tidak buat banjir," jawab dewi angin.


Ratus ribuan tahun silam leluhur naga emas ada yang membuat keributan karena tidak berhasil jadi salah satu makhluk spiritual saat diadakan sayembara antara beberapa hewan yang masuk nominasi lainnya.


Dan akibat kemarahan, naga itu mengobrak abrik dasar laut yang berakibat banjir, merusak kehidupan di bumi.


Kehidupan di bumi sempat kacau balau tertutupi luapan air yang tidak henti menyapu rata semua yang mulai tercipta oleh dewi pelindung.


"Yang Mulia, mohon beri naga itu suatu kedudukan agar ciptaanku tidak tergerus air," pinta memohon dewi pelindung.

__ADS_1


"Tidak bisa Dewi! Dia seharusnya tobat instrospeksi diri dan dapat hukuman!" jawab dewa perang.


"Alangkah baiknya jika beberapa tujuan bisa diselesaikan dalam 1 cara," ucap lembut dewi tertinggi sebagai ratu.


Wajah dewa tertinggi tampak memikirkan semua yang keluar dari mulut para dewa antara pro dan kontra.


"Apa saran Ratu?" tanya dewa tertinggi pada dewi tertinggi duduk di kursi singgahsana sebelahnya.


"Seperti yang disarankan dewi pelindung, maka tidak salah memberinya 1 kedudukan sekaligus hukuman untuk memperbaiki" jawab lembut santai dewi tertinggi.


Dalam rapat sidang dewa dewi, dewa tertinggi menggambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama.


"Baik. Saya akan jadikan dia sebagai dewa naga laut timur. Tugas pertama yang harus ia kerjakan adalah mengambil kembali banjir yang melanda rusak kehidupan lain. Dan harus membantu dewi pelindung memperbaiki yang telah rusak," ucap titah dewa tertinggi yang dicatat penulis kerajaan surga, sebelum dibacakan untuk naga.


Semua setuju dengan keputusan tersebut. Selain di samudera lepas tak berujung yang belum dipimpin oleh seorang dewa dewi surga,ini kesempatan bagi kaum naga tidak duduk berpangku tangan dalam menjaga keseimbangan alam bumi yang tercipta.


Gulungan isi titah yang sudah diberi stempel oleh dewa tertinggi itu diletakkan pada nampan. Lalu dibawa sang dewa utusan pengantar pesan ketempat naga itu mengobrak abrik samudera dengan kibasan ekor.


Lihat utusan langit memanggil dirinya,dia berhenti sejenak mengibaskan ekornya yang panjang.


"Naga, dengarkan titah dari Dewa langit!" ucap tegas dengan suara lantang penuh wibawa sang dewa pengantar pesan.


Naga berhenti bergerak merusuh air samudera yang masih bergejolak. Dan diteruskan dewa pengantar pesan yang membuka gulungan berisi tihta jabatan untuk penerima pesan.


"Baik," jawab naga merubah wujudnya menjadi setengah manusia berkepala naga.


Jabatan yang diterima olehnya beserta atribut kepemimpinan langsung dipakai.


Saat itu juga dia menjadi raja naga pertama di samudera tak berujung, membenahi kerusakan yang telah ia akibatkan.


***


Mengingat kejadian asal mula keluarga naga emas, dewa dewi yang bertugas malam itu mau tidak mau menambahkan sedikit intensitas curah hujan khusus di tempat naga emas berada (sekarang lebih dikenal sebagai hujan lokal).


"Terima kasih," ucap naga emas merasa lebih baikkan.


Kolam buatan Feng Ni pun jadi terisi penuh curahan air hujan, tanpa perlu repot setiap hari mengisi kolam.


Usai tugas mereka menurunkan hujan, 4 dewa dewi itu merasa kasihan dengan takdir anak manusia yang selalu harus dapat penjaga seekor naga yang konon punya kesombongan dan gemar dipuja-puji setinggi gunung Semeru.


Tapi mereka juga tidak boleh menyelip bantu yang diluar tugas mereka.

__ADS_1


***


1 bulan berlalu terasa cepat. Kemampuan Feng Ni sudah hampir menyeimbangi kemampuan guru manusianya, yaitu So Po Ta.


Dengan meningkatnya segala kemampuan yang dimiliki, maka wujud yang bakal diterima naga emas juga semakin sempurna.


Ujung tanduk di kepalanya mulai bercabang kecil, menumbuhkan tunas cabang di tanduk. Yang berarti naga emas sudah setara dengan senior naga-nya yang dulu kala pernah tampil pamor.


"Hehehehe.... Sebentar lagi aku akan disanjung dan dihormati," seringai tawa angkuh naga emas,bersalto terbang.


Sore hari itu, Feng Ni keluar setelah pertapaan panjang beberapa minggu tidak keluar cari oksigen.


Hanya pakaian basah, tapi keadaan dia terlihat normal seperti sediakala.


"Kim Long dimana?" tanyanya celingukan kiri kanan depan belakang kolam buatan.


"Kamu cari aku ya?" balik tanya naga emas, setengah jiwa naga sudah menyatu dengan Feng Ni.


Feng Ni ngangguk tapi tidak temukan asal suara.


"Coba lihat jari kaki dan tanganmu," ucap jiwa naga emas .


Feng Ni melihat jari kaki dan tangan yang tampak biasa. Tetapi begitu ia merenggangkan jari-jarinya, buku-buku antara jari menyatu bagai ditambal selaput.


"Tanganku. Kakiku!" Feng Ni heran mengapa terjadi.


Apakah dia berubah menjadi siluman?Ahh.... Tidak mungkin terjadi, karena penjaganya seorang makhluk suci yang dipuja.


Lalu apakah merupakan bentuk avatar perubahan karena berminggu-minggu berendam dalam air?


Begitu banyak pertanyaan timbul dalam benak Feng Ni.


Semua dijelaskan secara terurai oleh naga emas yang muncul dari samudera lepas di depannya.


***


Mulai saat ini, kamu memiliki setengah bagian jiwaku. Yang berarti, kamu memiliki setengah kekuatan yang ku miliki," jelas naga emas menandai sebuah simbol air berpadu angin pada kening Feng Ni.


Aaaaarrrggggghhhhhh........


Suara Feng Ni menggelegar kesakitan. Tubuhnya yang melayang di udara untuk menimbulkan simbol pemberian penjaga dirinya, membuat dia menjerit kesakitan teramat menyakitkan.

__ADS_1


Bukan sekedar simbolik saja yang diterima,kunci titik aliran Qi dalam darah di buka lalu diisi setetes darah naga berwarna biru langit.


__ADS_2