Dragon Warrior

Dragon Warrior
Bab 87. Hancurnya kerajaan Semanggi


__ADS_3

3 alam berguncang dahsyat, terutama alam manusia yang telah banyak telan korban jiwa. Di alam neraka sendiri, hantu-hantu pada berteriak kesakitan dan coba kabur dari kolam siksaan. Begitu juga alam dewa yang mengalami kesukaran menahan pilar-pilar penyangga.


"Semoga semua lekas membaik," ucap raja langit hanya bisa berdoa terbaik untuk semua 3 alam dalam naungannya.


Dikira-kira sudah lebih 3 hari pertarungan di alam atau dimensi lainnya, masih keadaan yang sama sedang dialami 3 alam dalam suasana kacau.


"Lebih baik kita terus berdoa. Memohon Tuhan untuk tenangkan bumi kita," ucap seorang bhiksu tidak dapat menjelaskan secara spesifik atas penglihatan mata batin.


"Baik, Guru," ucap murid-murid bhiksu belahan Asia lainnya.


Guna menambah kekuatan panjatan doa, bhiksu agung mengirim berita akan penglihatan mata batinnya pada bhiksu negeri lain dibelahan bumi lain juga secara telepati atau mengirim surat melalui merpati pos.


Begitu berita diterima bhiksu, pendeta, ulama atau ahli ramal perbintangan(nujum), mereka segera melakukan ritual dan doa menurut kepercayaan peradaban masing-masing.


Tiap 1 doa merupakan harapan,dan kelipatan dari doa tersebut merupakan kekuatan yang menambah kemampuan San Wu Fa.


Doa yang tak terhitung jumlahnya, menembus alam neraka dan juga surga. Berkat doa tulus dari umat manusia, 2 alam jadi lebih baik dan terkendali.


Baik dewa dewi yang jadi perantara antara manusia dengan Tuhannya, mereka butuh kepercayaan yang merupakan sumber kekuatan lainnya dikala kekuatan utama tidak berfungsi baik.


"Sekarang sebagian dari kita bisa bantu mereka," ucap dewa perang.


"Baik."


Dewa perang mengirim beberapa prajurit untuk turun bantu umat manusia.


Memang keadaan bumi jauh lebih parah dibanding 2 alam lain.


Segenap tenaga, prajurit langit membantu para dewa bumi menahan beberapa gunung berapi yang bergejolak, dan air samudera yang tampak mengamuk.


"Jika begini terus, kekuatan kita tidak bakal bertahan lama," ucap dewa bumi penjaga gunung berapi ujung timur.


"Kita hanya bisa berharap San Wu Fa segera kembali atasi gejolak ini," sahut prajurit langit yang nahan benteng kekuatan.


Jika ada ratusan kekuatan dewa tingkat tinggi, belum tentu juga dapat mengatasi guncangan yang maha dahsyat tersebut.


Duarr.....


Salah satu gunung berapi di dasar laut Pasifik meletus, menyebabkan arus gelombang air meningkat 10 kali lipat, dalam sekejap menyapu manusia yang ada sekitaran laut tersebut.


Magma yang keluar dari letusan juga merupakan racun ganas yang dapat membinasakan biota laut dengan sekejap mata.


Raja naga laut timur pun segera mengungsikan rakyatnya yang tersisa ke dalam beberapa cangkang kerang raksasa, sebelum terbinasakan seluruhnya.


Cangkang raksasa tertutup rapat dalam guncangan besar dan terombang ambing terbawa arus besar.


Arrrgggggg.....

__ADS_1


Rakyat laut yang bersembunyi dalam cangkang pada menjerit bukan karena takut, tetapi guncangan yang buat mereka harus berdesakan dan jungkir balik hingga terantuk pada cangkang yang keras.


Dimensi yang luar jangkauan otoritas raja langit,San Wu Fa telah buat raja neraka tampak babak belur, sekujur tubuh berlumur darah kehitaman nan bau busuk.


Kyaa.....


Pekikan suara ultrasonik San Wu Fa melukai lebih dalam luka pada sekujur tubuh raja iblis.


Nektar bola mata San Wu Fa begitu merah berkorbar api kemarahan yang paling besar, ujung sayap dan tepian yang berlapis bulu emas runcing tajam juga siap menghancurkan raja iblis.


Ekornya yang bersisik tajam dan panjang terus mengejar kemana raja iblis ingin melarikan diri dari pertarungan.


Doa yang dipanjatkan umat manusia terputus-putus, menandakan kondisi yang tidak baik atau hilang sebagian kepercayaan manusia pada langit dan hukum alam semesta.


Bola mata San Wu Fa tidak hanya ada kobaran api, tapi ada genangan air yang mengalir pelan pada setiap ujung kelopak mata.


Kyaaaa......


Pekiknya lebih tinggi dan panjang, sontak jubah perang yang tebal dikenakan raja iblis tercabik lepas dari tubuh itu.


Aarrggghhh....


Jerit raja iblis merasakan sakit 3 kali lipat dari sebelumnya.


"Jika aku mati hari ini, maka akan ada penerusku yang muncul dikemudian hari untuk bangkitkan kembali kejayaan kami," raja iblis memberi kutukan terakhir hayat.


Kobaran api bola mata membakar raja iblis yang tersekap dalam sayap.


Burrr.....


Api membakar hangus tubuh raja iblis biarpun terus meronta.


Tubuh San Wu Fa juga mengeluarkan api, untuk percepat eksekusi perbuatan iblis congkak serakah.


Bau hangus tubuh iblis belum menandakan raja iblis itu sudah terbinasa. Masih perlu beberapa waktu untuk menghancurkan segala sisa kemungkinan untuk ciptakan iblis baru lainnya.


Beberapa hari kemudian....


3 dunia sudah tenang dari guncangan dahsyat, dan meninggalkan banyak puing serta mayat manusia berserakan.


Untuk mengunci jiwa benih iblis yang tersisa, tombak trisula ditancapkan untuk mengunci jiwa yang bisa berkembang di dimensi itu.


San Wu Fa harus kembali ke alam manusia, membenahi kembali kekacauan yang telah ditimbulkan.


Sesampainya di alam manusia, kehidupan manusia itu sendiri banyak terkocar kacir.


"Hamba dewa bumi selatan menggadap San Wu Fa." dewa bumi selatan datang memberi laporan.

__ADS_1


Bukan 1 dewa saja yang muncul melapor situasi, tapi ratusan dewa penjaga bumi pada berkumpul melapor untuk minta bantuan.


Biarpun dalam wujud naga setengah manusia, San Wu Fa bisa paham maksud keinginan dari para penjaga bumi seluruh penjuru dunia.


Goarr....


Aumnya, minta para penjaga bumi kembali ke asal mereka masing-masing, dan tunggu apa yang dapat mereka lakukan selanjutnya.


San Wu Fa terbang melesit tembus 3 alam sekali putaran.


Bumi yang sudah susah kembali seperti semula, hanya bisa diberikan sebuah kehidupan baru yang jauh lebih tenang dan damai.


Terasa setimpal untuk umur bumi yang jutaan abad perlu renovasi.


"Terima kasih San Wu Fa," ucap para penjaga bumi seluruh penjuru, bersujud hormat telah diberikan kehidupan baru untuk manusia yang tersisa pada sejumlah kelompok.


San Fu Wa kembali terbang menembus awan cerah dan matahari yang bersinar semangat.


Tidak lama kemudian, So Po Ta beserta 3 muridnya telah keluar dari alam iblis dalam tubuh penuh luka parah.


Permata biru bentuk prisma sebagai kunci pembuka gerbang kegelapan, dihancurkan So Po Ta dengan kekuatan tersisa.


"Guru, sekarang lebih baik kita cari Bang Fun Cin dan Feng Ni," ucap Da Min, memapah Ling Ni yang pincang.


"Baiklah. Mereka juga butuh bantuan kita." So Po Ta berjalan dipapah Bapao yang juga terluka berlumur darah tangan kanannya.


Mereka melihat banyak batu nisan tidak bernama tersusun rapi sepanjang mereka jalan.


"Guru, ini??" tanya Ling Ni penasaran juga takut.


"Sebaiknya kita masuk kota dulu," usul So Po Ta juga tidak bisa jawab.


Saat mereka menginjak kota Semangi, kerajaan yang megah tersebut sudah hanya tinggal reruntuhan bangunan.


So Po Ta semakin tidak bisa menjawab setiap lontaran pertanyaan murid-muridnya.


Makin dilihat, makin sedih piluh menyayat hati mereka.


"Guru. Mungkinkah Abang dan Feng Ni telah...." Da Min tidak sanggup mengatakan pikiran negatifnya.


So Po Ta menengadahkan muka ke langit cerah. Bagaimana dia bisa merasakan keberadaan 2 murid dalam situasi seperti ini, jika yang tersisa tangisan piluh banyak orang.


"Guru." Bapao memanggil gurunya yang melamun.


"Kita beristirahat dulu, dan obati luka kalian." So Po Ta juga harus memikirkan 3 muridnya yang tersisa.


**

__ADS_1


__ADS_2