
Kota iblis dipenuhi berbagai penjual kaki lima. Dari penjual alat perang sampai makanan juga ada. Namun tidak mengiur penciuman hidung Bapao.
"Feng Ni, kita cepat jalannya," usul Bapao jijik lihat makanan kaum iblis berupa darah, cacing, serangga dan tulang.
"Baik"
Antara kerumunan kaum iblis mereka cepat berjalan,lalu bertanya secara wajar pada anak-anak yang berlarian 1 arah.
"Kalian mau kemana?" Feng Ni menghentikan 1 anak iblis.
"Istana Raja," nunjuk lurus.
"Ada apa di sana?" lanjut tanya Bapao.
"Ada acara makan besar. Besar sekali," anak iblis membulat besar lingkaran tangan.
"Makan besar? Boleh kami ikut?" tanya Feng Ni.
"Tidak boleh. Ini khusus untuk anak-anak," menatap curiga. "Kalian ini siapa?" ngendus Feng Ni dan Bapao.
"Kami.... Kami iblis pendatang," sahut Feng Ni, mengedipkan mata ke Bapao.
"Dari mana?" juling interogasi.
"Dari negeri India." Feng Ni jawab tenang.
"Oh, tamu. Baiklah, kalian boleh ikut," lepas kecurigaan.
Huffff....
Feng Ni dan Bapao bernafas lega walau hanya diselidiki seorang iblis kecil.
Mereka ngikutin kemana anak-anak itu berlarian cepat.
Dari kejauhan tampak gunung tulang tengkorak menjulang tinggi. Aura negatif juga kian pekat.
"Feng Ni kita harus bagaimana?" tanya pelan Bapao, merasa tercekik setiap bergerak.
"Yang tenang saja," menepuk pundak Bapao.
Makin melangkah, langkah mereka juga semakin berat ibarat mengendong sebuah batu besar di punggung.
Berbeda dengan anak-anak yang terus berlari lincah menjadi jalan terjal.
"Hei kalian! Cepat sedikit naik, jika mau kebagian makanan," seru seringai anak iblis membawa mereka.
"Iya," sahut Feng Ni berjalan bungkuk tertatih-tatih.
"Kalian itu seperti iblis tua yang mau mati! Payah!! Hahaha...." tawa nyindir iblis kecil.
"Mereka yang bakal mati," sahut jengkel batin Bapao.
2 saudara terus berjalan walau kaki mereka terseok-seok nahan beban tak tampak mata.
__ADS_1
Cukup beban yang sedang dijalani 2 saudara tersebut,naga emas pun meminjamkan 1/4 kekuatannya.
"Kok lebih enteng," tanya batin Bapao mulai bisa tegakkan punggung.
"Terima kasih Kim Long," ucap batin Feng Ni, sadar siapa yang sudah membantu diam-diam.
"Cepat susul iblis itu. Dan tingkatkan kewaspadaan," sahut naga emas dalam kantong, harus menyembunyikan aura kekuatan besar.
2 saudara segera menyusul barisan anak-anak yang berlarian di atas susunan kepala manusia.
Rrrrgggg.....
Makin merinding bulu kuduk Bapao, harus nginjak kepala-kepala tengkorak yang dijadikan alas jalan.
"Ayo sebelum kehabisan jatah makan." Feng Ni narik, dan harus berbaur dengan sekitar.
"I-ya." Bapao gemetar berjalan nginjak kepala tengkorak bundar licin.
Sampai juga mereka di depan pintu masuk istana iblis, yang terbuat dari tulang kaki dan tangan manusia.
Bau amis juga mengisi dalam pintu yang terbuka.
Rasanya ingin memuntahkan isian perut yang terisi makanan manusia.
"Kalian siapa!" penjaga menghentikan mereka dengan tongkat berkepala manusia masih lengkap rambut dan gigi.
"Kami datang dari India, tujuan untuk bertemu raja kalian." Feng Ni terlihat normal sebagai iblis pendatang.
"Tunggu di sini," penjaga ngikat mereka dengan rumput berduri.
Ratu bidadari yang menyembunyikan kekuatan,merubah diri menjadi seekor kupu-kupu hitam berbintik-bintik polkadot setiap sayapnya.
"Bang,dari mana kupu-kupu ini muncul?" Da Min baru sadari ada kupu-kupu hinggap di atas kepala Fun Cin.
"Tidak tau. Mungkin penghuni alam ini," menangkap kupu-kupu lalu dibiarkan pergi.
"Coba lihat! Dia kembali," nunjuk kupu-kupu hampiri mereka kembali.
"Kupu-kupu, apa kamu tersesat atau merupakan binatang alam ini?" Fun Cin terus terang bertanya. "Jika tersesat dan tidak sengaja masuk ke alam ini. Maka terbang dan berputar kelilingi kami 7 kali.Dan apabila kamu utusan kaum iblis,maka terpaksa..."
"Mana bisa binatang ini ngerti, Bang," celetuk Da Min bergeleng kepala.
Sesaat kemudian kupu-kupu hitam bercorak polkadot terbang tinggi, berputar kelilingi mereka 7 kali sebelum hinggap di kepala Fun Cin.
"Ternyata dia paham," sahut Fun Cin tersenyum lucu.
Hehehehe....
Da Min hanya bisa ikut tertawa malu, garuk-garuk tengkuk dipenuhi bulu-bulu percis monyet.
Perjalanan mereka yang didampingi ratu bidadari terhenti pada jalan buntu.
"Kita harus bagaimana ini, Bang?" Da Min tidak lihat ada jalan belokan sisi kiri kanan mereka.
__ADS_1
Kupu-kupu terbang menunjukkan sebuah arah.
"Lihat! Mungkin kupu-kupu ini mau kasih tau sesuatu," dengan positif thinking Fun Cin, mereka ikuti kupu-kupu membawa mereka.
Mereka berputar balik, lalu ada celah kecil sebesar kepalan tangan yang hanya bisa dilalui serangga atau hewan pengerat saja, itulah jalan yang ditunjukkan kupu-kupu pada mereka.
"Masa kita lewati lubang ini! Mana kecil betul," keluh Da Min ngintip celah gelap.
Setiap keluhan dan saran mereka bisa dipahami ratu bidadari. Dengan kekuatan yang dimiliki, dia mengubah 2 murid So Po Ta menjadi tikus tanah untuk sementara waktu.
Cit....Cit ....
2 tikus kelabakan menyadari wujud manusia mereka jadi binatang pengerat.
Sesama binatang tentu mereka juga paham bahasa kupu-kupu yang menuntut mereka lewati lubang kecil tersebut.
Dari bintik polkadot sayap kupu-kupu, bisa dijadikan cahaya yang sedikit terangi lubang.
Sampai di persimpangan lubang, mereka ditemukan dengan gerombolan tikus dan juga kalelawar berbaris rapi.
"Ya ampun!! Sudah jadi tikus masih harus berhadapan dengan tikus dan kelelawar juga!!" Da Min terus ngeluh.
"Sabar. Jangan sampai kita ganggu acara mereka.Lebih baik kita hindari saja," sahut positif Fun Cin.
Apa yang dipikirkan Fun Cin meleset. Bukannya bisa lolos, mereka jadi terkepung dari segala arah.
"Nona kupu-kupu! Tolong selamatkan kami" tidak ada cara lain selain ngadu.
Kupu-kupu dengan banyak polkadot pada sayap bernegosiasi dengan binatang-binatang yang tempati lubang ini, mungkin diperkirakan sudah ratusan tahun atau lebih.
Hasil diskusi ternyata, mereka sedang menunggu raja baru untuk membawa mereka keluar dari alam iblis, yang sudah cukup banyak membuat mereka perang saudara sendiri.
Kupu-kupu pun beritahukan apa maksud tujuan kubu itu mengepung. Ternyata sejarah dan kutukan dari kaum mereka, akan menghadirkan raja baru yang mampu bawa mereka kembali ke alam sesungguhnya.
"Haaa..." Da Min tercengang.
Rela tidak rela, mau tidak mau salah 1 dari mereka harus memilih antara 2 kubu binatang yang hendak dipimpin.
"Kamu jadi raja tikus, dan dia kelelawar," kupu-kupu membagi mereka jadi 2 kubu binatang yang harus kompak.
Detik itu dan bimbingan ratu bidadari, 2 saudara memimpin kelompok masing-masing keluar dari lubang yang sudah membelenggu sekawanan pengerat tidak bisa bebas keluar masuk, karena takut terimbas aura kejahatan.
Barisan rapi memanjang ke belakang ngikuti raja baru mereka, yang tentu dipimpin kupu-kupu juga mulai perjalanan panjang penuh perjuangan yang akan memberikan kebebasan mutlak.
Indera pendengaran kelelawar yang peka terhadap suara, berhenti terbang antara tikus-tikus yang berjalan di bawah.
"Berhenti!" Fun Cin hentikan perjalanan kelompok.
"Kita hampir sampai di istana raja iblis, jadi berhati-hatilah. Jangan sampai terpengaruh tipu daya muslihat mereka," ujar kupu-kupu.
Da Min masih belum percaya dia dinobatkan sebagai raja kelelawar, juga bisa ngerti bahasa binatang, yang seumur hidup tidak disangka.
Seekor tikus gemuk atas perintah raja baru mereka, membuat lubang jauh lebih besar untuk permudah jalur mereka.
__ADS_1
Berbekal kuku yang cekung dan gigi yang tajam, tikus gemuk mengeruk bongkahan tanah terbalut susunan tulang tengkorak manusia yang merapat.
**