
Celah sebesar lubang jarum sudah lebih besar dan mudah untuk kelompok binatang meloloskan diri.
Pasukan tikus dan kelelawar keluar berhamburan dari lubang belakang tempat singgah sana raja iblis berada.
Sontak para pasukan iblis dan iblis-iblis kecil terkocar kacir membasmi binatang pengerat yang sudah menganggu acara mereka.
"Bunuh semua binatang pengacau itu!!" titah raja iblis dengan suara bergelegar.
Tikus dan kelelawar yang terbang dan berlarian antara kaum iblis banyak yang sudah jadi korban,tapi juga sudah selamatkan nyawa santapan makan acara pesta mereka.
Iblis samaran Feng Ni dan Bapao begitu lihat bahan makanan dalam acara merupakan balita yang dikurung dalam keranjang, segera cepat menyembunyikan ketempat aman.
"Hei !!! kalian ngapain !!" teriak raja iblis melihat curiga gerak gerik 2 kaumnya.
Bapao kaget, tanpa sengaja jatuhkan keranjang berisi balita yang terus menangis kencang.
Penuhlah sudah suara ribut dalam ruang itu, dengan suara tangisan dan iblis yang mengejar binatang pengerat.
"Kami mau letakkan di tempat aman." Feng Ni nunjuk arah samping terhindar keributan.
"Ya. Cepat kalian pindahkan santapan kita." raja iblis percaya.
Keranjang isi balita semua itu dipindahkan ke tempat aman, lalu berkat ilmu naga emas yang menciptakan duplikat para balita, balita-balita asli bersembunyi dalam tubuh sang naga.
"Terima kasih Kim Long." Feng Ni berterima kasih banyak telah dibantu selamatkan banyak nyawa berharga.
"Cepat tuntaskan misi ini!" ketus naga emas, rasa begah perut diisi anak manusia dalam jumlah banyak.
Feng Ni tersenyum penuh semangat berkorbar membara.
Raja tikus dan kelelawar menyerang samaran saudara yang lain, yang sedang berurusan dengan banyak balita.
Citt.....Cittt......
Dengan cakar tajam,mereka mencakar iblis samaran.
"Hentikan ! Mereka saudara kalian," kupu-kupu berbintik polkadot, halangi serangan lanjutan.
"Saudara??" timbul tanda tanya besar, hampir lupa ada saudara dan guru yang nyamar jadi iblis.
Untuk memastikan adalah sekutu mereka, kode isyarat yang disarankan guru pun dilayangkan.
"Feng Ni, Bapao." Fun Cin yakin.
"Iya Bang. Ini kami. Lebih baik kita harus cepat berkumpul dengan guru," saran Feng Ni,4 orang sudah ada dalam istana raja iblis.
"Tidak bisa. Lebih baik kalian pancing keluar dari alam ini. Dan biarkan guru kalian selesaikan masalah di sini," usul kupu-kupu.
"Baik."
Untuk tetap memberantas ranting-ranting kejahatan menjalar dikemudian hari, raja kelelawar dan Bapao tetap ada di alam iblis sampai mereka membasmi tunas-tunas yang tersisa bersama guru dan saudari satunya lagi.
Feng Ni dan Fun Cin memancing raja iblis keluar dari alam itu.
Selain memancing naik ke alam manusia, kekuatan raja iblis juga akan berkurang beberapa level.
Sementara terus memancing raja iblis untuk bertarung, Kim Long segera mengembalikan balita yang bersembunyi dalam perutnya pada rumah kepala desa setempat.
Di gunung gersang perbatasan negeri Hantu dan negeri Matahari, Feng Ni dan Fun Cin mulai bertarung.
__ADS_1
"Ternyata kalian manusia-manusia licik!" cibir raja iblis.
Wujud manusia mereka kembali seutuhnya, begitu juga kekuatan mereka.
Hiattt......
Raja iblis tidak segan-segan menyerang sebelum persiapan lawan selesai.
Kupu-kupu pun ikut merubah wujud yang bisa dilihat secara real.
"Beraninya hanya main keroyokan," cibir raja iblis masih angkuh bisa melawan beberapa orang sekaligus.
Ratu bidadari tidak peduli apa yang diomongin iblis. Dia pun menyerang dengan segenap kemampuan.
Daun willow unggu memercikkan air suci dewa,guna lunturkan kekuatan raja iblis.
"Sial!!" maki raja iblis tidak dapat mengelak dari percikan air.
Fun Cin nyerang dari segala arah bergantian posisi dengan Feng Ni dengan jurus selaras.
Syutt....
Pedang tengkorak menebas punggung Fun Cin hingga jatuh terkapar ke tanah dan berlumpur darah yang jadi sumber kekuatan baru raja iblis.
"Abang!!" pekik Feng Ni terus serang dalam kegelutan.
Biar tidak ada hubungan darah antara mereka, tapi rasa persaudaraan yang terpupuk sekian tahun dan seperjuangan memberantas kejahatan, cukup bagi Feng Ni merasa sakit sewaktu kehilangan saudara kandung.
Arrrgggggg.....
Jerit Feng Ni menggelegar pecahkan kunci simpul kegelapan batinnya.
Rambut terkuncir rapi lepas dari ikatan. Mengembang terurai tertiup angin.
Berharap penjaganya tiba cepat ternyata terkabulkan alam semesta.
"Kita cepat masuk tubuh dia!!" ujar Kim Long menerobos masuk jiwa Feng Ni dan disusul ratu bidadari.
Sebelum menjadi iblis seutuhnya, mereka segera redam aura Yin dalam diri Feng Ni.
Daun willow dipercikkan, meredam emosi yang menggebu-gebu.
"Untung cepat. Jika tadi telat,kita pasti kehilangan orang ini." Kim Long kembali segel pintu kegelapn batin Feng Ni.
"Iya."
"Lebih baik kamu bantu aku dari dalam sini. Aku akan menyerang iblis busuk itu bersama dia," merencanakan strategi.
"Baiklah. Saya akan pantau energi negatif tidak bangkit lagi." ratu bidadari setuju usul temannya.
.
Wujud naga raksasa perkasa penuh wibawa keluar dari dalam diri Feng Ni.
Goarr....
Sekali auman,jiwa baik Feng Ni kembali dan bersiap basmi iblis dari muka bumi.
Perpaduan ilmu yang digabungkan mereka menciptakan sebuah jurus baru dan membangkitkan benda sakti lainnya.
__ADS_1
"Trisula Mahadewa," ujar Kim Long tidak sangka senjata yang konon ceritanya menghilang ditelan bumi, dapat muncul antara kumpulan energi.
Feng Ni tidak paham, yang ia bingung, mengapa bisa timbul benda diantara kumparan energi.
"Cepat ambil Trisula!!" hardik Kim Long menugaskan orang yang berjiwa dengan senjata maha sakti.
"Iya," melompat tinggi ambil Trisula.
Bukan hal mudah seperti pegang senjata biasanya.Energi Feng Ni seolah terhisap senjata yang dipegang.
Ada setruman- setruman kecil menyapa sekujur tubuh dia juga.
"Baca mantra seperti biasanya," ujar Kim Long membimbing cara pakai yang belum ia juga pernah praktekkan.
Feng Ni membaca mantra, tapi bukan lebih membaik keadaan, melainkan mengundang energi negatif memberontak keluar.
Ratu bidadari yang dalam diri Feng Ni juga tampak kaget dengan energi negatif yang bangkit dalam frekuensi lebih besar.
"Apa ini? Mengapa energi negatifnya kian membesar?" ratu bidadari kewalahan redam energi.
Sama persis keadaan Kim Long yang kewalahan lawan raja iblis yang tertarik dengan percikan kecil energi negatif.
"Minggir kau!!" bentak Kim Long, halangi raja iblis yang dekat dan tambah dekat saja.
"Kau yang minggir! Dasar cacing jelek, bau!" raja iblis maki kasar, menghunuskan pedang tengkorak.
Kim Long cepat menyelubungi Feng Ni dengan bola spritual sebelum raja iblis bisa ambil kuasa tubuh dan senjata sakti tersebut.
"Aku akan bunuh kau duluan, lalu rebut senjata itu!" ujar raja iblis nantang Kim Long.
"Mati pun, tidak akan ku biarkan kau ambil," berputar buat pusaran angin tornado.
Petarungan mereka jauh dari Feng Ni yang sedang menyatu padukan kekuatan yang terus berbentur.
"Feng Ni. Dengarkan saya," panggil ratu bidadari melalui jalan pikiran Feng Ni. "Konsentrasi pikiran. Kontrol semua energi negatif, bangkitkan energi positif untuk menghentikan kejahatan di muka bumi pertiwi." ratu bidadari membimbing sekuat tenaga, sambil meredam energi negatif yang hampir menghancurkan kunci baru.
Sulit bagi Feng Ni untuk meredam emosi dengan segala kejadian yang melibatkan orang-orang berharga dalam hidupnya.
Semakin memberontak untuk meredam emosi, energi negatif dirinya kian meledak.
"Saya harus mencoba terus," tekadnya gigih.
"Tenangkan pikiran, singkirkan semua beban. Menyelamatkan umat manusia ada di tanganmu." ratu bidadari menyemangati, sambil nahan ledakan energi negatif Feng Ni.
Rrrrgggg....
Teriaknya coba singkirkan semua kenangan yang sakiti hatinya.
Satu persatu bayangan kelam membangkitkan orang-orang di dalamnya, menyemangati Feng Ni sebagai pendekar terpilih setiap masa.
"Kakak, Abang......" dalam ingatan, tangan dipegang penuh pengharapan tinggi untuk nyawa umat manusia.
"Musnahkan kejahatan di muka bumi.Kami bangga punya saudara seperti kamu," ujar arwah putra mahkota, bersama pelukan saudara lainnya termasuk Fun Cin yang nepuk pundaknya beberapa kali untuk tegar kuat.
Hmmm.....
Angguknya paham akan maksud serta perhatian.
Bagai keajaiban, energi negatif dalam dirinya hancur lebur jadi buliran darah kotor.
__ADS_1
Ratu bidadari sangat terkesima, bahwa kesungguhan dan kasih sayang memiliki kekuatan yang besar setara kekuatan yang dimiliki rakyat pulau bidadari.
**