
Dari formasi bintang bersudut lima bagian, 5 duplikat iblis berkehendak untuk menghancurkan formasi tersebut.
Pedang tengkorak dilempar ke atas dan berputar membentuk sebuah gugusan jutaan anak panah, yang siap menghancurkan formasi penyerangan.
"Kalian tidak akan bisa membinasakan aku!" ujar raja iblis membesarkan diri seukuran raksasa.
Gugusan anak panah melesit membidik setiap posisi dewa yang juga menyerang.
Syutt.....Duarr....
Begitu terus bunyi hasil bentrok senjata kedua belah pihak.
1 duplikat raja iblis berhasil dihancurkan, disusul tidak lama 2 lagi. Bukan sampai di situ saja, pihak dewa juga telah banyak kehilangan prajurit tempur, yang berakibat formasi awal mereka tidak kuat.
"Ubah formasi!!" ujar dewa perang memimpin pasukan.
Semua bergerak cepat mengubah formasi jadi bentuk bulan sabit, dari jumlah prajurit yang tersisa.
Entah berapa lama mereka sanggup menahan raja iblis tidak mengacaukan pengabungan itu.
Pertarungan sampai tersisa 4 dewa tingkat tinggi dan meninggalkan raja iblis asli,sudah banyak membunuh jumlah dewa yang awalnya banyak.
"Kita harus terus bertarung ." dewa perang menyemangati teman-temannya.
Hmm.... Angguk mereka tidak peduli dengan luka yang menggores tubuh mereka.
Semangat yang tersisa untuk melindungi alam semestalah senjata terakhir 4 dewa tersisa untuk bertahan dan bertarung.
Hiaattt.....
Bola energi yang terkumpul dari 4 dewa menangkis serangan energi hitam, dan hanya cukup untuk menangkis.
"Kerahkan semua tenaga!!" seru dewa perang nambah kekuatan.
Hiaaaa........
3 dewa menyusul kerahkan sisa tenaga energi murni dalam tubuh mereka.
Duarrr.....
Raja iblis dapat menepis bola energi serangan para dewa dengan hempasan pedang tengkoraknya.
"Serangan kita meleset," ujar dewa halilintar.
"Iya. Sepertinya dia lawan tangguh," menyadari tinggal 4 orang dewa tinggi yang bertahan penuh luka.
Kyyaaaa.....
Pekik melengking menyakiti telinga para dewa dan raja iblis.
Asal suara ultrasonik itu berasal dari Feng Ni yang berdiri dari silanya, dengan api berkobar menyelubungi dia.
"Dewa perang lihat!" dewa kecapi menunjuk ke bawah tempat tadi Feng Ni lakukan pengabungan.
Terukir senyum walau terluka dan sakit telinga mereka.
Raja iblis masih tampak menusuk-nusuk telinga dengan kelingkingnya. Dan belum melihat perubahan wujud baru 3 pengabungan.
"San Wu Fa??" kaget terkagum 4 dewa lihat wujud baru.
__ADS_1
San Wu Fa merupakan atasan dewa tertinggi lain, yang juga sebagai pelindung ajaran agama dalam bentuk naga setengah manusia.
Kemunculan San Wu Fa terakhir kali saat isi bumi tercipta, dimana beliau dijadikan pilar penopang.
Kyaaaa.....
Pekik San Wu Fa terbang tinggi menghancurkan pelindung yang dibuat ratu bidadari sebelum pertarungan.
San Wu Fa terus terbang melesit tinggi menembus langit lapisan pertama sampai lapisan ke-7. Lalu kembali menungkik dengan kecepatan penuh menembus neraka tingkat dasar sampai ke-7.
Raja neraka dan raja langit harus segera memberi hormat dengan kemunculan San Wu Fa yang tidak terlihat bersahabat.
Pintu alam neraka tiap bagian yang diterobos masuk dan hancur, diserahkan pada penjaga untuk membereskan.
Pengawal kerbau dan kuda juga meningkatkan keamanan, guna tidak ada hantu yang coba larikan diri dalam keadaan yang kacau.
Begitu pula dengan keadaan langit tidak jauh beda. Hanya beda pada para penghuni langit yang bekerja gotong royong menambal langit berlubang.
Ketika raja langit dan raja neraka pergi ke alam manusia untuk memberi hormat, mereka melihat setengah bagian bumi sudah hampir musnah.
Mereka sadar harus berbuat apa untuk cegah kehancuran lebih besar.
Segera mereka bantu 4 dewa untuk taklukkan raja iblis.
"Segera menyerahlah!" ucap tegas raja neraka berwajah hitam dan seram.
"Dasar kalian kakek-kakek, apa nggak bosan ikut campur urusan orang, haaa!!" jawab lantang raja iblis.
Jujur saja detik-detik kemusnahan raja iblis semakin dekat. Ibarat bom waktu yang sudah dipencet tombol aktifnya.
Kyaaa.....
Bukannya letakkan senjata dan akui kejahatan, raja iblis malah menyerang para dewa.
Dalam sekejap keliling memutari bumi dan planet lain, San Wu Fa lihat iblis yang tidak mau bertobat.
Bola mata San Wu Fa yang merah dengan kobaran api ditengahnya, menyerang raja iblis yang hadapi lawan tidak seimbang.
Kyaaa .......
Wusszzzz......
San Wu Fa terbang gesit, dengan sayap yang membentang lebar dan ujung-ujungnya yang runcing,menyabet lengan raja iblis.
Di atas kepala San Wu Fa tertancap tombak Trisula yang diincar raja iblis, sedang melepaskan diri.
"Trisula itu!!" ujar raja neraka lihat kagum dan penuh kekaguman dan kehormatan bisa melihat kejadian yang fenomenal setelah jutaan kalpa berlalu.
"Kita harus segera membereskan mayat-mayat ini" saran raja langit dan dilakukan 4 dewa.
Jasad para prajurit dewa itu dikumpulkan dalam suatu wadah berbentuk pagoda 7 tingkat.
Baru sekejap para dewa berpaling, mereka tidak menemukan raja iblis dan San Wu Fa yang menghilang entah kemana.
"Coba lacak keberadaan San Wu Fa." raja neraka sarankan daripada terus saling bertanya.
Raja langit penjaga 3 alam semesta memakai mata batin, melacak keberadaan orang yang sedang mereka cari.
Cukup lama raja langit telusuri 3 alam di bawah kepemimpinannya.
__ADS_1
Dari 3 alam tersebut, tidak sama sekali ia temukan 2 petarung hebat.
"Bagaimana Raja?" tanya raja neraka.
"Tidak ada," bergeleng kepala dengan praduga lain.
"Apa yang sedang anda pikirkan?" raja neraka lihat raut penasaran raja langit.
"Apa mungkin ke dimensi luar kekuasaan saya?" jawabnya bergumam, mengeluarkan cermin cahaya.
Cermin cahaya yang terpampang tinggi dan lebar, sama sekali tidak dapat juga temukan arena petarungan.
"Mungkin butuh tenaga tambahan," celetuk raja neraka nambah tenaga spiritual untuk tambah kekuatan melacak.
Tenaga untuk pencarian telah ditambah, tapi tetap sama. Cermin cahaya tidak mampu menembus dimensi di luar jangkauan, dan juga terbenteng kekuatan yang amat besar.
Tenaga kedua raja beda alam tidak bisa lagi melacak keberadaan para petarung berada, dan mereka pun berinisiatif untuk kembali melanjutkan tugas mereka yang butuh stempel perintah.
Sebelum berpisah, dewa perang menyerahkan pagoda yang berisi jiwa para prajurit untuk menerima penentuan hukuman dan lanjutan.
"Sampai di sini kita bertemu," ucap pamit raja neraka.
"Iya. Kita akan segera tau hasil petarungan," sahut raja langit.
Kedua raja pun berpisah ke alam masing-masing.
Di alam iblis, So Po Ta dan 3 muridnya juga tengah bertarung sengit dengan kaum iblis yang terkuat.
Tak diduga kaum iblis yang masih anak-anak juga punya kejahatan besar, sampai-sampai Bapao kewalahan hadapi sekumpulan bocah-bocah.
"Maaf jika harus bunuh kalian juga," ucap Bapao menangkup tangan di dada,lalu serang kumpulan anak iblis dengan senjata tongkatnya.
Baghhh....Bughhh.....
Tak sungkan tongkat mukul anak-anak iblis dengan kuat, juga remukan tulang-tulang mereka.
"Makanya, jadi anak harus yang baik.Jangan jahat," ucap Bapao sesali sudah bunuh anak-anak biarpun dari kaum iblis.
Ling Ni juga berhadapan dengan wanita-wanita iblis yang berwujud tengkorak disertai belatung.
Setiap tulang lepas dari engsel wanita iblis, maka tulang itu akan menyatu kembali.
Ling Ni kehabisan akal untuk buat wanita-wanita iblis itu tidak bisa satukan tulang yang lepas.
Untung tidak jauh dari sang guru, Ling Ni dibimbing untuk melempar tulang yang lepas pada tikus dan kelelawar.
"Baik, Guru." Ling Ni paham dan dengan segenap kekuatan kembali menghantam tengkorak lepas dari persendian mereka.
Tikus dan kelelawar membawa potongan tulang ke kubah lahar panas mendidih. Karena mereka juga tidak ingin lagi biarkan kejahatan merajalela dan susahkan kelompok mereka.
Cittt...Cittt.....
Barisan tikus dan kelelawar begitu tersusun rapi dalam 4 barisan, untuk membuang tulang tengkorak.
"Dasar tikus sialan!" maki tengkorak kepala yang akan tamat riwayat cerita.
Bukannya tikus-tikus itu ibah, mereka justru makin kesal, sangking kesal tengkorak kepala itu mereka gelindingkan dan ditendang sampai gol masuk ke lahar panas.
**
__ADS_1