Dragon Warrior

Dragon Warrior
Bab 58. Kepompong


__ADS_3

Orang-orang tadi yang terbebas dari sihir tampak kebingungan dengan reaksi tawanan mereka meringis kesakitan.


"Jaga dia, jangan sampai kabur!" titah ketua kelompok penculik.


"Baik," memperketat ikatan tangan kaki serta mulut Feng Ni.


15 menit kemudian saat orang-orang itu sedang lengah,keanehan terjadi pada Feng Ni.


Tubuhnya mengalami metamorfosis tertutup serat-serat benang halus kasat mata. Dalam hitungan detik serat-serat itu telah menutup rapat-rapat seluruh tubuh Feng Ni menjadi seekor kepompong.


Ketika 2 orang berbalik memeriksa, terlihat kepompong tepat di tempat Feng Ni mereka letakkan.


"Hei!!. Tawanan hilang!" ujar salah seorang melambai tangan panggil temannya yang lain.


Orang yang ada di situ pada berbalik dan mendekati kepompong dengan sinar kelap kelip dari dalam bungkusan itu.


"Apa itu?" salah seorang mereka menunjuk sinar dalam kepompong.


"Iya. Apaan itu?" tambah seorang lagi, membawa pedang untuk menusuk kepompong.


"Jangan ! Nanti kalau terjadi sesuatu karena kau, kita semua bisa dimarahi ketua," orang ke-4 menghadang hunusan pedang.


Energi yang berkumpul dalam kepompong semakin besar, lalu menarik orang-orang yang memegang benda terbuat dari besi dan sejenisnya yang bisa ditarik kutub magnet.


"Benda apa ini!!" panik orang ke-7 tertarik pedang yang dipegang kuat.


Semua menolak lawan tarikan itu,tanpa sadar ada benda yang menempel pada mereka bisa ditarik energi dalam kepompong.


Kyyaaaa......


Teriak kencang mereka menempel pada permukaan serat terluar kepompong.


Kian memberontak, energi itu menghisap energi mereka. Tubuh mereka menyusut akibat semua energi Yin Yang mereka diserap serat-serat kepompong sutra.


Di tempat lain naga emas mendapat energi bertubrukan dengan dirinya, yang sudah dapat dipastikan karena pendekar bimbingannya sedang dalam ambang abnormal.


Dengan cepat dan tanpa pamitan pada temannya ratu bidadari, dia langsung melesat terbang ke asal aura energi bertubrukan itu.


Tubuhnya yang dalam bentuk naga emas kecil itu berubah wujud tidak konstanta, sesuai dengan energi yang terkirim.


"Kembali kacau tidak bisa mengontrol dia," gerutu keluh naga emas coba pada wujud naga kecilnya saat melesat gesit.


Sampai disebuah kediaman mewah, Kim Long merubah wujudnya jadi naga raksasa perkasa. Karena energi yang dilihat merupakan hasil energi negatif yang amat besar.


Untuk memulihkan pendekarnya, Kim Long juga harus mengeluarkan energi positif besar melebihi lepasan energi negatif.


Goarr.....


Aumannya mengeluarkan gelombang magnetudo menstabilkan energi Yin negatif yang menjadi hitam dan hanya mengundang kaum iblis.


Energi Yin negatif berhasil dilebur hambur auman Kim Long.


Lalu dia memeriksa ke dalam untuk periksa penyebab terjadinya malapetaka awal itu.


"Ternyata ini," melihat warna kepompong sutra jadi abu-abu kehitaman.


Dengan kuku tajam kakinya, dia menarik tubuh lisut 9 orang yang menempel tegang pada serat kepompong.


"Energi jahat kalian hanya merusak dia," menyingkirkan tubuh lisut tidak ada energi lagi.


Ibarat mayat hidup, ke-9 orang itu yang kurus kisut lisut kering terkapar di lantai melihat sosok naga raksasa.

__ADS_1


Mereka beranggapan sudah ada di alam lain, dan sedang berhadapan dengan makhluk penjaga alam itu.


"Silahkan bermimpi," ujar Kim Long tidak bisa temani mayat hidup itu untuk berhalusinasi.


Sementara Kim Long membuat celah keluar pendekarnya dari kepompong, ketua kelompok itu datang bersama 2 anggota lainnya untuk mencek keadaan tawanan.


"Ketua! Mereka mati!" pekik seorang anggota memeriksa teman-temannya terkapar tanpa ada nafas berderu dari lubang hidung, hanya mata melotot mulut menganga pipi pada kempot kering.


"Siapa yang melakukan ini, haa!!" bentaknya menggeram marah kehilangan banyak anggota. " Cepat kalian cari cewek tadi,dan bunuh dia atau siapapun yang mencurigakan!" hardiknya kehilangan tawanan berharga puluhan peti koin emas.


"Baik," jawab 2 orang anggota tersisa bergerak cepat untuk cari dalang dan tawanan hidup atau mati.


Untung saja Kim Long cepat bawa kepompong berisi Feng Ni keluar dari kediaman mewah tadi.


Sambil terbang membawa kepompong dengan cakaran kuku kakinya, dia mencari tempat yang aman untuk mengosongkan isi kepompong.


Tiba pada sebuah pedalaman hutan di gunung dekat negeri Semangi, Kim Long meletakkan kepompong itu.


"Bau busuk sekali kepompong ini," umpat Kim Long tercium aroma telur busuk.


Piuhhh.....


Kim Long eneg berasa ingin muntah. Seamis-amisnya bau ikan, lebih bau lagi kepompong yang ditempati Feng Ni.


Cepat dia merobek kepompong sebelum bau busuk itu melekat dengan sisik naganya.


Srettt.... Srettt....


Kepompong terbelah membuka lebar, menampakkan isi orang di dalamnya meringkuk terikat kaki tangan juga mulut.


Wuffff.....


Kim Long meniupkan udara positif pada Feng Ni yang pucat dipenuhi racun berbahaya.


Perlahan racun dalam tubuh Feng Ni keluar menetes dari pinggiran bibir.


Racun berwarna hitam bau amis yang menetes di atas rerumputan itu, menghanguskan rerumputan hijau dalam hitungan detik.


Ekor Kim Long yang melilit pinggang Feng Ni terus menggoyang biar racun bersih keluar dari tubuh.


"Lebih baik minta bantuan dia untuk nyamar sementara." Kim Long terpikir untuk minta bantuan temannya menyamar selama pendekarnya dalam fase pemulihan.


Dia berteleport meminta bantuan, dengan mengirimkan gambaran detail cara Feng Ni berpakaian dan bergerak.


"Kamu ini selalu kasih saya masalah sulit," keluh langsung ratu bidadari berteleport.


"Bukan begitu. Tapi kamu paling bisa membantu kami, teman," sahut Kim Long harus memuji.


Ratu bidadari memberitahukan akan kepergiannya pada pemilik rumah dan juga So Po Ta.


"Jika begitu, Nona berhati-hatilah," ucap pejabat Lim mengantar tamu yang beridentitas misterius.


"Terima kasih." ratu bidadari berjalan keluar cari tempat aman untuk menghilang.


Di ujung jalan sepi pelalu lalang,ratu bidadari merubah dirinya sesuai rincian gambar kiriman naga emas, lalu menghilang.


Sampai juga dia pada tempat tinggal Feng Ni yang heboh mencari keberadaan sang putri setelah beberapa jam dicari enggak ketemu.


"Putri!!" seru Kasim Kim bertemu orang yang dicari.


"Anda mencari saya?" tanya duplikat, kaku.

__ADS_1


"Iya Putri. Putri sudah dicari disemua tempat, tapi tidak ketemu."


"Tadi saya hanya berkeliling di sana," duplikat menunjuk mercusuar.


"Ngapain Tuan Putri kesaana .Di sana angker."


"Ohh... Baiklah."


"Lebih baik sekarang Putri ke ruang makan, Yang Mulia Raja dan Ratu sedang menunggu cemas," jelasnya.


"Baiklah," duplikat mengikuti Kasim Kim dari belakang.


"Silahkan Putri." Kasim Kim berhenti, mempersilakan yang seharusnya berjalan di depan.


"Baiklah," duplikat kebingungan harus kemana arah yang dituju.


Terpaksa ratu bidadari menggunakan telepati untuk lihat pemikiran Kasim Kim yang hendak membawanya.


Sampai di ruang makan istana mewah,di sana telah ada raja, ratu,selir dan 2 gadis kecil.


"Mereka keluarga Feng Ni," ucap batin ratu bidadari melihat lebih banyak konspirasi.


"Putriku." Raja Xiao Se Mang berdiri dari kursinya menyambut putrinya sudah ditemukan.


"Feng Ni," sambut ratu berlari memeluk.


"Hmpp...Kok nggak ilang selamanya," umpat pelan selir Xu, melirik sinis dengan ekor mata.


"Ternyata dia punya nyawa 9," gerutu pelan selir Qi, memanyunkan bibirnya yang gigit ujung sapu tangan.


"Mari duduk, Nak." ratu mendampingi duplikat untuk duduk di tempatnya.


"Iya," duplikat merasakan telapak tangan dingin ratu Semangi yang tidak hanya disebabkan penyakit, tapi juga faktor lain.


Semakin melihat dan berinteraksi langsung, ratu bidadari menyadari mengapa dia jadi pilihan tepat menyamar jadi orang yang masa pemulihan.


Sambil makan, dia menatap langsung bola mata orang yang ada di ruang makan.


Dari raja sampai 2 gadis kecil tidak luput untuk dirasakan aura yang terpancar. Karena mata adalah cerminan hati orang,dan mata sulit untuk berbohong jika diajak berkomunikasi.


Tatapan 2 gadis kecil ternyata mencengangkan ratu bidadari. Tidak disangka 2 gadis yang kecil itu menyimpan kelicikan dan kekejaman menyamai ibu mereka.


"Sayang punya wajah cantik tapi hati picik," umpat duplikat berhenti lihat obrolan matanya dengan 2 gadis.


"Ibu....Kak Feng Ni menghina saya," adu anak selir Qi pada ibunya.


"Yang Mulia, tolong tegakkan keadilan," rengek manja selir Qi dengan gerak genit.


"Sudahlah. Sesama kakak beradik itu merupakan salah satu interaksi mereka saja" sahut raja Xiao Se Mang makan tenang.


"Tapi itu tidak baik," tambah selir Xu tidak terima juga putrinya tersindir.


"Kita bahas setelah makan," hardik raja mulai risih.


Selir Xu dan selir Qi bergertakkan gigi marah tidak terima telah dipermalukan.


Usai makan selir Xu dan selir Qi kembali mengajukan protes sebelumnya.


Namun raja tidak menghiraukan penuturan kata selir- selirnya yang pasti sudah bersilat lidah.


Maka dari itu dia ingin sendiri mendengar apa yang keluar dari 2 putrinya yang lain.

__ADS_1


**


__ADS_2