
''Sudah... Abang tidak apa-apa. Jangan nangis ih. Kamu jelek kalau nangis!'' seloroh Rayyan hingga di hadiahi tepukan maut ala Cinta.
Plak.
Plak.
''Hahaha... ayo ih! Bangun dulu. Abang nggak bisa bangun ini ..'' keluh Rayyan karena Cinta memeluknya begitu erat hingga susah untuk bernafas.
Semua yang ada disana mematung melihat Rayyan dan Cinta. Terutama Papa Reza dan Mama Rani. Kedua mata paruh baya itu berkaca-kaca saat melihat kemiripan Cinta begitu mirip dengan Zahra.
Bahkan cara berbicaranya pun sangat mirip dengan Zahrani. Putri mereka yang sudah lebih dulu menghadap Allah SWT karena melahirkan dua buah hati nya.
''Zahra....''
Deg!
Cinta menoleh dan tersenyum. ''Mama? Papa? Kalian kesini juga??''
Deg!
Deg!
Semua yang ada disana terpaku melihat Cinta. ''Sayang? Kamu kenal dengan mertua Abang??'' selidik Rayyan pada Cinta.
Cinta terkekeh. ''Ya kenal atuh Abang! Mereka berdua ini orang tuaku! Orang yang telah menghadirkan ku ke dunia ini dua puluh tahun yang lalu! Eh, bukan! Dua puluh tiga tahun yang lalu bukan begitu Kak Rayyan??''
Deg!
Deg!
Deg!
Rayyan terpaku pada Cinta. Ia menatap terkejut pada Cinta. ''Zahraaaaa....'' bisik Rayyan dalam hati.
''Iya Kak. Ini aku! Aku kembali dalam wujud yang baru! Hemm.. ayo ih! kita kesana dulu. Nggak enak ini halangin jalan. Ayo Bang! Tanganmu terluka! Kalau Mama Vita tau putra nya terluka bisa habis aku dimarahi olehnya! Belum lagi Papa Kevin! Beliau selalu mendikte kalau aku harus selalu berada di dekat Abang sampai kapanpun! Emang dia pikir aku ini satpam Abang apa?! Yang harus jaga Abang dua puluh empat jam begitu?!'' sewot Cinta tiba-tiba.
Hingga mengalihkan atensi mereka semua dari Cinta. Keanu, Kenta dan Kenan masih terpaku pada wajah Zahra. Belum lagi Mama Rani dan Papa Reza. Mereka semua seakan shock kala melihat wajah Cinta yang memang sangat mirip dengan Zahra mereka yang telah tiada.
''Sini Bang! Abang apa kabar? Lama banget ya nggak jumpa Abang? Terakhir sebelum adek kecelakaan enam tahun yang lalu!''
Deg!
Deg!
''Kecelakaan?? Kecelakaan karena apa??'' tanya Mama Rani pada Cinta.
__ADS_1
Cinta tersenyum, dengan tangan nya terus bergerak mengobati siku Rayyan yang terluka mengenai pisau bedah miliknya tadi. ''Ya, kecelakaan yang hampir merenggut nyawa ku. Kecelakaan karena seseorang yang meminta kehadiran tubuhku agar ia bisa masuk ke dalamnya!''
Deg!
''Sayang...'' lirih Rayyan dengan menggelengkan kepalanya.
''Maksudnya??'' tanya Kenan. Kali ini Kenan yang bertanya
''Aku sudah dianggap mati setelah koma selama satu bulan lamanya. Nafasku tidak ada lagi waktu itu. Denyut jantung pun sudah tiada. Tapi entah apa yang terjadi aku akhirnya hidup kembali. Yang anehnya aku tidak ingat dengan diriku. Yang aku ingat saat itu hanya satu orang.''
''Siapa??'' selidik Kenta sambil menatap penuh tanya pada Cinta adik sepupu Rayyan.
Cinta tersenyum. ''Bang Rayyan! Bang Rayyan yang ku ingat saat pertama kali bangun dari koma ku. Aku ingat pada saat itu, bang Rayyan sedang menangis meraung memanggil kak Zahra Kan ya? Mana Kak Zahra? Kak Zahra tidak ikut??'' tanya Cinta sembari melihat ke seluruh orang yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang entah seperti apa.
Rayyan mengusap kepala Cinta yang tertutup hijab. ''Zahra sudah pulang ke pangkuan Allah. Ini dia kedua anaknya!'' tunjuk Rayyan pada Raka dan Zarra.
Kedua bocah kecil itu seakan terhipnotis oleh mata Cinta, mereka berdua mendekat dan..
''Mami??? Mami pulang?? Kenapa nggak nemuin kita??''
Deg!
Cinta tersenyum. ''Bukan Mami nggak nemuin kalian sayang.. hanya waktunya saja belum tepat.'' Jawab Cinta semakin membuat semua orang terkejut. Terutama Rayyan. Wajah itu terkejut bukan main saat melihat dan mendengar ucapan Cinta kepada kedua anaknya.
''Saya Bang!'' sahut Cinta dengan tersenyum lembut sama seperti Zahra dulu tersenyum padanya.
''Kenapa??'' tanya Cinta persis seperti suara Zahra.
Semua yang ada disana terkejut bukan main. ''Enggak! Nggak mungkin! Kamu Cinta! Bukan Zahra!'' seru Kenan dengan panik.
Kaki itu mundur beberapa langkah ke belakang. Cinta tertawa. ''Lah... yang bilang aku ini Zahra siapa?? Aku cinta loh Bang! Abang ngacok ih! Ya kan sayang??'' tanya Cinta pada bocah kembar yang saat ini berdiri menatap Cinta dengan tatapan polosnya.
''Bukan! Mami adalah Mami Zahra! Yang ada di dalam tubuh Mami Cinta!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
''APA?!?!'' pekik semuanya begitu kaget dengan ucapan putri dan putra Rayyan itu.
''Apa Nak?? Kamu bilang apa??'' selidik Rayyan takut salah dengar pada kedua buah hatinya.
''Iya Pi. Ini Mami kita. Mami Zahra yang ada dalam tubuh Mami Cinta. Iya kan Mi??'' kata Raka Pada Cinta.
Cinta tertawa-tawa mendengar ucapan putra kecilnya Rayyan itu. ''Betul dan Ya. Mami ini Mami Cinta sayang.. bukan Mami Zahra! Dari mana datangnya kalau Mami ini Mami Zahrani?? hem? Emang wajah Mami Cinta mirip banget ya sama Mami Zahrani Kalian??'' tanya Cinta pada Raka.
Raka menggeleng. ''Enggak! Ini Mami Zahra ada dalam tubuh Mami Cinta! Gimana sih??'' kata bocah kecil mirip Dimas itu.
__ADS_1
Cinta semakin tertawa. ''Bukan sayang.. ini Mami Cinta nak. Tuh, lihat aja name tage nya?'' tunjuk cinta pada name tage nama nya.
Semua yang ada disana masih kebingungan. Mami Alisa dan Papi Gilangilang yang sudah terlebih dahulu masuk ke ruangan Papa Rian kini keluar lagi mencari keberadaan cucu kembarnya itu.
Mereka berjalan menuju Papa Reza dan Mama Rani yang sedang mengelilingi seorang gadis.
''Lah.. disini kalian ternyata! Ayo masuk! Dimas sudah menunggu kalian di sana? Loh? Cinta??''
''Bukan Mami Cinta, Oma! Tapi Mami Zahrani!!'' tegas si kecil Raka
''Hah?? Ini Cinta sayang bukan Mami Zahra. Beliau ini sepupunya Papi kamu dari sebelah Oma Vita. Pernah ketemu kan??'' tanya Oma Alisa pada Raka.
Raka tetap menggeleng tidak terima. ''Enggak! Ini Mami kita! Mami Zahrani Putri Alamsyah!!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
''Apa?!?!'' pekik seseorang dibelakang sana.
''Dimas!!'' seru Rayyan ketika melihat Dimas shock bukan main. karena perbuatan kedua anaknya.
''Bang?!'' seru Dimas pada Rayyan
Rayyan menggeleng. ''Abang tidak tau Mas! Kedua anak kita mengatakan jika Cinta Mami mereka. Zahra. Mana mungkin Cinta bisa menjadi Zahra??'' ucap Rayyan dengan sendu pada Dimas.
Dimas menoleh pada Cinta.
Deg!
Deg!
''Zahra....''
Cinta tersenyum, ''Apa kabar Kak? Aku pikir kamu sudah lupa denganku? Masih ingat kejadian enam tahun yang lalu??''
Deg!
Deg!
''APA?!?!'' kini gantian Rayyan yang terkejut.
''Cinta!!''
''Saya Bang!!'' sahut Cinta sembari menatap lekat pada Rayyan dan Dimas.
Dimas mundur satu langkah kebelakang. Ia menggeleng tidak percaya. ''Enggak!! Kamu Cinta! Bukan Zahra!'' kilah Dimas semakin mundur ke belakang hingga menabrak tubuh Papi Gilang.
__ADS_1