
"Percaya sama Mami, Nank. Mami tidak akan memilihakn mu pemuda yang seperti Papi kamu pilihkan." Mami Zahra melirik Papi Rian yang kini mendengus padanya karena merasa tersindir. Mami zahra terkekeh, "Kamu tidak akan kecewa sama pilihan Mami. Percayalah. Tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya sendiri ke dalam lubang hitam. Setiap orang tua itu menginginkan yang terbaik untuk semua anak-anak mereka. Mami pun demikian. Mami harap kamu tidak menolak permintaan Mami ini, Nak. Semua ini demi kebaikan mu. Kamu tidak perlu takut dengan pemuda itu. Cukup kamu tau, jika dialah pemuda yang tepat untuk menjadi imam kamu dunia dan akhirat. Ya?" ucapnya pada Cinta yang kini masih tertegun dengan ucapan sang Mami padanya.
Cinta menatap sendu pada Mami Zahra, "*Bukan aku tidak percaya dengan ucapan Mami. Tapi.. Mami 'kan tau, kalau aku sangat ingin menikah dengan Kak Rayyan? Suamiku? Suatu hal yang kalian tidak tau tentangku. Jika aku menikah dengan pemuda lain.. Maka aku tidak bisa kembali bersama suami ku. Kak Rayyan suamiku. Aku kembali untuk dirinya. Untuk menyempurnakan Cinta kita berdua yang telah ternoda akibat diriku. Andai kalian tau.."
"Ingin aku menolak, tetapi aku tidak ingin membuat Mami Terluka dan bersedih karena pilihan ku ini. Jika ku turuti mau kalian, maka aku akan kehilangan cintaku untuk selamanya. Jika aku menikah dengan pemuda lain, otomatis aku bukanlah lagi menjadi istri dari Kak Rayyan putra Bhaskara. Ya Robb.. Kenapa jadi seperti ini?? Bukan seperti ini yang aku inginkan! Aku harus apa? Ini situasi yang sulit untukku. Aku kembali untuknya. Jika aku tidak bisa menikah dengannya dengan wujudku yang baru, apa gunanya aku kembali lagi ke dunia ini untuk menyelesaikan tugasku yang tertunda? Sungguh, ini seperti buah simalakama untukku. Bantu aku ya Robb*.." batin Cinta merasa tidak menentu.
Mami Zahra tersenyum melihatnya. "Sudah, jangan dipikirkan. Cukup kamu percaya saja sama Mami tentang pernikahanmu ini. Mami harap, kamu tidak kabur dan mempermalukan kami semua nantinya!" seloroh Mami Zahra pada Cinta.
__ADS_1
Membuat gadis ayu mirip Zahra melotot melihat sang Mami yang kini sedang tergelak karena ucapannya baru saja. Sang Papi hanya terkekeh saja.
"Istirahatlah. Persiapkan dirimu. Jangan takut. Cukup percaya sama Mami. Kamu percaya kan sama Mami?" tanya Mami Zahra pada Cinta sembari menatap lekat wajah putrinya itu.
Cinta memaksakan senyum padanya. "Tentu Mi. Kakak percaya kok sama Mami. Jangan khwatir. Kakak tidak akan kabur seperti dugaan Mami," jawabnya membuat kedua paruh baya itu tersenyum mendengar ucapan nya.
"Ya sudah, istirahatlah. Mami keluar ya?"
__ADS_1
Kedua paruh baya itu pun keluar dari kamar Cinta. Tinggallahh Cinta yang kini termenung duduk sendiri di dalam kamar nya dengan tatapan mata yang begitu kosong.
Ia memeilih untuk merebakan diri di ranjangnya. Untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya yang tiba-tiba saja lemas saat kabar yang baru saja ia terima dari kedua orang tuanya.
Di dalam tidurnya masih jelas terlihat tatapan penuh cinta dari seseorang yang begitu ia harapkan untuk menjadi suaminya.
Harapan tinggal lah harapan. Ia harus menerima keputusan takdir jika dirinya harus menikah dengan orang lain daripada dengan seseorang yang membuatnya kembali ke dunia.
__ADS_1
Sementara nan jauh disana, seseorang itu sedang terkekeh kala sang Mami mengabarkan padanya jika Cinta mendadak murung karena berita pernikahannya dengan pemuda yang sang Mami jodohkan untuknya.
"Bersabarlahh sayang.. Abang tau kamu apstitidak akan menerima pemuda itu untukmenjadi suami kamu. Karena yang kamu inginkan hanyalah Abang seorang. Abang sangat mengenal kamu Cinta. Abang memang sengaja merahasiakan semua ini karen inilah tujuan Abang. Tujuan untuk membuat mu terkejut dan akan semakin mencintai Abang mu ini. Jika sekarang kamu ragu, tidak apa. Tetapi ketika Abang ijab qobul atas namamu nantinya bersama Papa Azlan, kamu pasti tidak akan menolak ku sayang.. Tunggulah sebentar lagi. Akan Abang percepat rencana pernikahahn kita!" ucapnya sambil tergelak saat mendengar berita dari sang Mami jika Cinta akan semakin murung nantinya karena pernikahan mereka di percepat.