Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Persiapan pernikahan


__ADS_3

''Karena tinggal kita berempat disini, maka aku akan bicara hal penting sama Abang.'' Ucap Papi Gilang mulai membuka suara.


Papa Azlan menatap nya serius. ''Ada apa? Apa yang bisa Abang bantu. Katakan saja!''


''Baik, karena Abang sudah pulang maka Abang harus kembali ke pabrik Papa Alan yang saat ini di pegang oleh seorang yang sangat buruk kelakuan nya. Papa Alan bukan lagi pemilik Pabrik itu. Tapi itu milik Rayyan, calon menantu Abang. Putraku. Pabrik itu sempat bangkrut gegara pabrik itu mengalami kebakaran saat Abang baru saja masuk ke hutan terlarang dulu. Dan kini pabrik itu sudah berpindah tangan kepada Rayyan. Tetapi Rayyan Malaa berurusan dengan orang itu. Ada salah satu dari karyawan disana mengatakan, hanya Abang yang bisa mengatasinya!''


Deg!


''Abang??'' tunjuk Papa Azlan pada dirinya.


''Ya, Abang. Hanya Abang yang bisa. Besok pagi, pergilah bersama Rayyan ke pabrik itu. Membagi sih jaraknya dari sini sekitar satu setengah jam. Tetapi kalian besok naik mobil bersamanya. Kamu bisa menyetir kan Azka?'' tanya Papi Gilang pada Azka.


Azka mengangguk, ''Alhamdulillah bisa Pi. Kuncen disana sering mengajari saya mulai dari membawa sepeda, motor, becak hingga mobil. Semua itu saya lakukan pada saat saya sekolah dulunya.'' Sahutnya membuat Papi Gilang bernafas lega.


''Oke, besok kalian bersiap. Habis subuh kalian harus segera ke pabrik itu.''

__ADS_1


''Tentu Gilang, Abang akan bersiap-siap. Tapi...'' Papa Azlan menggantungkan ucapan nya dengan mata terus menatap Papi Gilang dan Mami Alisa secara bergantian.


''Tapi apa Bang??''


''Bagaimana dengan persiapan pernikahan Cinta dan Rayyan? Apakah tidak apa-apa kalau Abang ke pabrik? Sedang kalian sibuk mengurus semua itu?''


Papi Gilang tersenyum, ''Tak apa bang. Semua itu urusan si tua Bangka Riandra itu! Biar sekali ini dia yang dibuat repot!'' ketus Papi Gilang tiba-tiba


Mami Alisa terkekeh, sedang Papa Azlan kebingungan. ''Kok yang kayak kamu itu marah banget sama sahabat Abang itu? Memang nya kalian ada masalah apa?'' tanya Papa AzLan karena penasaran.


Mami Alisa terkekeh lagi kala melihat wajah Papi Gilang merengut masam. ''Dulu, saat Rian menyusul Zahra ke Medan. Mereka berdua sempat bertengkar Lan!''


''Bagaimana aku tidak kesal sama sahabat kamu itu! Dia menuduhku yang sudah menyembunyikan Mbak Zahra di Medan dirumah kami. Hingga Papa Alan pun memarahi ku! aku sempat tidak ingin berbicara dengan mereka hingga dua tahun lamanya! Semua itu karena tua Bangka itu menuduhku dan istriku yang tidak-tidak! Kesal aku sama dia! Dan sekarang? Aku harus ketemu dengan tua Bangka itu lagi! Kesal aku melihat wajahnya yang sok kecakepan itu!'' ketus Papi Gilang dengan satu tarikan nafas.


Hingga membuat Mami Alisa dan Papa Azlan tertawa mendengar nya. Sedangkan Azka ia melongo melihat Papi Gilang berbicara tanpa putus seperti itu.

__ADS_1


Ketiganya tertawa bersama melihat wajah Papi Gilang masih saja di tekuk masam bila mengingat kejadian dua puluh tahun yang lalu. Saat Papi Riandra datang menjemput Mami Zahra bersama Opa Alan.


Mereka sempat bertikai dan ribut gara-gara hal itu. Papi Gilang sampai memutuskan kerja samanya dengan Papi Riandra. Begitu juga kerja sama dengan Papa Alan.


Papi Gilang batalkan semuanya. Papi Gilang kecewa lantaran kedua orang itu menuduh Papi Gilang menyembunyikan Mami Zahra, sampai-sampai Mami Alisa pun dihina dan dimaki oleh mereka.


Hubungan dua keluarga itu sempat terputus selama dua tahun lamanya. Mami Zahra sempat meminta maaf pada Papi Gilang. Tetapi beliau terlanjur kecewa dengan tingkah Orang tua dan juga suaminya itu.


Bila mengingat itu, ingin sekali Papi Gilang menghajar Papi Riandra dan Opa Alan yang dengan tega menghina Mami Alisa karena status janda nya yang suka tebar pesona untuk menggaet pemuda kaya seperti Papi Gilang.


Jika bukan karena Mami Alisa, pastilah kedua orang itu sudah di jebloskan ke penjara oleh Papi Gilang karena mulut mereka telah mencemarkan nama baik Mami Alisa selama mereka tinggal di Medan.


Tetapi beruntung nya, tetangga di komplek itu tidak percaya dengan ucapan mereka semua. Hingga di tahun kedua, mereka meminta maaf karena sudah menghina Mami Alisa.


Itupun Mami Zahra yang lebih dulu pergi ke Medan untuk meminta maaf kepada saudaranya itu.

__ADS_1


* Ada di Jodoh terakhir. Baca aja ye? Tetapi belum sampai di tahap ini. *


Semua itu sudah selesai karena seluruh keluarga besar Papa Alan sudah meminta maaf. Tetapi Papi gikdng belum bisa melupakan penghinaan yang begitu keji untuk istrinya. Mami Alisa.


__ADS_2