Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
The Wedding Rayyan Dan Cinta ( Resepsi )


__ADS_3

Cinta masih betah di pelukan Rayyan saat Mami Zahra menarik lembut tangannya untuk melepaskan tubuh Rayyan karena Pak Penghulu sudah menyuruhnya untuk memberikan mahar yang Rayyan berikan untuk sang Istri agar segera dipakaikan.


Dengan berat Cinta melepaskan pelukan itu, wajahnya cemberut melihat sang Mami. Mami Zahra terkekeh, "Ih jelek gitu wajanhya? Senyum atuh Cinta.. 'kan katanya mau nikah sama Rayyan. Abnag epupu kamu? Noh, Mami kabulin! Jangan cemberut Ih!" tegur sang Mami Padanya


Rayyan terkekeh, dengan segera ia mengambil mahar yang ia berikan untuk Cinta. Cinta menerima nya dengan tersenyum.


"Semua mahar ini tidak sebanding dengan pengorbanan mu yang telah rela untuk kembali ke dunia ini demi melanjutkan kisah Cinta kita berdua. Terimakasih kamu sudah kembali sayang.." lirih Rayyan membuat wajah Cinta terkejut. Rayyan tersenyum.


Dengan cepat ia memakaikan mahar yang berupa satu set berlia itu di jari kiri, gelang di tangan kiri serta kalung berliontin kan berlian yang begitu terlihat sangat cantik saat Cinta yang memakainya.


Wajah itu sangat terkejut saat ini. Mata ayu tidak berkedip melihat Rayyan. Sedangkan Rayyan saat ini sedang menandatangani berkas pernikahan mereka.


Tiba giliran Cinta yang arus tanda tangan. Ia menerima berkas itu dengan mata masih menatap Rayyan. Tetapi tanda tangan itu tepat sasaran. Pap Pengulu menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai, mereka di tuntun untuk meminta restu kepada seluruh keluarga. Apa yang terjadi dengan Cinta? Mata itu masih menatap Rayyan tidak berkedip. Ia masih terkejut dengan pernyataannya baru saja yang mengatakan jika ia berterima kasih karena sudah kembali dan juga karena dirinya mereka bisa bersatu kembali.


Mami Alisa terharu melihat sang Putra yang dulunya terpuruk karena kepergian sang Istri kini sudah kembali ceria saat Cinta hadir di hidupnya setelah tiga tahun ia terpuruk karena Zahra pergi meninggalkannya.


Pertemuan Rayyan dan Cinta bukan tanpa di sengaja. Tetapi memang sudah menjadi takdirnya. Saat kecelakaan Cinta dinyatakan koma bahkan meninggal. Tetapi entah apa yang terjadi, saat jenazah Cinta ingin dibawa pulang dan di kuburkan dengan layak,


Jasad itu tiba-tiba terbangun hingga membuat seluruh pelayat begitu shock. Kata pertama yang ia sebut adalah Rayyan. Suaminya.


Semenjak itulah Cinta sudah bisa merasakan jika dirinya sudah terlahir kembali dengan dua memori. Yaitu separuh memori Cinta dengan Rayyan yang sangat mencintai Rayyan.

__ADS_1


Dan juga separuh memori Zahra yang mengingatkan nya tentang kejadian disaat ia ternoda hingga dirinya meninggal saat melahirkan si kembar.


Dan kini, Cinta terkejut dengan pernyataan Rayyan yang sudah mengetahui keberadaan nya. Acara meminta restu pun kini selesai. Rayyan Dan Cinta kini dibawa masuk ke sebuah ruangan untuk mengganti pakaian mereka untuk acara resepsi.


Cinta terus melihat Rayyan sedangkan Rayyan sibuk dengan mengganti bajunya di hadapan Cinta. Saat ini hanya mereka berdua saja di kamar itu. Rayyan tidak mengizinkan penata rias masuk sebelum mereka berdua memakai baju untuk resepsi.


Cinta terus menatap Rayyan, "Sejak kapan?" tanya Cinta pada Rayyan yang kini sedang berganti pakaian di hadapan Cinta.


Rayyan berbalik dan tersenyum mendekati Cinta. "Nanti Abang berikan jawabannya. Untuk sekarang, kita lanjutkan dulu acara resepsinya. Setelah ini kamu bisa puas bertanya sama Abang . Apapun yang ingin kamu tanyakan, akan Abang jawab. Ayo sini. Buka dulu bajumu. Ganti dengan yang ini." Kata Rayyan segera memberikan gaun resepsi kepada Cinta yang lumayan berat itu.


Cinta hanya bisa pasrah saat ini. Ia harus mengikuti apa kata Rayyan dulu. Ia membuka seluruh pernak pernik yang melekat di kepalanya dibantu oleh Rayyan.


Hingga pakaian itu terlepas dari tubuhnya dan hanya tersisa celana bahan berwarna hitam sebatas lutut dan juga kaos berwarna putih yang melekat di tubuh Cinta.


Rayyan tersenyum saat Cinta mengikat rambutnya ke atas hingga menampilkan leher jenjang yang dulunya pernah ia lihat satu kali saat Cinta tidak sengaja melepas hijab di dalam rumah dan kebetulan Rayyan datang kerumahnya.


Satu jam kemudian, kini kedua pengantin baru itu sudah keluar dan sedang berdiri di balik pintu yang akan segera di buka dari balik aula tempat resepsi mereka.


Cinta baru menyadari jika hotel itu merupakan hotel Bhaskara Group yang merupakan hotel milik Papi Gilang dan Juga sang suami yang kini sedang tersenyum manis padanya.


Mereka pun masuk ke aula itu setelah pintu di buka. Pertama kali yang Cinta lihat ialah si kembar yang saat ini sedang berlari ke arahnya.


"Mamiiiiiiiiiiii!!!!!!!" pekik kedua bocah kembar itu

__ADS_1


Cinta tersenyum melihatnya. Ia pun berjongkok di ikuti oleh Rayyan yang kini berada disamping Cinta.


Grep!


Kedua bocah itu memeluk erat tubuh hangat kedua orang tuanya. "Mami Zahra? Mami kembali kan?" tanya Raka pada Cinta yang kini sedang memeluknya.


"Iya sayang, ini Mami Zahra sekaligus Mami Cinta. Mami kalian berdua. Ayo, Mami dan Papi harus kesana. Tamu kita udah nunggu loh.." katanya pada kedua bocah rusuh itu.


Rayyan terkekeh, "Iya, benar kata Mami kamu. Ayo, itu Oma udah melambai sama kita!" tunjuknya, dengan segera mereka bangkit langsung menuju kursi pelaminan mereka dimana para tamu sudah tidak sabar ingin memberikan restu untuk pasangan pengantin Baru itiu.


Mereka pun akhirnya menyambut para tamu yang ingin mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


Cukup padat tamu siang hari itu.Keluarga dari Almarhumah Zahra pun ikut hadir karena permintaan Rayyan.


Begitu juga dengan Papa si kembar. Mereka pun ikut hadir. Ia yang saat ini sedang bertugas di Jakarta rela meninggalkan tugasnya demi pesta Sahabat sekaligus Abang untuknya itu.


"Selamat ya Bang? Semoga sakinah mawaddah warohmah,"


"Amiinnnn.. Kamu kapan menyusul Mas?" tanya Rayyan pada Dimas


"Aku satu tahun lagi, Bang. Banyak tugasku yang harus ku selesai kan dulu di Jakarta sana. Dan juga Kezia 'kan masih sekolah? Satu tahun lagi baru selesai." Jawabnya


"Pokoknya kalau kamu menikah, jangan lupa kabari kami nantinya. Jarak rumah kita hanya hitungan menit saja loh.."

__ADS_1


"Tentu Bang," jawab dimas.


Seluruh tamu semakin banyak yang datang hingga malam harinya. Pesta yang begitu meriah bagi seorang penerus perusahan Bhaskara Group. Yaityu Rayyan Putra Bhaskara. Anak Kandung dari Papi Gilang Bhaskara.


__ADS_2