
Rayyan masih tersedu saat bapak-bapak itu menginterupsi ketiganya yang sedang berbahagia.
"Ehm, maaf Nak. Bisa kita bicara? Saya butuh kepastian," ucapnya tidka enak melihat keharuan ketiga lelaki yang sednag bersuka cita itu.
Rayyan yang mendengar suara bapak-bapak itu segera mengurai pelukannya dan tersenyum ramah padanya walau wajah masih basah dengan air mata.
"Maaf, Pak! Ayo, kit duduk dulu. Nggak enak ngomongnya sambil berdiri," jawab Rayyan yang diangguki oleh lelaki seusia papa Azlan itu.
Keduanya pun langsung duduk di depan di kursi tunggu ruang bersalin Cinta saat ini. Papa Azlan dan Azka pun ikut duduk di samping Rayyan. Mereka ingin tahu, ada masalah apa Rayyan dengan bapak-bapak itu.
"Maafkan kesalahan saya, Pak yang tidak sengaja menyerempet anak Bapak sampai terluka. Saya akan bertanggung jawab. Katakan saja, apa yang Bapak butuhkan. Akan saya penuhi sekiranya itu memnag harus malam ini saya penuhi," ucap rayyan yang membuat Bapak-bapak itu bisa bernapas lega.
__ADS_1
"Saya tidka meminta yang macam-macam , kok. Karena kamu sudah menyerempet putra saya yang baru puang bekerja sambil kuliah, maka saya hanya ingin tanggung jawab Anda dengan cara mengobati luka anank saya dna juga memperbaiki motor yang sudah rusak itu. Bukan apa saya berbicara seperti ini. Motor itu motor tua dan sudah butut," beliau tertawa.
Rayyam terkekeh kecil mendengar ucapan bapak-bapak itu. "oke, akan saya berikan apa yang bapak mau. Em, apa Bapak punya nomor rekening?" tanya Rayyan sedikit ragu
Bapak itu menggeleng. "Saya tidak punya. Tetapi, anak saya punya. Saya tidak ingat berapa nomornya. Bisakah saya meminta nomor ponsel Anda, saja? Besok, akan saya hubungi Anda melalui ponsel anak saya yang bernama Riko." Ujranya menjelaskan apa yang seharusnya, ia lakukan.
Rayyan mengangguk. "Boleh, Pak. Sebentar!" ucap Rayyan sembari meminta p[onsel dna juga dompetnya pada azka.
Rayyan segera memberikan kartu namanya pada Bapak-bapak itu dan uang cash sebayak satu juta untuk mengobati luka anak Bapak itu. Bapak-bapak itu segera pergi berhubung sudah semakin larut dna sebentar lagi pagi.
*
__ADS_1
Ke esokan paginya.
Pukul sepuluh pagi ruangan inap Cinta sudah dipenuhi dengan keluarga besar Rayyan. Ternyata, Rayyan segera menghubungi keluarganya yang tinggal di Medan demi mengabarkan keadaan Cinta yang sudah melahirkan secara normal dna sehat.
Mulai dari Papi Gilang, mami Alisa, Kak Ira dna suaminya, Kak Annisa dna suaminya, dan juga adik kembara Rayyan yaitu Algi dan Kinara saat ini sudah ada datang sedari pukul tujuh pagi tadi.
Ternyata mereka langsung berangkat saat Rayyan menghubungi mereka semua. Sungguh kompak mereka semua. Semuanya langsung berangkat begitu panggilan grup dihubungi oleh rayyan.
Keluarga besar Bhaskara.
Semuanya bersuka cita dengan kelahiran penerus keluarga Bhaskara yang pertama. Sebelum Algi menikah, maka putra Rayyanlah yang pertama menjadi cucu keluarga Bhaskara.
__ADS_1
Semuanya sedang bersuka cita atas kelahiran keturunan ke empat keluarga Bhaskara. Bukan berarti anak Kak Ira, dan Kak Annisa tidak dia anggap. Akana tetapi, keturunan asli dari keluarga besar Bhaskara adalah Rayyan putra Bhaskara dan Algiandra putra Bhaskara.
Putra dan keturunan asli keluarga Bhaskara. Walau Rayyan tidak terlahir dari rahim mami Alisa. Tetap saja, Rayyan putra kedua setelah bang Lana. Putra pertama yang membuat hubungannya dan papi Gilang akhirnya menyatu hingga saat ini.