Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Dipercepat


__ADS_3

Rayyan dengan segera mengambil ponselnya dan menghubungi Mami Zahra. Ia tersenyum sekaligus terkekeh saat membayangkan jika nantinya Cinta akan semakin terkejut kala mengetahui jika rencana permnikahan mereka akan di percepat menjadi dua minggu lagi.


Tut..


Tut..


Tut..


"Hallo Nak, assalamu'alaikum? Ada apa ? Ada yang ketinggalan kah?" tanya Mami Zahra di seberang ponsel sana.


Rayyan terkekeh kala mendengar ucapan sang Mami yang merupakan Budenya dan juga ibu mertuanya kelak.


"Mami udah tidur? Kalau iya, maaf Abang menganggu istirahat Mami?" ucap Rayyan membuat Mami zahra yang sedang bersandar di kepala ranjang dengan sang Papi yang kini sedang rebahan dengan kepala di pangkuan Mami zahra mendongak melihatnya.


Ia bertanya tanpa suara pada Mami Zahra. Beliau tersenyum dan menyebut Rayyan tanpa suara juga. Papi Rian hanya ber oh ria saja.


"Nggak.. Mami belum tidur kok. Masih rebahan aja sama Papi."


"Oke. Abang hanya ingin menyampaikan sama Mami kalau pernikahan kami berdua di percepat. Bukankah Cinta satu bulan lagi akan lulus?" tanya Rayyan pada Mami Zahra, membuat wanita paruh baya itu menegakkan tubuhnya saat mendengar ucapan keponakannya itu.

__ADS_1


Papi Rian pun terduduk karena melihat Mami Zahra begitu serius dengan ponsel di tangannya yang kini sudah berubah menjadi sambungan video call.


"Maksud kamu, pernikan ini di majukan lagi dari tanggal yang sudah kita tetapkan begitu?"


Rayyan mengangguk, "Benar Mi. Dua minggu setelahnya, Abang harus berangkat ke Padang dan Bengkulu. Ada Proyek yang harus Abang kerjakan disana. Nah, maksud abang tuh ya. Cinta kan lulusnya dua minggu lagi, setelah itu wisuda. Rencananaya Abang ingin membawa cinta serta kesana bersama si kembar. Butuh waktu berbulan-bulan Mi untuk menyiapkan proyek Mall itu. Papi pasti paham akan hal itu. Bahkan bisa tahunan Mi. Maka dari itu, sebelum abang pergi. Abang ingin menikahi Cinta dulu, baru setelahnya Abang akan membawa nya serta ke Padang dan Bengkulu. Itu sihh, kalau Mami tidak keberatan." ujar Rayyan membuat kedua paruh baya itu saling pandang dan akhirnya tersenyum.


"Baik, jika itu yang menjadi keinginan mu, maka akan Mami persiapkan segalanya. Apakah kedua orang tua mu sudah tau Nak?"


"Sudah, mereka pun senang kok jika pernikahan ini di percepat. Karena Mami bilang, si kembar sudah sangat bertanya tentang Cinta. Hari ini aja udah hampir seratus kali si kembar bertanya. Hingga membuat Mami Pusing!" kata Rayyan pada Mami Zahra hingga membuat wanita paruh baya sebaya Papi Gilang tergelak.


"Baiklah, baiklah. Persiapkan saja segalanya. Mami pun akan mempersiapkan Cinta nantinya. Mami yakin, Cinta pasti akan shock banget mendengar kabar ini. Tetapi tidak saat ini Mami beritahu. Takutnya kabur pula itu anak! Bisa berabe nanti urusannya!" celutuk Mami Zahra sambil tergelak keras.


Rayyan pun sama. Ia pun tertawa mendengar ucapan Mami Zahra. "Pastinya Mi. Satu hari lagi mau acara baru Mami beritahukan. Jangan sekarang Mi. Kalau udah tinggal satu hari lagi 'kan Cinta tidak bisa kabur lagi?"


Ketiganya tertawa karena memikirkan rencana untuk memebuat Cinta panik dan terkejut nantinya.


Bukan tanpa alasan Rayyan mengatakan hal seperti itu. Ia sangat mengenal sifat Cinta seperti apa. Jika ia sudah tidak menginginkan, maka ia akan kabur untuk menghindari nya. Dan tujuan utama yang Cinta datangi adalah dirinya nanti.


Makanya sebelum itu terjadi, Rayyan sengaja memberitaukan terlebih dulu kepada kedua orang tua Cinta dan mereka pun setuju.

__ADS_1


"Baiklah. Abang tutup ya Mi? Maaf mengganggu waktu istirahat Mami dan Papi."


"Tak apa Nak, kami nggak ke ganggu kok. Ya sudah, istirahatlah. Mami tutup. Assalamu'alaikum.."


Rayyan tersenyum, "Wa'alaikum salam Mi." sahutnya dengan segera keluar dari kamarnya untuk menemui Mami Alisa dan Ppai Gilang yang saat ini masih di rumahnya.


Tiba diluar, ternyata mereka belum tidur dan ada


Papa Azlan disana. "Loh, Papa? Sudah lama kah?" tanya Rayyan pada Papa Azlan dan Azka yang kini sedang bertandang kerumah nya.


Papa Azlan tersenyum, "Belum. Baru saja."


"Kebetulan Papa disini. Abang udah memutuskan kalau pernikahan kami berdua di percepat menjadi dua minggu dari sekarang. karena proyek kita yang di Padang dan Bengkulu di majukan. Abang tidak bisa mencansel semua itu. Jika di undur akan mengakibatkan kerugian nantinya."


Papa Azlan dan Papi Gilang tersenyum. "Tidak masalah. Lebih cepat lebih baik!" sahut Mami Alisa yang baru saja dari dapur.


"Oke. Berarti sudah di putuskan ya? Dua minggu dari sekarang. Papa dan Azka harus banyak istirahat. Agar kalian berdua terlihat lebih segar nanti saat kami menikah. Dan ini akan menjadi kejutan untuk cinta."


"tentu. Teriamkasih Nak." sahuat Pap azlan.

__ADS_1


Rayyan tersenyum, "Sama-sama Pa. Papa itu Papa kandung Cinta. Sudah seharusnya kan Abang berbuat baik kepada kalian berdua?"


Papa azlan mengangguk dan tersenyum. Ia begitu beruntung mendapatkan menantu anak dari Gilang dan Alisa. Orang yang begitu berjasa di dalam hidupnya.


__ADS_2