Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Jiwa yang satu


__ADS_3

Hari-hari yang mereka lewati selama di Pekanbaru membuat Rayyan dan Cinta sangat senang. Keduanya tidka pernah berpisah. Kemanapun, akan pergi bersama.


Jika Cinta keluar, maka Rayyan akan ikut. Dan jika Cinta tidur, Rayyan memilih untuk mengerjakan pekerjaannya.


Si kembar sering menghubungi keduanya. Padahal baru empat hari mereka di Pekanbaru. Tetapi, lihatlah si kembar. Mereka selalu saja mengganggu pasangan yang sedang bulan madu itu.


Si kembar pernah meminta izin ingin tinggal bersama Dimas, papa kandungnya. Rayyan mengizinkan. Toh, Dimas dan Kezia belum menikah. Keduanya masih sibuk mengurus rumah sakit mereka.


Kezia saat ini masih kuliah sambil membantu Dimas dirumah sakit saat Dimas sering pergi. Kezia selalu ingin membawa si kembar bersamanya. Tetapi Rayyan melarang. Karena menurutnya, Kezia akan kerepotan mengurus si kembar yang sedang aktif-aktifnya saat ini.


Rayan mengizinkan Kezia untuk membawa si kembar saat ia libur saja. Jika hari biasa, si kembar akan bersama pengasuhnya.


Rayyan harus menggunakan pengasuh. Sebab, jika Rayyan bekerja tak ada yang akan mengurus mereka.

__ADS_1


Mengingat si kembar, Rayyan tersenyum kala mengingat mendiang Zahra. Sudah berapa tahun berlalu. Tetapi kenangan itu masih tersimpan rapat di memori seorang Rayyan Putra Bhaskara.


"Allah tidak akan menguji suatu kaum diatas kemampuannya."


Ingatkan saja dalil ini. Dan ya, benar seperti yang disebutkan oleh dalil itu. Rayyan mengalami masa-masa sulit saat kematian Zahra akibat melahirkan si kembar.


Tetapi, setelah itu lihatlah yang terjadi?


Dirinya bahagia hidup bersama si kembar. Dan saat inipun, ia snagat bahagia karena Cinta sudha menjadi istrinya. Perwujudan dari cintanya untuk Zahra kini hadir dalam bentuk yang baru.


Merupakan titisan mendiang Zahra yang sudah tiada. Cinta sempat mengalami koma. Tetapi, ketika ia bangun, ia malah mengingat jika dirinya sudah menikahi Rayyan dan memiliki si kembar.


Aneh sih. Tapi inilah yang terjadi. Cinta memiliki daya ingta semua kenangan mendiang Zahra didalam otaknya. Seperti terbagi dua. Separuh ingatan Zahra, separuhnya lagi ingatan Cinta.

__ADS_1


Cinta dan Zahra merupakan satu kesatuan tubuh dan jiwa orang yang sama. Jika Cinta mengingat Zahra, maka ingatan Cinta akan ada pada ingatan Zahra. Sulit untuk dimengerti dna dipahami. Tetapi, inilah yang terjadi kepada istri Rayyan itu.


Rayyan tersenyum saat melihat Cinta sangat nyenyak dalam tidurnya. Cinta sangat cantik dengan rambut panjang hitam sepinggangnya.


Kulit kuning langsat dan mulus menambah daya tarik tersendiri untuk Cinta. Sekilas jika dilihat, Rayyan seperti melihat Zahra. Begitupun sebaliknya.


Rayyan terkekeh sendiri memikirkan hal yang mustahil tetapi benar adanya terjadi pada dirinya.


"Apapun kamu, abang tetp mencintaimu. Kamu dan Zahra satu. Jiwa yang satu. Abang mencintai kalian berdua. Bagimana bisa lain-lain? Sementara ketika dipandnag Cinta berubah menjadi Zahra? Dan ketika ditatap Zahra malah kembali ke Cinta?" Rayyan terkekeh kecil. "Abang mencintai orang yang sama. Baik Cinta ataupun Zahra. Selamanya akan seperti itu," imbuh Rayyan sembari tersenyum dan mengusap lembut kepala Cinta dan surai hitam lebatnya.


Rayyan mengecup kening Cinta yang membuat snag empu menggeliat kecil. Rayyan terkekeh. Bagaimana tidak emngantuk, jika keduanya memadu kasih tanpa kenal waktu. Kapan ingin dna butuh, keduanya langsung saja memadu kasih.


Rayyan menerima saja saat Cinta yang memulainya. Cinta yang fisiknya tidka terlalu kuat seperti rayyan, membuatnya tepar setelah pergulatan itu.

__ADS_1


Rayyan ikut berbaring disamping Cinta setelah pekerjaannya selesai ia siapkan. Keduanya larut dalam mimpi dan tiupan angin sepoi-sepoi dari arah laut meniup ke dalam kamar mereka.


__ADS_2