
Lima bulan berlalu sejak Cinta diketahui sedang mengandung buah hatinya dengan Rayyan. Hari-hari yang mereka lewati begitu tenang.
Cinta dengan kehamilannya, sedang rayyan dengan ngidam simpatiknya. Mami Alisa selalu menemani Rayyan saat ia mengalami mual dan muntah.
Mami Alisa selalu memberikan arahan untuk Cinta mengenai hamil kembar. Begitupun dengan mami Zahra. Beliau yang sudah merasakan hamil kembar, juga memberikan arahannya kepada Cinta untuk Cinta ikuti.
Cinta menerima arahan dari kedua maminya itu dengan senang hati. Tak pernah membantah sedikitpun.
Dan hari ini, setelah melewati masa ngidam Rayyan yang panjang dan juga masalah selera makan Cinta yang semakin meningkat hingga membuat tubuhnya naik drastis, kini mereka sedang mengadakan acara nujuh bulanan Cinta.
Usia kandungan Cinta sudah memasuki tujuh bulan penuh. Mami Alisa ingin mengadakan acara nujuh bulanan untuk menyambut cucu pertamanya dari Rayyan itu.
Bukan tidak mengakui Raka dan Zarra, beliau tetap mengakui cucunya walau bukan cucu kandung. Kedua anak tiri ryyan itu sudah sedari bayi ia urus hingga saat ini.
Akan tetapi, Janin yang sedang dikandung Cinta saat ini merupakan darah daging Rayyan sendiri. Putranya yang ia susui dulu hingga mengikat hubungannya dengan Papi Gilang.
__ADS_1
Mami Alisa sangat bersyukur akan hal itu. Rayyan putranya keduanya setelah Bang Lana, kini sedang berbahagia akan memiliki keturunan.
Acara nujuh bulanan Cinta dan Rayyan berlangsung dengan khidmat. Seluruh saudara Rayyan ikut hadir. Juga dengan semua keponakannya. Mereka pun begitu antusias saat tahu jika dua bulan ke depan Cinta akan segera melahirkan.
Mereka semua mengikuti adat dari mami Alisa yang merupaan keturunan Aceh asli serta adat dari mami Zahra yang merupakan keturunan Jawa dan Sunda.
Tiga adat menyatu menjadi satu dalam acar nujuh bulanan Cinta. Ia begitu bahagia melihat semuanya begitu antusias menyambut kehadiran janin yang masih di dalam kandungannya itu.
Semuanya ikut bahagia. Acara itu berlangsung hingga sore harinya. Karena melakukan tiga adat sekaligus, maka acara nujuh bulanan itu diadakan dna dibagi menjadi tiga waktu.
Waktu pagi untuk acar mami Alisa yang dibantu oleh kakak-kakak Rayyan. Di waktu siang hari khusus untuk acara adat jawa yang merupakan adat papi Gilang dan papi Riandra yang merupakan keturunan jawa asli. Dan untuk sore hingga malam harinya, acara nujuh bulanan itu mengikuti adat Sunda. Adat mami Zahra.
Boleh bergerak. Tetapi sekedarnya saja. Jika capek, maka berhenti. Begitu pesan mami Alisa dan mami Zahra selaku orangtuanya.
Cintasangat bahagia karena melihat semua keluarga berkumpul dan tertawa bersama ketika Bang Lana menggoda Rayyan dengan tingkah jahilnya.
__ADS_1
Rayyan hanya bisa tersenyum dan sesekali kesal kepada abangnya itu. Saat ini, sudah malam dan waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam waktu Jakarta.
Cinta dan rayyan segeraistirhata karena begitu lelah menghadapi dna juga menyambut tamu serta tetangga di komplek perumahan Rayyan itu.
"Alhamdulillah, enaknya..." ucap Cinta saat pinggangnya bertemu dengan kasur empuk di dalam kamarnya.
Rayyan tersenyum. "Capek banget, ya?" tanya Rayyan sembari ikut serta membaringkan tubuhnya disamping Cinta yang kini menyamping menghadap pada Rayyan.
Matanya terpejam. "Hem, lelah sekali hari ini. Tapi aku suka!" celutuknya terkekeh
Rayyan pun ikut terkekeh dengan ucapan Cinta baru saja.
"Dasar mami. Bisa-bisanya buat acara nujuh bulanan sampai tiga adat seperti itu!" Rayyan pun ikut terkekeh.
"Tapi seru kan, ya?" tanya Cinta yang diangguki oleh Rayyan masih dengan terkekeh.
__ADS_1
"Ya, sudah. Istirahatlah. Kamu harus istirahat yang cukup untuk menjaga kebugaran tubuh kamu. Kamu harus bersiap menunggu kelahiran bayi kita. Semua perlengakpan sudah siap semua. Hanya tinggal menunggu kedua anak kita lahir ke dunia," ucap Rayyan yang tidak emndapat anggukan dari Cinta karena sudah menuju ke alam mimpi.
Rayyan tersenyum. Ia mengecup kening Cinta dna mengelus perutnya sebentar. Ia pun akhinya mengikuti Cinta yang sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi.