
Seluruh ruangan sudah di penuhi oleh tamu, keluarga serta kerabat dari kedua pengantin baru itu.
Mami Alisa dengan kelima anaknya pun sudah hadir disana. Lengkap dengan cucu-cucu nya. Dan saat ini moderator sedang berbicara sedikit tentang pernikahan Rayyan dan Cinta ini.
Setelahnya di lanjut dengan pembacaan ayat suci AlQur'an dan juga kata sambutan dari Papi Gilang, Papi Riandra selaku pemilik acara tersebut.
Kemudian sepatah dua kata dari Pak penghulu sebelum ia menikahkan Rayyan dengan Cinta. "Baiklah cukup sekian penyampaian dari saya, dan untuk Nak Rayyan segera berjabat tangan dengan wali nya Cinta untuk melakukan ijab Qobul. Karena saya lihat, jika mempelai prianya sudah tidak sabar untuk melihat calon istrinya!" seloroh pak pengulu membuat seluruh tamu undangan terkekeh mendengarnya.
Begitu pun dengan Rayyan. "Hem.. Ternyata mempelai pria kita ini ternyata duda ya?"
Deg!
Deg!
Cinta terkejut saat mendengar kata duda. Pikirannya melayang entah kemana saat ini. "Berarti Mami menjodohkan ku dengan seorang duda?? Jika iya, kenapa tidak Kak Rayyan saja? Bukankah suamiku itu juga duda karena di tinggal mati oleh jasad ku dulu??" Batin Cinta berkecamuk.
Mata melihat Tivi tetapi hati dan pikiran melalang entah kemana. "Berarti Nak Rayyan ini sudah pengalaman ya dalam hal rumah tangga?" tanya nya sambil menatap Rayyan.
Yang di tatap hanya tersenyum saja saat ini. " silahkan di mulai!" titahnya setelah melihat semua berkas pernikahan itu lengkap semua.
"Baik, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim saudara Rayyan Putra Bhaskara bin Gilang Bhaskara!"
"Saya Pa!"
"Saya Nikahkan dan saya Kawinkan engkau dengan anak kandungku Cinta Azlan Dharmawan binti Azlan dharmawan dengn mas kawin seperangkat alat sholat satu buah mushaf AlQur'an dan saham di Bhaskara Group sebanyak 5% serta satu set berlian 28 karat dibayar tunai!"
__ADS_1
Papa Azlan menyentak tangan Rayyan, "Saya terima Nikah dan Kawinnya Cinta Azlan Dharmawan binti Azlan Dharmawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat satu buah mushaf Al Qur'an dan saham di Bhaskara group sebanyak 5% serta satu set perhiasan berlian 28 karat di bayar tunai!"
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillillah barakallahu 'ailaikuma wabaroka 'alaikuma fi khair.." Pak Penghulu membaca kan doa untuk mereka berdua untuk kelanggengan rumah Tangga pengantin baru itu.
Sementar Cinta masih termenung. Ia tidak sadar jika Rayyan menikahinya secara sah saat ini. "Bawa mempelai wanita nya kemari! Nah.. Ini dia yang kita tunggu-tunggu! Iya toh??" selorohnya lagi.
Rayyan terkekeh kecil saja. Ia pun sangat menanti kedatangan Cinta dan melihat jika diri nya lah pemuda yang telah menikahinya secara resmi.
"Ayo, nak. Suami kamu sednag menunggu mu saat ini. Ayo!" ajaknya pada Cinta yang begitu enggan untuk bangkit menuju dimana sang suami berada.
Dengan sangat terpaksa Cinta masuk keruangan ballroom tempat acar akad nikahnya. Tiba disana, beberapapasang mata menatpnay denagn terhahru dan juag terkesima. Salah satunya Azka.
Ia begitu terkeju saat melihat sang adik yang berbeda satu bulan darinya itu begitu cantik parasnya, sesuai dengan foto yang Rayyan tunjukkan padanya.
Tetapi wajah itu sangat dingin dan datar. Azka mengernyitkan dahinya saat melihat wajah sang adik sedikit aneh. Jika kebanyakan orang akan bahagia saat acara akad nikahnya, tetapi tidak dengan adiknya ini. Aneh, pikirnya.
Sedangkan Papa Azlan menatap putri kecil yang dulu tidak pernah sekalipun ia lihat dan ia sentuh. Ia hanya berperan sebagai pembuat saja. Miris sekali.
Sementara Rayyan, mata itu tidak terputus saat melihat sang istri yang kini sedang berjalan mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Rayyan tersenyum saat Cinta kini sudah duduk di sampingnya. Dengan segera Rayyan memegang ubun-ubun Cinta dan membacakan doa kebaikan keselamatan dari hal buruk yang akan sang istri berikan padanya.
Hati Cinta tiba-tiba berdesir tak kala hembusan nafas Rayyan yang begitu ia kenal dan ia sukai kini menyapu wajahnya.
Cinta yang baru sadar jika itu Rayyan, ia sampai terlonjak kaget. Saking kagetnya Cinta, ia sampai mendorong Rayyan ke belakang. Tetapi naas, malah dirinya yang akan terjatuh.
Reflek saja Cinta memejamkan kedua matanya. Tetapi ia heran, kenapa dirinya tidak terjatuh. Secepat kilat ia membuka matanya.
Deg, deg, deg, deg..
Jantung keduanya bertalu-talu. Rasanya ingin melompat keluar dengan seketika. Suara pekikan semua orang yang heboh melihat pasangan pengantin baru yang hampir terjatuh tetapi tidak jadi itu, membuat keduanya terdiam dan terpaku dengan mata saling bertatapan.
Tatapan mata itu begitu bahagia saat ini. Mata Cinta berkaca-kaca. Rayyan tersenyum lembut padanya. Hingga Cinta menangis. Ia tersedu.
Dengan cepat Rayyan kembali mendudukkannya dan mengulurkan tangannya pada Cinta. Cinta menerimanya dengan terisak. Ia mengecup tangan Rayyan.
Setelahnya Rayyan mengecup keningnya membuat Cinta dengan cepat memeluk tubuh pemuda yang sangat ia inginkan menjadi suaminya.
Cinta tersedu di dalam pelukan Rayyan. Sedangkan Rayyan tertawa saat merasakan tangan halus Cinta yang berada di belakang tubuhnya menepuk punggung nya hingga berulangkali.
Semua yang melihat itu terharu. Terutama Mami Zahra dan Mami Alisa. Pernikahan unik yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka berdua.
Masih teringat oleh Mami Alisa seperti apa Papi Gilang dulu membuat kejutan untuknya hingga dirinya begitu shock dan sampai memukul Papi Gilang berualng kali.
Bukannay marah, Ppai Gilang malahh tertawa. Katanya ia sudah berhahsil membuat kejutan untuk sang istri. Sama seperti Cinta saat ini. Rayyan sangat menuruni sifat Papinya. Papi Gilang Bhaskara. ( Baca karya kedua othor yang berjudul PELABUHAN TERAKHIRKU ( kamu Bukan Pembawa Sial) udah end Kok. )
__ADS_1