Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Melahirkan.


__ADS_3

"Sudah, jangan menangis lagi. Abang tidak pantas menangisi wanita seperti itu. Akan ada jodoh yang lebih baik lagi untuk Abang. Kejadian ini merupakan petunjuk dari Allah. Supaya Abang lebih berhati-hati lagi dalam memilih pasangan," ucap Cinta menenangkan Azka yang kini udah kembali tenang.


"Benar Bang, lupakan gadi itu. Angga saja itu olahraga hati agar kamu bisa lebih kuat lagi ke depannya. Umur kamu masih muda. Masih panjang waktunya!" seloroh Rayyan yang membuat Cinta tertawa.


Azka tersenyum saja. Baginya, ini merpakan pelajaran hidup yang sangat berharga untuknya. Ia akan emnajalni hari-harinya tanpa seorang gadis lagi. Nbenar kata Rayyan. Belum masanya bagi Azka untuk memiliki pendamping hidup.


Dirinya masih terlalu muda untuk menikah. Butuh persiapan untuk itu.


*


*


*


Dua minggu berlalu.


Sudah dari kemarin malam Cinta merasakan sakit di pinggangnya. Namun, ia tetap diam saja. Karena ia sudah menghubungi dokter kandungan dan menayakan gejala orang melahirkan itu apa saja.


Seperti sekarang ini. Ia masih melayani Rayyan yang meminta haknya. Cinta yang patuh, tidak menolak sama sekali. Bahkan perbuatan Rayyan padanya itu membuat kontraksi di perutnya sedikit berkurang.

__ADS_1


Walau dilakukan dengan pelan dan lembut, tetap saja. Sedikit melunak. Tetapi, setelah aktivitas panas itu selesai, Cinta kembali merasakan kram dan mulas yang berlipat-lipat di bagian bawah perutnya.


Tanpa sadar, ia memegangi lengan Rayyan begitu kuat. Hingga membuat suaminya itu terkejut dan tersentak dsaat ia membuka mata dna melihat Cinta dalam keadaan sakit yang tiada tara. Keringat dingin dan kasar mencuat ke seluruh dahinya.


Pegangan tangan di lengan Rayyan pun semakin kuat. Ia menghela napas panjang dan terengah-engah saat sakit itu menghilang.


"Bawa aku ke kamar mandi! Aku ingin mandi besar! Eughh.." lenguh Cinta saat merasakan sakit lagi di perutnya yang semakin kian terasa.


Rayyan yang panik segera melakukan apa perintah Cinta padanya. Tanpa berbicara sepatah kata pun, rayyan segera memandikan Cinta dna juga dirinya.mandi besar bersama.


Setelah selesai, Rayyan yang masih menggenakan handuk, segera memakaikan baju pada Cinta terlebih dahulu.


Hanya baju saja. Tak ada setiga bermuda dan kaca mata kuda. Hanya baju gamis batik dan hijab panjangnya saja.


Mereka pun segera menuju ke rumah sakit bersalin Ibu dan Anak. Rayyan semakin panik saat Cinta mengatakan jika ketubannya sudah pecah.


Ia membawa mobil miliknya diatas kecepatan normal. Begitu kencang. Beruntungnya malam hari dna tengah malam waktu Jakarta. Jikalau tidak, rayyan pastlah di kejar polisi karena menerobos lampu merah.


Tiba di rumah sakit, Cinta segera dibawa masuk ke ruangan bersalin. Rayyan ikut menemaninya. Saking paniknya melihat Cinta kesakitan karena akan melahirkan buah cinta mereka, Rayyan sampai lupa membawa dompet dan juga ponselnya.

__ADS_1


Hanya perlengkapan bayi dna juga pakian Cinta yang ia bawa. Karena itu yang Cinta ingatkan. Cinta berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan kedua buah hatinya.


Buah hati yang sudah mereka ketahui jenis kelaminnya. Butuh waktu dua puluh lima menit lagi untuk persalinan normal seperti yang Cinta inginkan. Rayyan meminta ceacar. Tetapi, Cinta ingin normal.


Kalah debat dengan Cinta, akhirnya Rayyan pasrah saja saat Cinta memutuskan persalinan normal. Lagipula, Cinta sehat, air ketubannya pun bagus.


Maka tidak ada salahnya melakuakn persalinan normal. Di saat Cinta ingin mengedan, seseorang masuk dan membawa Rayyan keluar.


"Bapak harus tanggung jawab!"


Deg!


"Hah? Ta-tanggung jawab apa Pak? Apakah saya melakukan kesalahan?"


Orang itu mengangguk. "Ya, anda menabrak sepeda motor anak saya!"


Deg!


"Astagfirullah, Ya Allah!" seru rayyan bgitu terkejut dengankelkauan yang sednag di serang panik saat melihat Cinta akan melahirkan.

__ADS_1


"Ta-tapi, saya nggak bawa dompet serta ponsel? Astaghfirullah! Administrasi istri saya!" pekik rayyan segera berlari meninggalakn orang itu yang tertegun mendnegar ucapan rayyan baru saja.


Cinta yang sedang berjuang malah dibuat terkekeh oleh suaminya itu. Ada-ada saja ulah suaminya ketika di serang panik.


__ADS_2