
Cinta masih terbengong saat mendengar ucapan dokter Indra baru saja.
"Maksud dokter apa, ya?" tanya Cinta masih penasaran, padahal dirinya sudah tahu apa yang akan selanjutnya dokter Indra ucapkan.
Deg, deg, deg..
Jantung Cinta seperti ditampi dengan kuat. Berdegup tidak karuan. Tangannya kini mengeluarkan keringat dingin saat mlihat tatapan doter Indra yang kini semakin menjurus ke arah yang Cinta pikirkan.
"Jawab Dokter! Saya ke-kenapa?" tanya Cinta sedikit tergagap saking gugupnya akan jawaban dari Dokter Indra.
Dokter Indra tersenyum. "Sudah berapa lama Anda menikah Dokter Cinta? Kapan tanggal terakhir menstruasi Anda? Apakah bulan ini Anda sudah mendapatkannya? Saya bisa menebak dari gejala yang Tuan Rayyan rasakan saat ini. Beliau mengalami Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya. Dan saya melihat hal ini terjadi pada suami Anda, Dokter Cinta! Apakah Anda tidak mersakan keanehan yang terjadi pada diri Anda saat ini? Atau Anda sudah tahu? Tapi pura-pura tidak tahu?" ucap Dokter Indra menodong Cinta dengan banyak pertanyaan serta ia juga sendiri yang menjelaskannya.
Cinta masih terdiam. Rayyan yang baru saja sadar dari pingsannya menatap dokter dengan raut wajah datarnya. Ia menoleh pada Cinta yang kini dibaringkan disamping bangkarnya.
"Dokter Cinta!"
__ADS_1
"Hah? Iya, saya baru ingat, sudah dua bulan ini saya telat. Bulan pertama saya menikah, masih dapat. Bulan kedua.. Pun dapat. Tapi hanya dua hari saja. Nah, baru bulan ini saya kosong. Apa itu artinya saya.."
"Kamu hamil, Sayang. Begitukan dokter Indra?" potong Rayyan pada ucapan Cinta yang kini terkejut melihatnya.
Rayyan terkekeh. Dokter Indra tersenyum. "Anda benar Bos! Nyonya muda saat ini sedang mengandung. Dari perkiraan saya, nyonya Muda sudah mengandung selama dua bulan. Untuk lebih tepatnya, coba periksakan pada yang ahlinya saja. Selamat Bos! Anda sudah menjadi seorang ayah! Berarti anggota Bos bertambah lagi, ya?"
Rayyan tertawa dikuti dengan Cinta. Investor asing itu baru tahu jika Cinta merupakan istri rekan kerjanya.
Ia meminta maaf pada Rayyan. Karena sudah mengira jika Cinta itu sekretarisnya. Ia berniat ingin melakukan pendekatan. Ia tertarik dengan wanita tertutup seperti Cinta. Tidak tahunya, ia salah duga.
Siang itu juga, Cinta dan Rayyan menuju kerumah sakit untuk periksa kandungan Cinta sesuai perkataan Dokter Indra tadi.
Rayyan sangat bahagia saat dokter spesialis kandungan itu mengatakan jika Cinta sedang hamil saat ini.
Bukan hanya satu, tapi dua sekaligus. Betapa bahagianya Rayyan saat tahu akan hal itu. Ia menangis haru dan sangat bahagia. Cinta pun demikian.
__ADS_1
Ia tak kalah bahagianya saat ini. Bukan hanya satu yang Allah titipkan kepada mereka, tetapi dua sekaligus. Cinta pun berharap, jika keduanya sepasang. Laki-laki dan perempuan.
"Apapun itu. Laki dan perempuan sama saja, Sayang." ucap Rayyan tadi saat mereka masih berada dirumah sakit.
Kabar bahagia itu tidak mereka pendam sendiri. Mereka berdua berbagi berita kabar gembira itu pada dua keluarga sekaligus. Yaitu papi Gilang dan mami Alisa, serta mami Zahra dan Papi Riandra.
Mereka mengucap syukur dan sangat bahagia akan kabar berita itu. Papi Gilang dan mami Alisa langsung berangkat dari Pekanbaru menuju Jakarta untuk melihat keadaan kedua anaknya itu.
Begitupun dengan mami Cinta. Ia dan papi Riandra segera menuju ke Jakarta setelah papi Riandara menemui rekan bisnisnya dari Jerman.
Kedua orangtua itu begitu bahagia dengan kabar baik itu. Kabar itu tak hanya kedua orangtua saja yang tahu. Saudara sesusuan dengan Rayyan pun tak luput dari kabar bahagia itu.
Serta keluarga mantan mertua Rayyan pun ikut senang mendengar kabar itu. Mereka mengucapkan selamat untuk Rayyan dan juga Cinta.
Apalagi si kembar. Mereka sangat senang saat tahu jika mereka akan memiliki adik dari mami mereka lagi.
__ADS_1
Kabar bahagia yang membuat mereka senang. Entahkah ada kabar baik lagi setelah ini atau sebaliknya, mereka hanya bisa pasrah akan keputusan takdir.