
Ketiga orang yang berada dibelakang Rayyan dan Cinta saling pandang dan tersenyum malu. Apalagi putri sulung Pak Kusman yang kini merasa tidak enak hti setelah kata-kata Cinta tadi menampar dirinya.
Bagaimana tidak. Jika pun Rayyan sudah menikah dan memiliki istri, maka ia bersedia menjadi istri kedua ataupun ketiga.
Tak masalah baginya untuk melakukan hal itu. Yang penting bisa menikahi Rayyan, pemuda tampan yang baru saja ia temui dan ia lihat secara sembunyi-sembunyi pada saat sang ayah membawa pemuda itu kerumah.
Tapi satu hal yang tidak ia tahu. Bahwa Rayyan ternyata pengantin baru. Dan baru saja menikah. Kedatangan mereka kesana pun ternyata dalam rangka acara bulan madu.
Betapa malunya gadis kecil sebaya Cinta itu. Dirinya yang sudah terbang ke awan kini malah terhempas jatuh ke dasar bumi. Hingga membuatnya sulit berpijak.
Karena tidak ingin bertambah malu lagi, putri sulung Pak Kusman segera masuk kedalam. Sedangkan Pak Kusman dan istrinya, berdehem untuk mengurangi rasa malu dan gugup yang saat ini merajai tubuh kedua paruh baya itu.
Mendengar suaraorang berdehem, keduanya terkejut. Padahal keduanya sedang menikmati semilir angin pantai yang berhembus disiang hari.
Begitu menyejukkan dan juga sangat menyenangakn jika mereka bisa menginap disalah satu rumah yang ada dipantai itu.
Cinta dan Rayyan memikirkan hal itu. Tetapi pikiran itu buyar kala mendengar suara deheman suara lelaki paruh baya yang tadinya membawa mereka.
Kedua anak manusia yang saling ketergantungan dan mirip itu, berbalik kearah mereka dan tersenyum melihat keduanya.
"Maaf, Nak. Kami mengganggu," ucapnya tak enak hati pada sepasang pengantin baru itu.
Rayyan dan Cinta tersenyum serta menggeleng, "Nggak.. Bapak sama ibuk nggak mengganggu, kok. Kami hanya sedang menikmati angin sepoi-sepoi ditepi pantai ini," jawab Rayyan yang diangguki oleh Cinta.
__ADS_1
Keduanya menghampiri istri Pak Kusman dan menyalaminya. Paruh baya itu tersenyum.
"Semoga kalian bahagia dan cepat diberikan momongan ya, Nak?" doanya tulus untuk mereka berdua.
Cinta tersenyum, "amin. Terimakasih, Buk." timpal Cinta sembari duduk disamping Rayyan yang sednga menikmati kudapan yang disediakan oleh istri Pak Kusman.
"Oh iya, Pak. Apakah disekitar pantai ini ada menyediakan rumah kosong untuk menginap?" tanya Rayyan pada Kusman yang ditanggapi saling pandang dengan istrinya.
"Kenapa kamu ingin mencari rumah? Ingin tinggal disini kah?" bukannya menjawab, istri Pak Kusman malah bertanya pada Rayyan.
Cinta terkekeh, "kami berencana ingin menyewanya selama satu minggu disini. Kami sedang liburan kesini Pak, Buk. Jadi.."
"Benar Pak, Buk. Istri saya ini begitu ingin tinggal ditepi pantai. Ingin saya bawa keluar negeri. Tapi dianya nggak mau. Katanya di Indonesia aja. Ke Lombok? Pun ia tidak mau. Malah kesini tujuannya!" Rayyan tergelak kala Cinta mencubit pinggangnya.
"Ih, mana ada! Aku bilangnya. 'Kan kalau aku mau liburan ketepi pantai? Bukan kesini juga kali Bang! Ini 'kan ide Abang? Karena kita melakukan seminar dihotel papi?" ketus Cinta yang ditanggapi dengan Rayyan yang tertawa melihat wajah kesal Cinta.
"Tapi 'kan jadi juga kita bulan madunya?" goda Rayyan sembari menggerakkan kedua alisnya menggoda Cinta dan tersenyum padanya.
Cinta yang sedang kesal. Melengos kearah jendela. Dimana seorang gadis muda seusia dengannya sedang menatap Rayyan dengan tatapan memujanya.
Bahkan terlihat suka dipancaran mata bulat bening itu. Mendadak saja wajah Cinta berubah menjadi datar dan dingin.
Rayyan terkejut melihat perubahan wajah Cinta. Ia pun melihat kemana arah mata Cinta melihat.
__ADS_1
Deg!
Deg!
Rayyan terkesiap saat melihat seorang wanita berhijab saat ini sedang menatapnya dengan lekat. Bahkan seperti tatapan memuja.
"Sayang?" panggil Rayyan pada Cinta dengan mata masih menatap lekat pada gadis yang dijendela.
Mata keduanya saling menatap lekat. Jika Rayyan dengan wajah piasnya, gadis itu malah tersipu malu. ucapan sayang yang ditujukan Rayyan untuk Cinta malah ditanggapi lain oleh gadis itu.
Cinta meradang dibuatnya. "Jika sudah selesai, aku pulang duluan! Selesaikan urusanmu dengan gadismu, Bang Rayyan!"
Deg!
Rayyan tersentak mendengar ucapan Cinta yang begitu cepat berlalu. Rayyan yang panik, segera mengejarnya.
"Tunggu, Yang! Kamu salah paham sama Abang! Itu tidak seperti yang kamu pikirkan!" seru Rayyan sambil mengejar Cinta yang berjalan tergesa-gesa meninggalkannya.
Pak Kusman dibuat terkejut dengan tingkah Cinta baru saja. Ia pun ikut berlari mengejar Cinta dan Rayyan yang menurutnya hanya salah paham saja.
...****************...
Nanti lagi ye? Othor mau ngechas dulu ini hp. Dayanya habis. 😁🙏
__ADS_1