
Mami Alisa membawa nampan minuman keruang tamu dimana kelima pria dewasa itu disana sambil berbincang hangat.
Si kembar sedang di ruang tivi. Mereka sedang menonton serial kartun di kembar botak itu. Rayyan terkekeh kala melihat kedua anaknya berebutan kala sang Oma mengantarkan kue Bolu khas buatan nya.
''Alhamdulillah. Abang bebas jiah dari tempat terkutuk itu. Terimakasih Gilang, kamu sudah bersedia menebus Abang dari lelaki itu dengan imbalan yang begitu besar. Maafkan Abang yang tidak memiliki apapun untuk membalas semua kebaikan mu. Talia bang akan meminta sama Allah, agar rumah tangga mu semakin makmur. Hidupmu tidak kekurangan apapun. Dan selalu di limpahkan Rahmat Allah SWT untuk kalian semua. Semoga Allah membalas jasamu Gilang, Alisa .. terimakasih banyak!'' Ucapnya membiak suara setelah lama mereka saling berdiaman diri.
Mami Alisa duduk di sebelah Papi Gilang yang kini ada Rayyan disampingnya. Papi Gilang menyikut lengan Rayyan agar sang putra bergeser memberikan tempat untuk Mami nya.
Rayyan berdecak sebal. ''Ishh.. selalu aja gini. Nggak boleh apa Abang mau duduk sama Mami?! Selalu aja Papi yang kebagian!'' ketus Rayyan pada Papi Gilang
Papa Azlan tertawa. Azka pun ikut tertawa. Wajah Rayyan di tekuk masam karena kelakuan sang Papi padanya dihadapan ke tiga tamunya itu.
Papi Gilang tidak peduli. ''Biarin! Mami Alisa istri Papi! Ya jelas dong, kalau Mami kamu harus duduk di dekat Papi??'' katanya pada Rayyan
__ADS_1
Membuat pemuda tampan mirip dirinya itu mendengus. '' Terserah Papi lah. Papi kan selalu gitu! Selama Abang dewasa Papi tidak mengijinkan Abang lagi dekat sama Mami!''
''Ya jelas dong Papi nggak ngizinin? Lah wong kamu ingin bermanja sama istri Papi. Ya mana Papi izinin coba?! Yang harus bermanja sama Mami kamu itu Papi! Bukan kamu! Kalau kamu mau di manja ya sama istri kamulah! Jangan sana istri Papi! Gimana sih?!'' Ketus Papi Gilang tidka terima dengan ucapan Rayyan.
Mami Alisa pusing dibuatnya. Beginilah setiap kali mereka berkumpul. Tidak peduli ada tamu, mereka selalu ribut perihal Mami Alisa.
Apalagi Papi Gilang yang kadar posesif nya sangat tinggi. Istilahnya Posesif akut jika tentang Kami Alisa.
Jangan kan pemuda lain, putra nya sendiri pun tidak ia izinkan. Begitu pun dengan Lana. Papi Gilang tidak mengizinkan lagi pria dewasa itu untuk memeluk istrinya itu. Padahal kan Nami Alisa ibu kandung dari Lana? Ck. Dasar Papi Gilang! Posesifnya nggak ketulungan! Hadeeeuuhh..
Papi Gilang memeluknya. ''Tak apa sayang, sekarang bang Azlan sudah bebas. Jadi, ia bisa bertemu Zahra dan cinta saat hari pernikahan mereka Nanti. Untuk saat ini, kalian berdua harus tinggal disini. Abang jangan khawatir. Masalah pekerjaan, nanti Rayyan yang akan mengurusnya. Azka sudah besar. Bisa menggantikan posisi bang Azlan di kantor cabang kiat nanti. Dan kebetulan bagian pabrik kita yang disini sedang kekurangan orang. Kamu mau kan Azka? Kamu punya ijazah kan ya?''
Deg!
__ADS_1
Deg!
Azka melirik Papa Azlan. Beliau tersenyum dan mengangguk. ''Saya punya.. emm.. saya panggil Papi aja ya? Boleh?'' tanya Azka pada Papi Gilang.
Papi Gilang tersenyum, ''Tentu. Apapun itu terserah padamu. Asal jangan kamu panggil kamu dengan sebutan nenek dan kakek peyot saja. Itu belum cocok untuk kami berdua. Iya kan sayang? Secara kami inikdn masih muda???'' godanya pada sang istri.
Mami Alisa menepuk ringan lengan nya. Azka tertawa. ''Iya, maka dari itu saya panggil kalian berdua Papi dan Mami saja. Terkecuali saya menikah dengan cucu kalian batu saya panggil Oma dan Opa nanti!'' ledeknya pada Papi Gilang dan Mami Alisa.
Keduanya pun tertawa. Begitu pun dengan Psk Surya. ''Baiklah Tuan Gilang, Nyonya Alisa, tuan muda. Saya pamit undur diri. Waktu pun sudah malam. Saya harus pulang. Istri saya pun sedang menunggu. Tugas saya sudah selesai tuan Gilang. Saya permisi. Assalamualaikum..'' ucapnya sambil berdiri dan menyalami Papi Gilang dan Rayyan.
Sedang Mami Alisa menangkupkan tangan didada. Kedua orang itu pamit pulang kerumahnya. Kini tinggallah Papa Azlan dan Azka dirumah itu yang masih di temani oleh Papi Gilang dan Mami Alisa.
Rayyan pulang setelah melihat si kembar terlelap di depan tivi. Ia membawa pulang kedua anaknya kerumahnya yang ada di sebelah.
__ADS_1
Kini tinggallah Papi Gilang , Mami Alisa, Papa Azlan dan Azka.