Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Cinta Beda usia


__ADS_3

Sepuluh hari berllau sudah untuk keduanya menikamti hari bersama setelah resmi menjadi pasangan suami istri. Hari ini, keduanya sudah kembali ke Jakarta.


Rayyan dan Cinta baru saja tiba di kediaman keduanya. Ada mami Alisa dan Opa Gilang yang menyambut kepulangan mereka. Untuk si kembar, saat ini keduanya sedang bersama papa kandungnya dan Kezia sebagai tantenya.


Walau Kezia tantenya, si kembar sudah terbiasa memnaggilnya dengan sebutan mami. Sedangkan Dimas, papi. Bukan lagi papa seperti yang Dimas ajarkan dulunya.


Kezia sangat menyayangi si kembar. Sedari bayi hingga sekarang, ialah yang sering membantu Rayyan dan mami Alisa saat mengurus si kembar. Makanya jangan heran, jika si kembar sangat dekat dengan tante sekaligus mami sambungnya itu.


Rayyan dan Cinta langsung istirahat. Karena tubuh keduanya begitu lelah. Seharian keduanya jalan-jalan dna belanja disana. Setelahnya, malam digempur lagi oleh Rayyan.


Bukan hanyaCinta yang kelelahan. Rayyan pun, demikian. Keduanya langsung istirahat tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.


Rencananya, nanti siang Rayyan ada pertemuan dnegan kolega bisnisnya. Pertemuan itu akan diadakan di hotel Bhaskara Group yang dipimpin langsung oleh papi Gilang dan Mami Alisa.


Mami alisa melihat keduanya kelelahan terkekeh kecil. Papi gilang mendekatinya dan memeluk tubuh ramping wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Kenapa tertawa, hem?" tanyanya sabil bibirnya itu mengecup ceruk leher mami Alisa yang tertutup hijab.


Wanita paruh baya itu merinding dibuatnya. Ia sedikit menyikut perut lelaki muda itu. "Awas ih, malu dilihat mantu, papi!" ketusnya pura-pura jutek.


Papi Gilang terkekeh. "Kamu nggak cocok ketus begtu, Sayang." katanya pada mami Alisa yang kini berubah berbalik padanya.


"Oh ya?" balasnya semabri tangan ramping yang masih awet muda itu memeluk pinggang tegap papi Gilang.


Ia sampai mendongak melihat tinggi suaminya itu. Bagiamana tidak, jika dirinya hanya 155 centimeter saja. Sementara papi Gilang memiliki tinggi 179 centimeter. Yang membuat diri pemuda itu kian jangkung sama seperti putra sulungnya dan juga putra sambungnya, Rayyan.


"Ya, kamu itu Alisa Bhaskara. Gadis cantik-,"


"Wanita cantik papi! Ih, masa lupa sama istri kamu yang udah tuir ini?" potong mami Alisa cepat meralat ucapan papi Gilang yang membuat gelak tawa membahana diruangan dapur itu terdengar seketika.


Papi Gilang tertawa mendengar ucapan istrinya itu. "Kamu, ya! Sebagian istri malu mengakui dirinya tua. Lah kamu?" Balasnya pada mami Alisa yang kini tersenyum sendu padanya.

__ADS_1


"Hanya kamu yang mengatakan aku masih cantik, Gilang. Lelaki diluar sana saja sudah mengatakan jika aku lebih tua darimu?" Katanya yang membuat senyum teduh terbit dibibir tipis papi Gilang.


"Kamu memang cantik, Sayangku! Jika kamu tidak cantik, mana mungkin aku jatuh cinta padamu saat umurku masih sembilan belas tahun? Masih SMA? Sedang kamunya waktu itu sudah dewasa dan memiliki tiga anggotaku?" Ujarnya yang membuat mami Alisa memeluk dada bidang nan hangat milik papi Gilang.


Mami Alisa memejamkan kedua matanya saat merasakan detak jantung normal dari papi Gilang.


"Kamu tahu, Pi? Hanya kamu yang memujiku seperti itu. Sebenarnya aku merasa tidak pantas bersamamu. Kamu tampan, masih muda. Sedang aku?" Ucap Mami Alisa dengan suara bergetar.


Papi Gilang menghela napasnya. "Dengar, Sayang. Jika aku sudah memilihmu, maka yang aku mau hanya kamu. Bukan yang lain. Untuk apa aku bertahan selama enam tahun demi bisa menikahimu? Aku berubah karena ingin pantas dan layak menjadi pendampingmu. Aku tidak mempermasalahkan jika dirimu lebih tua dariku. Kamu masih cantik dan awet muda. Aku mencintaimu bukan karena kecantikanmu. Tetapi karena akhlak dan agamamu. Aku berubah karena melihatmu sangat taat pada Allah. Aku berubah karena ingin layak dan pantas bersanding disampingmu. Biar kamu dikatakan tua, itu tidak masalah. Toh, benar adanya bukan?"


"Aku mencintaimu bukan karena kecantikanmu. Jika aku mencintai kecantikanmu, maka saat umur kamu sudah lima puluh tahun seperti sekarang ini, aku sudah membuangmu!"


Mami Alisa semakin mengeratkan pelukannya ditubuh tegap papi Gilang.


...****************...

__ADS_1


Huaaaaa.. Othor nggak pernah move on dari mereka berdua. Terutama papi Gilang. 😭😭😭😭


__ADS_2