Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Lamaran diterima


__ADS_3

''Cintaaaaa...''


Deg!


Deg!


''Astaghfirullahal'adhimm!! Rayyan Pi! Kenapa dengan keponakan ku itu?!'' seru Mami Zahra dengan panik. Ia berlari menuju ruang tamu dimana Rayyan mereka tinggalkan tadi.


Papi Riandra pun begitu. Ia berlari mengikuti Mami Zahra yang sudah berlari tergopoh-gopoh karena jeritan Rayyan yang begitu menggelegar hingga terdengar sampai ke dapur dimana mereka berdua bersama sedang berdiskusi tentang masalah Rayyan dan Cinta ini.


Tiba disana kedua paruh baya itu mematung Kala Melihat Rayyan dengan wajah pucat pasi.


''Ada apa Nak? Kamu kenapa??'' tanya Mami Zahra segera duduk disampingnya.


Rayyan tidak menjawab. Papi Riandra terus saja menatap calon menantunya itu. Ada apa? bisiknya dalam hati. Wajah tua itu terus saja melihat Rayyan.


''Kenapa kamu memanggil nama Cinta tadi? Ada apa? Apakah terjadi sesuatu dengan nya?'' tanya Mami Zahra pada Rayyan.


Rayyan masih saja terdiam. ''Nak??''


''Hah? I-iya Mi. Tidak ada apa-apa kok. Saya hanya sedang bermimpi saja tadi. Bagaimana? Apa keputusan kalian berdua??'' tanya Rayyan pada kedua paruh baya beda usia itu.


Keduanya saling pandang. Mereka menghela nafasnya. ''Bukan kami menolakmu. Tetapi kami butuh waktu untuk hal ini.''


''Kenapa?''


Deg!


Papi Riandra terkejut. ''Apa maksud mu?''


''Anda tau apa maksud saya tuan Riandra yang terhormat! Jika tujuan anda ingin menggantungkan hubungan ini, anda berhasil tuan!''


Deg!

__ADS_1


''Bukan begitu Nak..'' bantah Mami Zahra.


Ia sedikit panik melihat wajah datar Rayyan yang mana keputusan nya ini begitu membuat Rayyan ingin marah pada mereka berdua.


''Baik, jika itu keputusan kalian saya terima. Saya pamit pulang! Assalamualaikum!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..


''Tunggu Nak. Mami belum selesai bicara. Kamu salah paham sayang!''


Deg!


Papi Riandra mendelik menatap Mami Zahra. Sedang yang di tatap tidak peduli. ''Cukup Sweety! Jangan mengejar nya! Kamu tidak perlu mengemis padanya! Kalau memang dia ingin serius dengan hubungan ini, pastilah ia mendengarkan dulu alasan kita apa. Bukankah kita dulu jugamendengar keputusan dan penolakan nya saat kita bertanya kepadanya tentang kepastian hubungannya dan Cinta, putri kita?!''


Deg!


Deg!


Mami Zahra mematung di tempat. Ia berbalik melihat sang suami. ''Cukup Kak Rian! Untuk sekarang, biar aku yang bicara dengan putraku! Aku lebih mengenalnya dibandingkan dirimu yang baru berapa tahun ini mengenal nya!''


Kali ini ia melihat mata itu menatapnya dengan tegas. Tidak seperti biasanya selalu lembut dan patuh padanya. Ia mengalah. Mami Zahra berbalik dan merangkul tangan Rayyan dan membawanya kembali keruang tamu untuk duduk.


''Kita belum selesai bicara nak. Mami akan jelaskan kenapa dan apa. Agar kamu paham apa yang menjadi masalahnya.''


Rayyan tetap diam. Ia sudah malam melihat Papi sambung Cinta itu yang sangat terkenal dengan keposesifan nya.


Mami Zahra menarik nafasnya dalam-dalam. ''Mami belum tau dimana keberadaan Papa Cinta. Cinta harus menikah dan dinikahkan oleh walinya secara langsung. Kamu kan tau, kalau Papi Rian bukan kah ayah Kandungnya?''


Rayyan tetap diam. ''Sudah hampir delapan belas tahun ini Mami tidak pernah bertemu dengannya lagi. Saat terakhir kali umur Cinta dia tahunan Azriel lima tahun waktu itu. Dan sekarang? Jangankan Papa Cinta, bahkan kedua orang tuanya pun tidak terdengar lagi selama ini. Mami bingung. Kalau kamu menikah nanti, apakah bisa di wakili oleh wali hakim? Sementara Papa Azlan belum tau hidup dan mati. Mami hanya ingin kalian bahagia itu saja nak..'' lirihnya dengan wajah mendadak sendu.


Rayyan menoleh pada Mami Zahra. ''Baik, jika itu yang Mami inginkan maka Abang akan mencari Papa Azlan! Satu bulan! Cukup satu bulan untuk mempersiapkan pernikahan kami bukan?''


Deg!

__ADS_1


''Satu bulan? Apa itu tidak kecepatan nak?''


''Satu bulan itu waktu yang cepat menurut Mami? Lalu bagaimana selama enam tahun ini?''


Deg!


Mami Zahra terkejut lagi. ''Bu-bukan begitu. Baiklah, baiklah. Kami akan menyiapkan semua ini. Tentukan saja tanggalnya agar kami bisa mengurusi nya. Dan kami mohon.. temukan Papa Azlan. Agar kamu bisa menikah dengan Cinta.''


''Baik. Akan Abang penuhi. Dan Abang ingin, kalau rencana pernikahan ini hanya kita bertiga yang tau. Tidak ada yang boleh tau tentang masalah ini. Abang akan mengurusnya nanti. Semua ini demi Cinta. Katakan padanya bahwa dia sudah ada yang melamar dan akan menikah sebentar lagi. Jangan katakan jika pemuda itu adalah Abang. Abang sepupunya. Bisa kan Mami?''


Mami Zahra menatap dalam pada Rayyan, ''Kenapa?'' tanya Papi Rian padanya.


''Saya ingin memberi kejutan untuk istri saya kelak. Karena ini adalah sesuatu yang sangat di inginkan olehnya maka akan saya penuhi. Dan jika Tuan tidak menginginkan nya, itu terserah anda. Yang jelas saya ingin memberikan kejutan untuk istri saya, itu saja!''


''Benar? Tidak ada yang lain?? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari kami nak?'' selidik Mami Zahra lagi.


''Nggak Mami.. Abang memang ingin memberikan kejutan untuknya. Mami dan Papi siapkan saja sengaja keperluan nya. Mana yang kurang, segera beritahu Abang. Undang seluruh keluarga besar kita. Yang berada di Jakarta yaitu Mama dan Papa Kevin juga keempat adikku yang lainnya. Untuk keluargaku, Abang akan mengatakan nya sendiri. Mami hubungi saja Abang kapan Cinta tugas malam lagi ya? Agar kami sekeluarga datang kesini. Dan ya, katakan pada ketiga adikku itu agar tidak membocorkan rahasia kita ini!'' ujar Rayyan melirik sekilas di ujung tangga sana ada tiga adik Cinta sedang bersembunyi.


Papi Rian menoleh kemana arah lirikan mata Rayyan. Ia pun ikut terkekeh. ''Tentu. Sjdn Papi urus ketiga bocah nakal itu! Cukup dengan memangkas uang jajannya saja mereka pasti sudah ketar ketir!''


Dan benar saja. Ketiga anak itu lari tunggang langgang masuk ke kamar masing-masing. Meninggalkan tiga orang yang sedang terkekeh bersama.


''Ya sudah. Keputusan sudah di ambil. Mami menerima lamaran mu untuk Cinta. Persiapan pernikahan mu akan segera kami siapkan. Temukan Papa Azlan sebelum kalian menikah. Dan kamu Kak Rian! Kamu aku hukum agar tidak mengganggu ku selama sebulan ini!''


''What?! Sweety...'' rengek Papi Rian pada Mami Cinta.


Rayyan mengulum senyum. ''Itu hukuman yang pantas buatmu karena sudah menerima lamaran dokter itu! Dan sekarang tanggung sendiri akibatnya! Malas aku tidur sama kamu! Malam ini aku akan tidur sama Cinta!'' ketus Mami Zahra begitu kesal kepada sang suami.


Inilah yang tadi Rayyan coba katakan. Dan Alhamdulillah nya Mami Zahra paham. ''Terimakasih Mami..'' lirih Rayyan masih terdengar oleh Papi Rian.


Pemuda indo Jerman itu melengos. Wajahnya mendadak masam. ''Tak apa nak. Pulanglah. Segera Carikan dimana keberadaan Papa Cinta. Agar kalian bisa menikah dan janji Mami dulu terpenuhi padanya.''


''Tentu, Abang akan mengerahkan seluruh anggota kita untuk mencari Papa. Abang pulang Mi. Tuan Rian! Assalamualaikum..''

__ADS_1


''Waalaikum salam...'' sahut Mami Alisa dan Papi Rian bersamaan.


__ADS_2