Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Panas!


__ADS_3

Mereka berdua menuju rumah sakit. Di perjalanan keduanya saling melempar canda tawa. Rayyan sangat senang bila bersama Cinta. Cinta merupakan obat hatinya yang lara karena kepergian Zahra.


Cinta lah yang selama ini selalu memberi semangat untuk Rayyan. Sedari di perjalanan mereka terus saja bercerita hingga empat puluh lima menit kemudian mereka tiba dirumah sakit.


Tiba di sana, Rayyan memarkir kan mobilnya. Ia ingin mengantar Cinta sampai ke dalam rumah sakit.


''Adek duluan ya Bang? Takutnya udah kelamaan?'' ucap Cinta pada Rayyan sembari tangan terus bergerak membuka pintu mobil milik Rayyan.


Rayyan mengangguk, ''Turunlah. Abang parkirkan dulu mobil ini. Setelahnya Abang akan menemui mu nanti. Abang pun ada janji sama Dimas dan Kezia. Papa Rian kan harus pulang hari ini??'' katanya pada Cinta yang saat ini sudah turun lebih dulu.


Cinta tersenyum. Tanpa di duga kaki jenjang itu memutari mobil dan mendekati pintu kemudi dimana Rayyan yang sedang memarkir kan mobilnya.


''Abang!''


''Ya?'' Sahut Rayyan dengan segera menoleh pada Cinta.


Tangan Rayyan yang berada di pintu di ambil oleh Cinta untuk di kecup takzim oleh nya.


Cup!


Deg!


Deg!


Deg!


Rayyan tersentak. Ketika merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya kala Cinta mengecup tangan halusnya. Ia menatap Cinta yang kini sedang mengecup tangan itu.

__ADS_1


''Sayang??''


Cinta melepaskan kecupan itu. Ia tersenyum lembut pada Rayyan. ''Agar setiap apapun yang adek lakukan, berkah Bang. Adek masuk ya?''


Rayyan tertegun dengan perbuatan Cinta. Cinta berlalu dirasa waktunya semakin menipis. Ia berjalan cepat sambil berlari-lari kecil takutnya kesiangan untuk masuk rumah sakit sesuai jadwal.


Sementara Rayyan masih menenangkan debaran jantung yang terus menggila akibat sentuhan Cinta baru saja.


''Astaghfirullah.. ada apa dengan jantungku? Kenapa perasaan ini sama seperti dulu aku saat bersama Zahra?'' gumam Rayyan sembari memegangi jantung nya yang masih berdegup kencang.


Rayyan menggeleng kan kepalanya berulang kali karena memikirkan tingkah Cinta tadi. Sadar, jika dirinya seperti anak SMA yang sedang kasmaran ia terkekeh kecil.


Tangannya melepas selbert dan turun dari mobil miliknya setelahnya ia pun memilih masuk karena waktu subuh sudah dimulai. Dan ia ingin sholat di musholla rumah sakit ini.


Rayyan berjalan masuk perlahan dan menuju dimana Cinta saat ini sedang berbicara dengan seorang lelaki yang bersneli putih sama seperti nya.


Deg!


Rayyan berjalan dengan pelan menuju mereka berdua. Samar-samar terdengar ucapan mereka yang semakin membuat amarahnya meletup-letup seketika.


''Saya serius Cinta!''


''Dokter Arfan apaan sih?'' sahut Cinta sambil terkekeh kecil.


''Kalau kamu tidak percaya, baik! Akan saya buktikan! Besok malam saya akan datang untuk menemui kedua orang tuamu. Saya akan datang membawa keluarga saya untuk melamar mu menjadi istri saya!'' tegasnya membuat seseorang yang berdiri di belakang Cinta panas seketika.


Tangannya mengepal erat. Wajahnya memerah hingga ke telinga nya. ''Hahaha.. saya tau siapa anda Dokter! Saya tidak percaya dengan ucapan anda Dokter! Anda itu suka sekali bercanda dengan saya!'' bantah Cinta masih dengan terkekeh kecil.

__ADS_1


''Saya serius Cinta Pramita Agung Brasmana! Saya sedang tidak main-main!'' tukasnya begitu serius.


Hingga Cinta menatap serius kepada pemuda tampan di depan nya itu. Cinta terkejut dengan ucapan serius pemuda itu.


''Besok malam saya akan datang kerumah orang tua kamu dengan membawa keluarga saya untuk melamar kamu untuk menjadi istri saya! Saya tidak main-main dengan ucapan saya! Selama ini saya sengaja bercanda dengan kamu, agar kamu tidak merasa jika saya ini sedang mendekati kamu. Saya menyukai kamu dari pertama kali melihat mu Cinta! Saya sudah mengenalmu sejak kita masih kuliah dulu. Kita hanya berbeda tingkatan saja! Saya akan membuktikan ucapan saya ini besok malam! Tunggu kedatangan saya, Cinta!''


Deg!


Cinta terkejut bukan main dengan penuturan dokter muda di hadapannya ini. Belum usai rasa terkejut nya, Cinta sudah mendengar suara orang yang begitu ia Cintai di belakang nya.


''Sudah selesai Cinta?!''


Deg!


''Abang!'' Seru Cinta sembari berbalik menghadap pada Rayyan yang saat ini berada di belakang nya hanya berjarak sepuluh jengkal saja.


Deg!


Deg!


''Abang..''


''Sudah selesai? Abang tidak perlu lagi menunggu dan pamit sama kamu kan??''


Cinta menelan salivanya. Ia mendadak takut melihat wajah dingin dan datar Rayyan. ''Abang! A-aku-,''


''Silahkan dilanjut kan! Saya permisi mau sholat!'' potong Rayyan masih dengan raut wajah datar.

__ADS_1


''Abang...'' panggil Cinta dengan segera mengikuti Rayyan yang saat ini pergi meninggalkan nya menuju musholla rumah sakit.


Dokter Arfan mengernyit bingung melihat pemuda yang lebih muda darinya satu tahun itu.


__ADS_2