Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Wujud sempurna


__ADS_3

"Papiiiiii..."


Deg!


Deg!


Cinta memejamkan matanya saat Raka memanggil sang Papi yang kini sedang menatapnya. "Mami??" panggil si cantik Zarra.


Cinta terkejut, "Hah, iya. Ayo sayang! Adek belum selesai mandi ini. Ck. Dasar! Mami lupa euuyy!" celutuk Cinta membuat Zarra tertawa sarkas.


Rayyan pun ikut tertawa saat mendengar suara tertawa Zarra yang begitu menggemaskan. ''Papi??'' panggil Raka


''Ya sayang, ayo sini Papi pakaikan baju. Setelah ini bermainlah diluar bersama Oma dan Opa ya?'' katanya pada Raka, tangan Rayyan begitu lincah memakaikan minyak telon, bedak serta baju di tubuh putra kecilnya.


''Hemm.. Cup. Sudah wangi! Dan sangat tampan! Ayo, kamu keluar duluan ya?'' ucapnya pada Raka yang saat ini sudah ia turunkan ke bawah


''Oke Papi!'' sahut Raka.


Putra kecil Rayyan itu berlari keluar dari kamar sang Papi setelah selesai bersiap. Kini tinggallah Cinta dan Zarra yang masih berada di kamar mandi.


Cinta yang sudah basah kuyup kebingungan ingin keluar. ''Sayang?''


''Hem?'' sahut Zarra, mata bulat bening itu menatap Cinta dengan polos.


''Adek keluar dulu boleh? Mintain handuk dan tas Mami yang ada di sofa itu sama Papi. Mami tidak bisa keluar, lihatlah ini. Kamu menyiram Mami hingga Mami basah kuyup seperti ini! Ck!'' decak Cinta pura-pura kesal pada Putri kecil Rayyan itu.


Zarra nyengir kuda. ''Hehehe.. maaf Mami! Oke! Adek keluar! Nanti adek suruh Papi kesini ya?'' katanya sambil membuka pintu dan berlari keluar menuju sang Papi yang saat ini sedang menunggu nya.


Cinta melototkan matanya. ''Haisssshhh.. bocah ini! Nggak tau apa Maminya malu ketemu Papi kamu dalam keadaan seperti ini? Ck! Bocah nakal!'' sungutnya seorang diri di dalam kamar mandi. Namun, terkekeh-kekeh.


Sedangkan diluar, ''Papiiiii... adek udah siap mandi! Nih, cium! Adek udah wangi!'' serunya pada Rayyan yang saat ini terkekeh melihat tingkah putri kecilnya itu.


''Ya, ya, ya! Papi tau adek sudah mandi. Di mandiin siapa?'' tanya nya dengan tangan terus bergerak lincah mengelap tubuh putri kecilnya itu.


Zarra tersenyum lagi. Senyum yang sangat merekah di wajah kecilnya. ''Di mandiin sama Mami Zahra!''


Deg!


Deg!


Tangan kekar yang sedang mengelap tubuh putri kecilnya itu berhenti. ''Siapa tadi kamu bilang??'' tanya nya pada Zarra.

__ADS_1


Zarra tersenyum melihat Rayyan, ''Mami Zahra Papi. Mami kita berdua!'' sahutnya masih dengan senyum merekah di bibir kecilnya itu.


Rayyan tertegun lagi dengan ucapan putri kecilnya. Jika tadi karena Raka, sekarang ini karena Zarra. ''Kamu yakin sayang?? Bukannya itu Tante Cinta ya?'' Rayyan mencoba bertanya pada Zarra pelan-pelan.


ia ingin memastikan telinga nya itu tidak salah dengar. ''Bukan Mami Cinta! Tapi Mami Zahra! Mami yang sudah melahirkan kita berdua! Papi lupa? Kalau lupa, sini adek ingatkan!'' jawabnya dengan tangan tiba-tiba saja merogoh saku celana Rayyan dan mengambil dompet sang Papi dan dibukanya.


''Ini! Ini Mami kita berdua! Papi lupa??'' tunjuknya pada foto yang masih tertempel setia di dompet Rayyan.


''Ini...''


''Sayang.. Adek! Mana handuk Mami, Nak?? Mami kedinginan ini!!'' tiba-tiba suara Cinta terdengar dari kamar mandi.


Zarra menepuk jidatnya. ''Astaghfirullah! Adek lupa Mi! Bentar ya?'' balasnya sembari memekik juga sama seperti suara Cinta.


Rayyan lagi dan lagi tertegun. ''Papiiiii!!!'' panggil Zarra pada Rayyan yang saat ini sedang melamun.


''Hah? Iya apa nak??''


Zarra menatap Papinya dengan mata polosnya. ''Tadi, Mami minta adek untuk ambilkan handuk sama tas yang di sofa itu. Katanya minta sama Papi, agar Papi bawa masuk ke dalam kamar mandi!''


Deg!


''Apa?!'' pekik Rayyan membuat Zarra terkejut.


Rayyan terkekeh, ''Iya Papi akan berikan baju Mami, tapi apa kamu bisa pakai baju sendiri??'' tanya Rayyan memastikan


Zarra mengangguk cepat. ''Bisa! Papi masuk saja sana ke kamar mandi! Kasihan Mami kedinginan!'' jawabnya sembari tangan terus bergerak lincah memakai bajunya sendiri.


Rayyan tersenyum, ia mendekati tas yang terletak di sofa dan mengambil handuk yang sering ia pakai untuk ia berikan pada Cinta di kamar mandi sana.


Tok, tok, tok..


''Cinta? Ini baju sama handuk kamu!'' kata Rayyan dari sebalik pintu kamar mandi.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka sedikit, Cinta mengulurkan tangannya untuk mengambil tas miliknya dan juga handuk.


Rayyan tertegun Kala melihat tangan halus nan putih itu keluar dari celah pintu kamar mandi. ''Zahra??'' panggil Rayyan saat merasakan jika tangan itu adalah tangan Zahra dulu ketika ia meminta handuk dan juga baju gantinya saat ia hamil dulunya.


''Iya Kak! Terimakasih!'' jawaban yang sama Rayyan dengar kembali saat ini. Membuat jantung sang Duka itu berdegup tak karuan.

__ADS_1


Deg, deg, deg..


Lagi dan lagi Rayyan memanggil nama Zahra dikala bersama Cinta. Ia tertegun sesaat. Namun, semua itu buyar karena Cinta keluar tanpa melihat nya. Hingga tubuh kedua nya bertubrukan.


Bugghh...


''Allahu!''


''Astaghfirullah!!'' Seru keduanya karena terkejut.


Cinta meringis menahan sakit karena tubuhnya terbentur ke tepi pintu karena tertabrak tubuh tegap Rayyan yang saat ini berdiri menjulang di depan pintu.


''Kak Rayyan! Isshh.. sakit ini kepala ku!''


Deg!


''Zahra...'' lirih Rayyan membuat Cinta terkejut. Ia menatap Rayyan yang kini sedang menatapnya juga.


Deg, deg, deg..


Jantung kedua nya berdegup tidak karuan. Cinta melengos kala melihat wajah tampan itu semakin memikat hatinya.


Ehemm..


Cinta berdehem membuat Rayyan terkejut. Ia mundur dua langkah ke belakang. ''Ma-maaf.. Abang tidak sengaja?''


Cinta tersenyum tipis pada Rayyan. ''Tak apa Bang. Maaf.. kalau aku memakai kamar mandi Abang tadi. Anak-anak memaksa ku mandi dan menyirami saat aku memandikan tubuh mereka berdua!'' Ucapnya sembari terkekeh.


Ia melewati Rayyan yang saat ini masih mematung karena mencium bau harum yang sama dengan harum tubuh Zahra dulu setelah habis mandi.


''Bang, aku ke depan ya? Mau bantu Mami masak dulu!'' katanya pada Rayyan yang saat ini masih terpaku melihatnya.


Cinta keluar menuju langsung menuju dapur dimana suara kedua anaknya itu sedang heboh-heboh nya bersama Oma dan Opa mereka.


Tiba di dapur, Cinta langsung saja bergabung di kompor bersama Mami Alisa dan Opa Gilang yang sedang tertawa karena kelakuan cucu nya itu.


Sedangkan di kamar Rayyan, Sang Duka itu masih saja melamun memikirkan cinta tadi. Harum bau tubuh Cinta saat mandi sama persis dengan Zahra dulu.


Bahkan gaya bicaranya pun sama persis. Apalagi saat sekilas melihat wajah putih bersih tanpa polesan makeup di wajah ayu nya.


Hingga membuat Rayyan berkali-kali tertegun dengan keadaan tersebut. Ia tersadar saat mendengar suara lengkingan Zarra di dapur bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


Rayyan berjalan masuk sembari mengambil handuk yang dipakai Cinta tadi. ''Apakah itu Zahra? Atau Cinta?? Kenapa mereka memiliki wujud yang begitu sempurna?? Apakah ini hanya kebetulan belaka??'' Batin Rayyan berkecamuk memikirkan Cinta yang sangat mirip dengan Zahra.


__ADS_2