Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Rasa yang sama


__ADS_3

Cinta ingin bangkit lagi dan mencoba melepaskan tangan Rayyan dari pinggang ramping nya. Tapi Rayyan tidak mengizinkan. ''Gini aja dulu sayang.. Abang kangen duduk seperti ini denganmu. Hahh.. mengenai hal itu, Abang nggak bisa jawab. Jujur, di dalam hati ini masih ada nama Zahra disana. Tidak bisa tergantikan dengan yang lain.. Tapi, Abang tidak munafik. Abang juga menginginkan dirimu Sayang.. maaf kalau Abang egois. Hati tidak bisa dipaksakan. Abang masih bingung dengan perasaan sendiri. Ingin memilihmu, tapi hati ini menolak. Menjauh darimu pun Abang tidak bisa. Entahlah. Seperti ada magnet pada diri kita berdua yang menarik diri ini agar tetap bersama mu. Rasa yang sama. Rasa yang dulu pernah Abang rasakan saat bersama Zahra, kini bisa Abang rasakan saat bersama mu. Maaf sayang... bukan maksud Abang mengungkit masa lalu Abang. Hanya saja...''


Cinta tersenyum, ia memegang ujung jari Rayyan sedikit. ''Tidak apa Bang. Adek ikhlas kok kalau Abang nganggap adek ini kak Zahra? Tapi ya .. walau agak seperti tercubit sih hati ini?''


Deg!


Deg!


''Maaf sayang.. maaf.. bukan maksud Abang begitu. Hanya saja kalian berdua itu sama. Abang sedari pertama dulu melihatmu sudah menebak, kalau kamu ini kembaran Zahra? Wajah yang mirip, belum lagi cara berpakaian kamu itu mirip sekali dengan Zahra? Apa mungkin kamu ini memang saudara kembar Zahra??''


Cinta tergelak keras. ''Mana ada kembar Abang! Kak Zahra itu saudara kembar nya laki-laki loh.. kalau Abang lupa! Lah Adek? Adek kan sendiri?? Sejak dilahirkan hingga saat ini pun adek tetap sendiri! Abang lupa atau gimana sih!'' tanya Cinta masih dengan tertawanya.


Rayyan Terkekeh. ''Abang nggak lupa sayang. Hanya saja perasaan ini mengatakan seperti itu. Tunggu sebentar lagi. Abang harus memastikan dulu diri dan hati ini sebenarnya menginginkan siapa? Zahra yang sudah tiada? Atau kamu yang saat ini nyata disamping Abang? Tapi... kenapa kamu sangat mirip dengannya Cinta...'' lirih Rayyan sembari menatap lekat pada Cinta.

__ADS_1


Cinta tersenyum, ''Kalau misalnya adek ini kak Zahra, apakah Abang mau menerima ku kembali seperti Abang menerima Kak Zahra dulu yang sudah ternoda??''


Deg!


Deg!


Rayyan terkejut, ia duduk dengan tegak dan menatap serius pada Cinta. ''Darimana kamu tau kalau Zahra pernah ternoda? Dan.. apakah kamu juga mengetahui kalau kedua anak kembar Abang bukan anak kandung Abang Cinta??'' tanya Rayyan masih dengan menatap lekat pada mata dan wajah ayu Cinta yang sangat mirip dengan Zahra.


Deg, deg, deg...


Jantung Rayyan berdegup tidak karuan. Mata itu menatap serius pada Cinta yang saat ini sedang menatapnya. ''Abang memang mencintai Zahra hingga saat ini. Sangat sulit untuk bisa melupakan nya. Kehadiran mu disini mengingat kan Abang tentangnya. Hanya saja .. kamu itu Cinta. Bukan Zahrani, istri Abang. Abang takut mengecewakan mu kalau suatu saat hati ini masih terpaut namanya. Abang juga sayang sama kamu, Cinta. Tapi cinta dan kasih ini tetap untuk Zahra.. Maafkan Abang Cinta..'' lirih Rayyan dengan suara lembutnya hingga begitu mendayu dan menusuk hati Cinta.


Bukannya Cinta marah, ia malah tergelak keras hingga kepalanya mendongak keatas. Rayyan terkejut. Ia kebingungan melihat tingkah Cinta.

__ADS_1


''Abang tau, Cinta dan Zahra itu satu orang yang sama. Satu jiwa berbeda raga. Kalau saja Abang tau kalau aku ini istri Abang, apa yang akan Abang lakukan??''' tanya Cinta tapi di dalam hati saja.


''Sayang??'' panggil Rayyan pada Cinta.


Cinta berhenti tertawa. ''Asal Abang tau, Zahra dan Cinta itu dua tubuh satu jiwa! Jiwa kami satu! Kami mencintai orang yang sama! Memang, Zahra sudah ternoda. Tapi tidak dengan Cinta! Cinta bagian lain dari diri Zahra yang tidak ternoda. Kami kembali untuk menyempurnakan cinta kita yang tertunda bang Rayyan! Kami berdua sama-sama mencintai mu! Sangat mencintai mu! Hingga sulit rasanya untuk bisa berbagi dengan orang lain! Kamu segalanya untuk ku Bang Rayyan, sekarang maupun nanti. Selamanya akan mencintai mu. Tak kan tergantikan Ar Rayyan Putra Bhaskara! Suami sah Zahrani putri Alamsyah binti Ar Reza Rustamsyah yang lahir dari seorang Ibu yang bernama Aisyahrani binti Alamsyah! Mereka berdua saudara sepupu. Sama seperti kita saat ini. Kisah cinta mereka terulang kembali kepada kita berdua!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..


Rayyan tersentak mendengar nya. Wajahnya mendadak pucat. Bibir itu Kelu untuk berbicara. ''Ya sudah, sudah isya. Abang sholat dulu gih! Adek mau istirahat sama si kembar! Malam ini dan seterusnya kedua anakku itu akan tetap bersamaku dan juga dirimu Bang Rayyan, selamat malam Sayang...''


Deg!


Deg!

__ADS_1


__ADS_2