Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Dua orang pelamar


__ADS_3

Rayyan masih saja terus tertawa saat melihat perdebatan antara Papi Riandra dan putri bungsunya. Diandra Agung Brasmana. Kesayangan Cinta.


Karena wajahnya itu yang begitu mirip dengan sang Papi. Cinta pertama nya. Setelah ia beranjak besar.


''Udah ah. Nggak dari habisnya kalau lihat peperangan diantara mereka berdua ini. Kamu sudah sarapan Nak? Mami masak nasi goreng dengan rendang jengkol kesukaan Papi dan adik bungsu kamu itu. Selalu saja ribut kalau Mami masak rendang jengkol! Isshh.. senang banget sih si jengkol ini selalu menjadi rebutan keluarga Mami sendiri??!'' Ketus Mami Zahra sengaja menyindir kedua orang itu yang terdiam gegara perkataan nya.


Papi Riandra menghela nafasnya. ''Dengarkan Papi, Mami. Kamu itu tetap yang utama dihati kita semua. Siapa bilang Papi lebih menyukai jengkol? Emang kamu pikir jengkol itu punya hati apa? Yang bisa membuat Papi meleleh gitu?''


Lagi, Rayyan tertawa terbahak mendengar ucapan Sang Papi yang menurutnya lucu. Mmai Zahra merengut tak suka pada Papi Riandra.


Pemuda keturunan indo Jerman itu memang suka sekali menggoda sang istri setiap waktu dan setiap kesempatan yang ada.


Merek sarapan bersama yang sudah kesiangan. Mereka makan di bumbui dengan canda tawa dari Papi Riandra dan juga adik bungsu Cinta tmyang terkenal cerewetnya seperti Cinta jika sedang berada di rumah.


Setelah kenyang, Rayyan membawa kedua paruh baya itu untuk berbicara penting bertiga saja. Papa Rian yang paham, langsung saja membawa Rayyan ke ruang kerja nya.

__ADS_1


''Duduk Nak.''


''Terimakasih Pi. Abang ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini Papi tunggu-tunggu. Semoga belum terlambat ya?'' goda Rayyan dengan jantung berdegup tak karuan.


Baru pertama kali ingin melamar gadis. Kalau dengan Almarhumah Zahra dulu Zahra yang memintanya untuk menikahinya.


Papi Riandra terkekeh, ''Jikalau kamu sedikit lama mungkin Papi akan berubah pikiran!'' gurau Papi Riandra yang mendapat hadiah cubitan tuan krab di paha nya.


''Aduhh.. sakit Sweety! Ih, kejam banget sih sama suami?? Ishh..'' keluh Papi Riandra terkesan lebay di mata Mami Zahra yang saat ini sudah menggenakan kaca mata.


Deg!


Deg!


Rayyan terkejut. ''Bagaimana Mami tau??'' Tanya nya sedikit heran.

__ADS_1


Mamak Zahra tertawa. ''Mami sudah tau tujuanmu kesini. Kami ingat? Dulu kamu pernah mengatakan hal ini kepada kami berdua. Kamu akan datang menghadap kami berdua ketika hati kamu sudah yakin tentang Cinta! Apa itu benar? Masih ingat kan?''


Deg!


Rayyan mengerjab. Papi Riandra terkekeh, ''Kamu itu pemuda kedua setelah pemuda pertama lebih dulu melamar Cinta, Rayyan!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..


Tersentak Rayyan mendengarnya. Ia menuliskan wajah sang Papi untuk mencari kebohongan disana. Mana tau beliau berbohong?


''Kenapa kamu menatap Papi seperti itu? Papi serius. Dua hati yang lalu ada sepasang orang tua mendatangi kami untuk meminta Cinta menjadi menantu mereka. Putranya itu sudah kenal lama dengan Cinta dan saat ini mereka berada di rumah sakit yang sama. Pemuda itu juga seorang dokter. Namanya Arfandi Sucipto!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Terhenyak Rayyan mendengarnya. Wajahnya mendadak berubah menjadi datar seketika untuk menutupi rasa terkejut nya.

__ADS_1


Papi Riandra menarik sedikit ujung bibirnya. Ia tau jika Rayyan begitu terkejut saat ini. Tetapi ia tetap harus mengatakan ini kepadanya agar sepupu putri tirinya itu bisa tau, bahwa bukan dirinya saja sudah melamar Cinta, tetapi juga pemuda yang sama pernah Rayyan temui saat dirumah sakit yang membuat hatinya panas seketika.


__ADS_2