
''Entahlah. Papi jadi bingung mendengar cerita kamu. Memang sih, sekilas Cinta itu begitu mirip dengan Zahra. Tapi.. kalaupun mirip pastilah ada perbedaan nya kan?''
''Benar. Tapi Ci ya ini memang mirip banget loh Pi. Mami dulu pun pertama kali melihat nya terkejut bukan main. Ketika umur Cinta masih dua tahun kemiripan itu sudah terlihat jelas. Akankah ucapan Cinta itu benar adanya. Apa mungkin ucapan terakhir Zahra dulu saat ia akan pergi benar adanya??''
''Ucapan yang mana?'' tanya Papi Gilang.
Mami Alisa menepuk jidatnya. Ia terkekeh. ''Mami lupa ya nggak kasih tau Papi?''
''Bisa jadi!'' sahut Papi Gilang
Mami Alisa tergelak. ''Iya, iya Mami akan ceritakan! Dulu, pada saat Zahra akan pergi. Ia sempat berkata sama Mami dan Rayyan.'' Mami Alisa melirik Rayyan. Sedang yang ditatap mendadak sendu. ''Zahra bilang di saat nafas terakhir nya, kalau dia akan kembali lagi untuk bisa bertemu dengan Rayyan. Untuk menyempurnakan cinta mereka berdua yang sudah ternoda karena dirinya. Ia akan hadir kembali dalam wujud yang baru. Dan akan kembali melanjutkan kisah cinta mereka yang tertunda. Zahra juga bilang, akan hadir seseorang yang mirip dengan nya di masa depan nanti. Seseorang yang akan mengganti kan dirinya di hati Rayyan!''
Deg!
Deg!
''Maksudnya?'' tanya Papi Gilang semakin bingung.
__ADS_1
''Ya seperti yang kita tebak tadi. Bahwa Zahra akan kembali lagi dalam wujud yang baru. Wujud yang masih suci dan tidak ternoda sama sekali seperti dirinya. Wujud yang masih bersih sama seperti Rayyan kita. Seseorang yang memang di tujukan untuk menjadi pendamping Rayyan dimasa depan. Dan semua itu ada pada Cinta.''
Deg!
Rayyan menatap Mami Alisa yang kini sedang menatapnya juga. ''Lihatlah Cinta. Bukankah Cinta begitu mirip dengan Zahra dalam segi hal apapun? Terkadang Mami berpikir, bisa saja Allah ini menciptakan Zahra kemudian di jemput kembali. Ia menjadi istri sah Rayyan karena suatu hal karena memang itu jalan takdirnya. Tapi berbeda dengan takdir Rayyan. Ia harus menikahi seorang gadis yang sudah ternoda dan memiliki buah dari hasil ternoda itu. Dan untuk menyempurnakan nya, Allah sengaja sudah menuliskan di lauhul Mahfudh jika jodoh Rayyan itu bukanlah Zahra. Melainkan orang lain. Gadis lain. Gadis lain yang masih suci lahir dan batinnya. Gadis yang memang sudah terikat dari ia di ciptakan di dalam kandungan bahwa dirinya merupakan jodoh Rayyan dimasa depan. Maka dari itu mereka di ciptakan begitu mirip. Semua ini bukan kebetulan belaka. Semuanya sudah cukup jelas terlihat.''
''Cinta merupakan diri lain dari Zahra yang sudah ternoda. Cinta masihlah suci hingga saat ini. Seluruh tubuhnya tidak pernah tersentuh oleh pria manapun terkecuali kamu Bang! Kami tadi melihat nya!''
Deg!
Deg!
''Cinta itu diri Zahra yang lain. Bagian yang lain dari diri Zahra yang tidak ternoda sama sekali. Ia hadir kembali karena memang itulah yang harus terjadi. Melalui Zahra, Cinta bisa tau untuk apa dirinya diciptakan dan untuk siapakah dirinya itu. Semuanya memang sudah di gariskan. Pahami semuanya dengan baik. Coba di teliti baik-baik. Tidakkah kalian melihat kalau Cinta itu memanglah Zahra??''
Deg!
Deg!
__ADS_1
''Kok bisa gitu??'' tanya Papi Gilang saking terkejut nya dengan ucapan sang istri.
''Ya.. coba di perhatikan baik-baik. Cinta itu begitu mirip dengan Zahra. Melihat nya seperti melihat Zahra. Mami yakin, semua yang ada pada Cinta pastilah Zahra!''
Deg!
Deg!
Rayyan tertegun. ''Nggak mungkin ah!'' bantah Papi Gilang lagi.
''Kita tidak di tuntut untuk Percaya Papi. Tapi kita di suruh untuk mengerti dan memahami. Bahwa apa yang kita lihat itu nyata adanya. Sama seperti yang kita lihat dulunya. Untuk kamu bang. Mami tidak akan memaksa dirimu untuk bisa percaya ataupun mengerti tentang Cinta. Tetapkan dulu hatimu. Apakah kamu masih ingin berumah tangga atau tidak? Semua itu terserah padamu. Kami hanya bisa menyarankan yang terbaik untukmu. Semua itu terserah padamu.''
Rayyan bingung. ''Abang belum bisa jawab sekarang Mi. Abang masih bingung. Belum bisa mengerti dan memahami semua ini. Ya.. walaupun sudah terlihat jelas kalau Cinta itu memanglah sangat mirip dengan Zahra. Tapi ya itu tadi. Hah. Biarlah mengalir seperti air mengalir. Dimana nanti Abang berhenti, berarti disanalah Pelabuhan Terakhir Abang untuk berlabuh bersama seseorang yang memang sudah di ciptakan untuk pendamping hidup Abang dunia dan akhirat.'' Jelas Rayyan membuat kedua paruh baya itu mengangguk setuju.
''Baiklah. Tapi kamu tidak boleh putus hubungan dengan Cinta dan kedua orang tuanya.''
''Tentu Mi. Itu tidak akan pernah terjadi.'' Jawab Rayyan dengan mata menatap lurus ke depan.
__ADS_1
Hati dan pikiran tidak sejalan. Ia masih bingung dengan keadaan yang sedang menimpa diri nya saat ini. Ingin percaya tapi sulit. Karena butuh pengertian dan pemahaman untuk bisa percaya jikalau Cinta merupakan Zahra versi masa depan.