
Setelah perbincangan itu, kini Mami Alisa dan Papi Gilang Sudah pulang kerumah mereka. Dan Papa Azlan pun sudah beristirahat.
Tinggal menunggu waktu esok hari untuk bisa ke pabrik yang ada dekat rumah Papa AzLan dulu.
Mengingat itu, Papa Azlan merasa bersalah lantaran kedua orang tuanya meninggal setelah ia di buang ke hutang terlarang.
Begitu pun dengan Azka. Seumur hidupnya baru kali ini bisa menikmati dunia bebas. Berbeda ketika ia tinggal di hutan larangan.
Azka sangat terbatas untuk pergi bermain. Ia hanya bisa keluar untuk sekolah dan mengaji saja. Selebihnya ia harus pulang kembali ke dalam hutan dimana sang Papa berada.
Banyak pengalaman pahit yang mereka alami disana. Mulai dari kurangnya makanan, tidak memiliki uang, dan juga mereka selalu tertekan dengan suara-suara aneh di setiap malamnya.
Dan sekarang? Mereka terbebas dari hutan terkutuk itu. Semua itu berkat Papi Gilang yang telah bersedia mengeluarkan uang banyak hingga satu satu setengah Milyar untuk menebus Papa Azlan agar bisa keluar dari hutan itu. Tetapi mereka tidak tau itu.
Sengaja Papi Gilang sembunyikan agar besannya itu tidak akan merasa tertekan dan berhutang padanya.
Papi Gilang rela mengeluarkan banyak uang agar pernikahan sang putra bisa berjalan dengan mulus. Tidak ada kendala sedikitpun karena wali yang akan menikah kan Cinta sudah ada.
Dan ya, semua itu sudah terjadi. Azka bersyukur bisa keluar dari hutan itu. Dan kini ia bebas. Bebas seperti orang-orang lainnya. Bisa bermain dan keliling kota Bandung kapanpun yang ia mau.
__ADS_1
*
*
*
Sementara di ruang sakit, Cinta baru saja selesai melkajk tugasnya. Tubuhnya begitu lelah dan letih. Dan saat ini pun ia sedang menunggu taksi untuk pulang kerumahnya.
Lama ia menunggu hingga suara klakson mobil di depan nya kini mengejutkan dirinya. Cinta terkejut karena dirinya yang sedang memejamkan mata terlonjak kaget saat mendengar kalkson mobil yang Cinta sangat mengenalnya siap la pemuda itu.
Cinta berdecak sebal. ''Ck. Dasar pemaksa! Sudah dibilangin nggak mau, masih saja Keukeh! Lama-lama aku bosan SMA pemuda yang kayak gini! Aku nggak mau dekat dengan siapapun! Masa lalu ku dulu juga seperti ini! Nggak! Aku nggak mau!''
Cinya tidak mengindahkan nya. Ia malah berlalu meninggalkan Dokter Arfan dan menaiki taksi online pesanan nya.
Dokter Arfan menghela nafasnya. ''Kenapa sulit sekali meluluhkan hatimu Cinta? Sebenarnya, apa yang kurang dariku hingga kamu selalu menolaknya sejak jaman kita kuliah dulu? Tidak. Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus bertindak! Semoga Papa dan Mama sudah bergerak cepat. Jika tidak, semuanya bisa terlambat!'' gumam nya dengan segera memutar stir kemudi untuk pulang menuju kerumahnya.
Sedangkan Cinta mode nya hati ini semakin buruk saja. Gara-gara pertemuan nya dengan Dokter Arfan tadi, Rayyan pun menjadi dingin padanya.
''Ck. Kenapa sih harus bertemu dengan nya dan terjadi salah paham sama Abang?? Sekarang aku harus apa coba?!'' ucapnya bersungut-sungut di dalam taksi itu.
__ADS_1
Supir taksi itu meliriknya sekilas, setelah nya ia kembali fokus pada jalanan. Cukup empat puluh lima menit, kini Cinta sudah berada dirumahnya.
Cinta masuk dengan wajah di tekuk masam. Tanpa mengucapkan salam Cinta ngeloyor begitu saja masuk ke rumah mereka membuat Mami Zahra menatapnya aneh.
''Assalamu'alaikum kak?''
Deg!
Cinta menghela nafasnya. ''Waalaikum salam Mami...'' sahutnya masih dengan berjalan menuju kamarnya.
''Apa kamu sudah bertemu Rayyan dan Arfan hari ini??'' tanya Mami Zahra hingga membuat mood Cinta semakin memburuk mengingat kejadian tadi.
''Sudah!'' ketusnya dengan segera berlalu menuju ke kamarnya.
Mami Zahra hanya bisa menghela nafasnya. Begitulah Cinta jika sedang mendapat kan tamu bulanan nya.
Moodnya sering kali berubah. Kadang naik kadang juga kesal seperti tadi. Mami Zahra sangat tau tentang hal ini. Melihat dari wajah Cinta uang pulang dengan wajah di tekuk masam.
Sama sepertinya dirinya dulu. ''Bagaimana jika kamu sudah menikah nanti? Apakah akan sama seperti Mami kepada Papi mu jika sedang tidak mood?'' gumamnya pada diri sendiri
__ADS_1