Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Dua tubuh satu jiwa?


__ADS_3

Bibir Rayyan Kelu untuk berbicara. ''Ya sudah, sudah isya. Abang sholat dulu gih! Adek mau istirahat sama si kembar! Malam ini dan seterusnya kedua anakku itu akan tetap bersamaku dan juga dirimu Bang Rayyan, selamat malam Sayang...''


Deg!


Deg!


Rayyan semakin terkejut saat merasakan sentuhan tangan Cinta. ''Zahra...'' lirihnya dengan menatap nanar pada Cinta yang sudah berlalu dari hadapan nya.


Cinta berhenti karena mendengar ucapan Rayyan, Cinta tersenyum manis padanya. ''Dua tubuh satu jiwa bang Rayyan! Kiat orang yang sama tapi berbeda ibu. Akan tetapi kisah cinta kita sama seperti kedua orang tua Kak Zahra. Bukankah mereka berdua sepupu? Sama seperti kita berdua?''


Deg!


Deg!


Lagi dan lagi Rayyan terkejut. Rayyan bangkit dan mengejar cinta yang saat ini sudah menghilang dari hadapan nya.


Grep!


Deg!


Cinta memejamkan kedua matanya saat merasakan tangan Rayyan menyentuh lagi tangannya. Seperti ada sengatan listrik di tubuh keduanya saat tangan itu bersentuhan.


''Cinta...'' lirih Rayyan dengan memegang tangan Cinta dengan erat.


Cinta memejamkan kedua matanya. Ia sedang meredakan denyut jantung yang begitu berdegup kencang Kala tangan Rayyan menyentuh tangan nya.


Cinta berbalik dan tersenyum lembut pada Rayyan.

__ADS_1


Deg, deg, deg..


Jantung keduanya semakin tidak karuan. Rasanya seperti ingin melompat keluar saking berdebar nya.


''Apa lagi yang ingin Abang dengar? Apakah getaran dari tubuh kita ini Abang belum paham juga??'' tanya Cinta pada Rayyan yang saat ini masih memegang lengannya.


Bukannya ingin melepas tapi Rayyan semakin ingin memegang tangan halus itu. ''Cinta, Abang-,''


''Shhhuuttt.. Cukup dengar dan pahami hati Abang sendiri. Abang masih meragukan ku? Kenapa? Apa Abang belum percaya juga? Aku dan kak Zahra itu sama. Dua tubuh satu jiwa. Kami menyatu bang Ray. Walau kami tidak terlahir dari ibu yang sama tetap saja. Kami ini satu. Kami mencintai orang yang sama. Cinta merupakan sosok lain dari Zahra yang tidak Ternoda Bang Ray.. tidakkah kamu mengerti juga??'' lirih Cinta seperti berbisik


Rayyan semakin erat memegang tangan halus itu. Mami Alisa yang melihat mereka dari kejauhan hanya bisa menatapnya dengan datar.


''Rayyan!''


Deg!


Cinta tersenyum pada Mami Alisa. ''Mami tidak usah khawatir. Kami tidak ngapa-ngapain kok. Abang tadi hanya mau bilang, kalau ia akan datang kerumah karena Papi menginginkan Mami dan Papi untuk datang kerumah kami untuk melamarku secara resmi.''


Deg!


Deg!


''Apa?!'' seru Papi Gilang begitu terkejut.


Rayyan memejamkan kedua matanya. ''Jangan terkejut ih! Kakak beneran Papi. Papi Riandra ingin Papi dan Mami Alisa datang kerumah kami untuk silaturahmi dan juga sekalian membahas pernikahan kita. Abang tadi aja mau ngomong, kalau dia masih keberatan. Kakak akan bilang sama Papi nanti. Papi dan Mami tidak usah khawatir ya? Besok, kakak sudah pulang kok. Jam lima subuh nanti kakak pun ada tugas di rumah sakit. Kakak istirahat dulu ya Mi? Pi? Abang! Adek istirahat dulu ya??''


''Ya...'' lirih Rayyan seperti suara hembusan angin. Tapi Cinta bisa mendengar nya.

__ADS_1


Cinta tersenyum kepada ketiga orang itu dan masuk ke kamar sebelah. Dimana kamar itu yang sering Rayyan gunakan untuk istirahat. Karena di kamar itulah kedua anak kembarnya.


Rayyan masih berdiri mematung di tempat melihat kepergian Zahra. Sementara dua paruh baya itu menatap datar pada Rayyan.


''Kita perlu bicara Bang! Ini penting!'' suara tegas Papi Gilang mengejutkan Rayyan.


Rayyan mengangguk dan mengikuti kedua paruh baya itu ke kamar mereka. Sedangkan Cinta yang masih berdiri di sebalik pintu kamar itu memegangi dadanya yang sesak.


Sangat sesak.


Apapun yang Rayyan rasakan saat ini Cinta pun ikut merasakan nya. Cinta menghela nafasnya berulang kali.


''Semoga kamu paham maksudku bang Rayyan.. aku sudah lama menantikan hari dimana kamu tau jika Cinta merupakan titisan Zahra dimasa depan. Dua tubuh satu jiwa. Semua ini memang terjadi padaku. Aku tidak bisa menjelaskan seperti apa padamu. Suatu saat nanti aku pasti akan mengatakan nya padamu. Tapi sebelum itu, kamu harus percaya dulu jika kami merupakan orang yang sama. Sama-sama mencintai dirimu sedari kecil hingga sekarang ini. Mungkin terasa mustahil bagimu. Tapi inilah yang sebenarnya. Semoga kamu bisa memahaminya bang Rayyan..'' lirih Cinta masih dengan memegangi dadanya.


Sementara Rayyan sedang berhadapan dengan kedua orang tuanya saat ini. Wajah itu begitu terlihat datar tanpa ekspresi. Begitu pun dengan Rayyan.


Lama mereka bertiga saling diam, hingga Mami Alisa mengejutkan Rayyan dengan perkataan nya.


''Apa benar yang Mami dengar Bang? Kalau Cinta merupakan titisan Zahra? Mereka orang yang sama tetapi terlahir dari lain ibu?''


Deg!


Deg!


Jantung Rayyan berdegup kencang. Cinta pun bisa merasakan nya. Ia masih berdiri di belakang pintu kamar Rayyan dan si kembar. Seolah tau, dua anak kecil itu sibuk dengan alat lukisnya.


''Jawab Bang! Apa benar yang Mami dengar baru saja??'' tanya Mami Alisa masih dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Rayyan tidak bisa menjawab nya. Ia hanya bisa menatap datar pada kedua orang tuanya itu.


__ADS_2