
Cinta tertegun sejenak saat mendengar ucapan Rayyan. "Abangg baru menyadari saat kamu mengatakan, jika kamu itu adalah Zahra istri Abang dulunya yang telah meninggal dunia karena melahirkan si kembar. Abang baru menyadari jika itu kamu. Ingin Abang memelukmu saat itu. Tetapi itu tidak mungkin. Abang mematung di depan pintu ruanganmu. Abang memikirkan sesaat perkatan mu itu,"
"Benar. Selama yang Abang tau, kamu itu memang sangat mirip dengan almarhumah Zahra. Wajah, penampilan serta sifatmu. Yang sedikit berbeda dari dulu."
"Semua itu aku lakukan untuk menjaga diriku agar utuh dan masih suci untuk bisa kau persunting Bang Rayyan.." ucap Cinta dengan suara lirih dan bibir bergetar.
"Abang tau. Maka dari itu, Abang merencanakan semua ini. Merencanakan semua acara pernikahan ini. Yang rencananya sebulan lagi tapi Abang percepat menjadi dua Minggu lagi. Dan kamu harus di beritahu saat dua hari sebelum pernikahan kita!" Rayyan tergelak saat melihat wajah masam Cinta padanya.
__ADS_1
Saking kesalnya Cinta, ia sampai memukul Rayyan hingga berulang kali. Rayyan tetap saja tertawa. "Abang sengaja melakukan ini agar kamu bisa tau, jika Abang pun menginginkan mu Cinta. Mungkin, tanpa Abang sadari. Sedari kecil Abang memang sudah menyukai mu. Pertama kali Mami Zahra membawa mu ke rumah Kami. Abang sangat menyukai pipi mu yang chubby ini." ucap Rayyan dengan mencubit gemas pipi Cinta yang lumayan berisi, Cinta tersenyum. "Dan Semua itu berlanjut hingga kamu berumur dua tahun yang saat itu Abang sudah berumur delapan tahun."
"Abang sudah dijodohkan dengan Zahra jauh sebelum kamu ada, sayang. Mungkin cerita hidup Abang dan Papi itu sama. Jika Papi harus berpisah dari Mama karena Mama memiliki Cinta lain. Tetapi Abang berpisah karena kematian. Kematian lah yang memutuskan Cinta kami. Dan sekarang, kamu hadir kembali."
"Apa yang Mami bilang benar adanya. Zahra bukanlah jodo Abang. Tetapi ada orang lain yang sudah di tetapkan menjadi jodoh Abang yang sudah Allah persiapkan. Abang menikahi Zahra untuk menunaikan janji kedua orang kami. Sama seperti Papi. Dan Abang menikahimu, karena kamu adalah jodoh terakhir Abang."
"Kamu kembali lagi karena ingin menyatukan Cinta kita berdua dengan cara hadir kembali di hidup seseorang. Dan ya. Cinta. Kamu lah Zahraku. Kamu Zahra Cintaku. Abang mencintai mu.. Sangat mencintaimu. Terimaksih, karena sudah kembali lagi untuk menyempurnakan Cinta kita yang sudah ternoda."
__ADS_1
"Kamu suci. Kamu bersih dan tanpa cacat sedikitpun. Semua yang terjadi itu merupakan goresan takdir. Jangan berpikir jika kamu itu kotor. Kamu bersih sayang.. Kamu bersih dan suci.." lirih Rayyan dengan segera memeluk tubuh Cinta yang sudah berguncang karena menangis.
Mereka berdua menangis bersama. "Aku kembali memang untukmu Kak rayyan. Aku kembali untuk menyempurnakan Cinta kita berdua. Dan aku di hidupkankembali di dalam jiwa dan raga seseorang yang begitu mencintaimu hingga sedalam ini. Aku sadar, cintaku tidak sebanding dengan rasa Cinta nya untukmu. Tetapi aku bahagia bisa kembali kedunia ini dengan wujud yang baru dan tubuh yang baru yang merupakan seorang gadis yang memanglah jodoh terakhirmu. Kami berdua satu raga dua Cinta untukmu. Aku dan Cinta orang yang sama dan Cinta pun merupakan diriku yang lain yang masih utuh dan masih suci yang tida ternoda sedikitpun. Kami berdua satu Kak Rayyan. Dua rasa satu Cinta. Yaitu kamu. Kami berdua sudah menyatu. Dan sekarang, mari kita satukan Cinta kita! Agar kita bisa menyempurnakan Cinta kita berdua dengan cara kita bersatu dan melebur menjadi satu!" Ucap Cinta pada Rayyan yang saat ini sudah mengurai pelukannya dan menatap Cinta dengan bahagia.
"Tentu, tetapi sebelum itu kita harus bersih-bersih dulu dan melaksanakan sholat dua rakaat sebelum memulai rumah tangga kita berdua."
"Yap, benar sekali. Mari kita mulai!" katanya pada Rayyan dengan wajah bahagia.
__ADS_1
Rayyan terkekeh, mereka berdua pun masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual Sunnah sebelum mereka menyatu untuk menyempurnakan cerita cinta mereka berdua yang ternoda dulunya.