Duka ( Duda Tapi Perjaka)

Duka ( Duda Tapi Perjaka)
Panas 2


__ADS_3

''Tunggu Bang! Dengarkan adek dulu!'' cegat Cinta pada Rayyan.


Rayyan tidak peduli. Ia terus berjalan dengan langkah cepat menuju musholla yang berjarak lima meter lagi darinya.


Cinta tetap mengejar Rayyan. Sesak rasa dadanya mengetahui jikalau Rayyan mendengarkan ucapan mereka tadi. Cinta masih terus berlari mengikuti langkah tegap Rayyan yang sudah masuk ke musholla.


Cinta berhenti, ia tidak bisa masuk karena sedang haid. Terpaksa ia duduk di undakan tangga menunggu Rayyan yang saat ini sedang melaksanakan sholat subuh.


Dari kejauhan dokter Arfan melihat Cinta. Ia melihat cinta begitu keyakinan dan cemas dengan pemuda yang melewatinya tadi.


Dokter Arfan mendekati cinta lagi. ''Kenapa kamu tidak masuk?'' tanya nya pada Cinta.


Cinta terkejut. Ia mendongak melihat dokter Arfan yang berdiri menjulang di hadapan nya. ''Saya tidak bisa sholat dokter! Masuklah! Di dalam sudah mulai sholat!'' usir Cinta dengan sedikit jutek.


Dokter Arfan tersenyum, ''Tentu. Kita belum selesai berbicara. Kamu tunggu saya disini!'' katanya sambil berlalu meninggalkan Cinta dengan sejuta pikirannya yang saat ini sedang memikirkan Rayyan yang menurutnya sedang marah kepadanya.


''Ya Allah.. tenangkan hati Bang Rayyan... dia salah paham padaku. Aku tidak seperti itu!'' ucapnya pada diri sendiri. Wajah cantik mirip Zahra itu mendadak sendu ketika melihat Rayyan tadi pergi tanpa ingin mendengar penjelasan darinya.

__ADS_1


Ia menenangkan hatinya dengan berzikir di undakan tangga musholla rumah sakit. Terdengar suara Rayyan yang memimpin sholat subuh berjamaah.


Cinta tersenyum. ''Senangnya punya calon suami eh bukan! Suami seperti Abang! Beruntung sekali aku bisa mendapatkan nya. Semoga kami berdua bisa bersatu ya Allah..'' gumam Zahra sembari bibir tipis itu melengkungkan senyum manis.


Lima belas menit kemudian, dokter Arfan keluar lebih dulu. Ia mendekati Cinta yang saat ini sedang berzikir dengan mata terpejam.


''Cinta??''


''Ya?'' sahut Cinta


Ia menoleh pada seseorang yang baru saja memanggil namanya. Ia tau itu siapa. ''Ada apa Dokter??''


''Mari Dokter, saya duluan!''


''Ya, silahkan!'' sahut dokter Arfan pada salah satu dokter kenalannya di rumah sakit itu.


Melihat dokter senior itu pergi, Cinta pun angkat bicara. ''Maaf Dokter Arfan. Saya belum memikirkan pernikahan saat ini. Saya masih ingin sendiri!'' ketus Cinta pada akhir nya.

__ADS_1


Ia merasa jengah pada dokter Arfan yang menurutnya sangat memaksakan kehendak. Dokter Arfan terkekeh. Ia sangat suka melihat wajah jutek Cinta seperti itu.


Sementara Rayyan yang baru saja siap dari tafakkurnya kini bangkit dan menuju tangga. Namun, belum lagi tiba di undakan tangga ia kembali merasa panas melihat kedekatan Cinta dengan dokter itu lagi.


Rayyan kembali berjalan menuju undakan tangga dimana sepatunya berada. Cinta tidak menyadari ada Rayyan yang tidak jauh berada darinya saat ini.


''Ayolah Cinta. Saya kenal siapa kedua orang tua kamu. Papi kamu sempat bilang sama saya, bahwa kamu masih sendiri belum ada yang melamar. Kamu ingin mengelak apalagi, hem??'' ucapnya lagi pada Cinta yang semakin membuat Cinta kesal bukan main.


''Kamu itu kenapa sih dokter Arfan?? Saya kan sudah bilang. Saya tidak mau dengan kamu! Dan saya belum ingin menikah! Berapa kali harus saya katakan?!'' ketus Cinta lagi.


Rayyan menarik sedikit ujung bibirnya membentuk senyuman tipis dengan tangannya itu terus bergerak memakai sepatunya.


''Saya tetap akan melamar kamu kepada kedua orang tua kamu! Saya tidak peduli kalau kamu menolak nya! Saya akan meminta kamu kepada kedua orang tua kamu nanti malam! Tunggu saja!''


''Saya tidak akan mau!'' tegas Cinta


''Saya tetap memaksa! Ada apa dengan kamu Cinta?? Sedari saya mengenal kamu, kamu tidak pernah seperti ini sama saya? VSaya sangat mencintai kamu Cinta! Sedari dulu hingga sekarang! Saya tidak peduli kalau kamu menolaknya. Tidak apa kalau kamu tidak mencintai saya sekarang. Tetapi saya yakin, suatu saat kalau kita sudah menikah nanti. Dan sudah terbiasa kamu pasti bisa mencintai saya seperti saya mencintai kamu! Ayo kita pergi dari sini!'' tukasnya sedikit kesal kepada Cinta.

__ADS_1


Ia menarik Cinta dan membawa nya dari musholla itu. Rayyan mengepalkan kedua tangannya. Tetapi ia tidak bisa berbuat banyak. Karena ia tau siapa dirinya saat ini.


Status mereka Adik dan Abang sepupu. Rayan pergi dari musholla itu dengan hati yang panas seperti tadi. Entah kenapa ia merasa sangat kesal karena Cinta menuruti pemuda itu saat tangannya ditarik olehnya.


__ADS_2