
Keduanya terlelap dalam balutan selimut yang sama. Rayyan tidak ingin jauh dari Cinta sedetik pun. Seperti apapun marahnya Cinta, pastilah istrinya itu akan berubah baik lagi keesokan harinya.
Benar saja. Itulah yang terjadi pagi ini. Cinta bangun pagi-pagi sekali dan memasak didapur hotel bersama tante Ema.
Keduanya sibuk memasak sambil tertawa dan terkekeh bersama mengingat gadis yang ternyata teman sekelas Rayyan itu.
Keduanya sibuk masak sampai selesai. Saat keduanya siap memasak, para suami pun baru tiba.
Mereka pun mulai sarapan paginya bersama pegawai hotel yang juga baru datang untuk memulai aktivitasnya.
Selesai sarapan pagi, ke empat anak manusia berbeda usia itu segera melanjutkan keinginan mereka untuk jalan-jalan disana seperti kesepakatan awal Cinta dan Rayyan sebelum mereka ke Pekanbaru.
Cinta dan Rayyan terpisah dari Om Andi dan tante Ema. Keduanya sibuk menyusuri jalan untuk menuju ke pantai. Karena Cinta sangat ingin melihat pantai disana.
Seharian penuh keduanya berjalan dipasir pantai itu. Tertawa, bercanda kadangpun saling marahan lantaran keinginan keduanya tidak bisa terwujud.
__ADS_1
Tapi akhirnya kembali baik lagi. Ketika matahari sudah meninggi dan suara alunan merdu pun terdengar diseluruh penjuru, keduanya memilih untuk singgah di mesjid terdekat. Untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.
Rayyan dituntut menjadi Imam oleh salah satu tetua disana saat mendengar suara alunan merdu Rayyan saat iqomah.
Bapak itu yakin, jika Rayyan pasti bisa menjadi Imam. Rayyan yang dipinta pun tidak bisa menolak. Dengan senang hati ia melakukannya,
Bapak-bapak itu tersenyum saat Rayyan mulai mengangkat takbir dan membaca surah Alfatihah.
Merdu sekali.
Lima belas menit kemudian, sholat dhuhur berjamaah pun selesai. Bapak-bapak itu mengundang Rayyan untuk menuju kerumahnya yang berada ditepi pantai. Rayyan menyetujuinya.
Cinta pun menyetujuinya. Cukup berjalan kaki sepuluh menit saja, mereka sudah tiba dirumah bapak yang bernama Kusman itu.
"Mari duduk dulu, Nak. Bapak panggil istri bapak dulu," katanya yang diangguki oleh Rayyan dan Cinta.
__ADS_1
Cinta berdiri dihadapan teras Pak Kusman yang langsung menghadap ke tepi pantai. Cinta tersenyum saat melihat ombak menerjang karang dan juga tepian pantai.
Rayyan mendekatinya. "Kamu suka?" tanya Rayyan sembari memeluk tubuh Cinta dari belakang.
Cinta mengangguk. "Sangat senang malahan. Makasih ya bang, udah bawa adek jalan-jalan?" Kata Cinta yang dibalas dnegan pelukan Rayyan diperutnya semakin erat.
"Hem, berarti udah nggak marahan lagi kan ya?" jawab Rayyan sambil bertanya tentang kekesalan Cinta tadi malam padanya.
Cinta tersenyum dan menggeleng. "Enggak. Untuk Abang, mana pernah adek bisa lama marah-marah nya? Kesal iya! Tapi ya.. Mau gimana lagi? Habisnya, suami Cinta ini sangat tampan! Hingga banyak gadis yang mengincarnya!" seloroh Cinta yang dibalas tawa renyah oleh Rayyan yang membuat Pak Kusman terkejut melihat keakraban keduanya.
Beliau mematung didepan pintu rumahnya bersama sang putri. "Kamu kalau ngambek, serem! Abang takut!"
Cinta terkekeh, "makanya Abang jangan suka buat aku kesal. Abang 'kan tahu sendiri, seperti apa perjuangan kita selama ini? Mulai dari melahirkan si kembar, hingga kita bersatu kembali. Sangat sulit untukku Bang." Lirih Cinta yang semakin erat dipeluk oleh Rayyan.
"Jangan berpikir macam-macam tentang abang, Sayang. Kamu satu-satunya istriku! Nggak akan ada yang lain lagi. Jika dulu abang ingin menikah lagi, abang sudah mencari gantimu. Tapi tidak 'kan?" Cinta mengangguk setuju.
__ADS_1
"Maka dari itu, kamu jangan berpikir su'udzon sama Abang. Kamu Cinta pertama dan terakhir abang. Walau kamu sempat pergi, tetapi kamu kembali lagi dalam wujud yang baru. Sebenarnya, abang nggak percaya sih kamu reinkarnasi. Zahra ya Zahra. Cinta ya Cinta. Jika dulunya abang menikahi Zahra, maka itulah takdirku. Dan saat ini abang menikahimu, maka kamulah jodoh terakhirku! Ingat saja dulu, ketika kamu baru lahir. Siapa dulu yang sering jagain kamu?" Ucap Rayyan pada Cinta yang membuat dua orang dibelakangnya kini terpaku mendengar ucapan sepasang pengantin baru itu.