
Pak Kusman mengikuti Rayyan yang semakin kencang mengejar Cinta yang semakin melesat jauh.
Ia tidak menyangka jika putrinya tadi mengintip di jendela membuat istri Rayyan menjadi salah paham padanya.
"Tunggu Sayang! Tunggu dulu! Biar Abang jelaskan!" Teriak Kendra semakin cepat mengejar Cinta yang hampir menuju ke mobil mereka.
Rayyan dapat mencekal peregelangan tangan Cinta dan segera membalik tubuh itu untuk memeluknya dengan erat.
Usaha Rayyan sia-sia. Ternyata Cinta bisa lepas dari pelukannya yang begitu erat saking kuatnya ia memberontak.
Rayyan yang kewalahan terpaksa melepas Cinta. Tetapi ia tidak melepaskan Cinta begitu saja. Rayyan menjegal kaki Cinta hingga istrinya itu jatuh tersungkur ke tanah.
Pak Kusman menghentikan langkahnya saat melihat Cinta terjatuh begitu kuat ditanah. Rayyan segera bangkit dan menolong Cinta yang ditepis cepat oleh Cinta.
__ADS_1
Rayyan tak patah arang. Ia tetap berusaha menolong Cinta. Dengan cara, membersihkan semua baju Cinta yang kotor akibat cekalan kakinya tadi.
"Sayang, dengarkan dulu apa kata Abang. Kamu salah paham dengan itu! Abang tidak seperti yang kamu pikirkan, Sayang! Kamu salah paham sama Abang!" ucap Rayyan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara Cinta?
Ia tidak peduli sedikitpun dengan ucapan Rayyan. Baginya, saat ini ia ingin pulang ke Hotel. Ia ingin mandi dan menenangkan pikirannya sejenak. Demi mengurangi rasa sesak dan cemburu yang saat ini melanda hatinya.
"Sayang ...," panggil Rayyan pada Cinta yang tidak ia gubris sama sekali.
Terlihat jelas dari pergerakan tangan Cinta yang terus menepis tangan Rayyan yang mencoba untuk memegang lengannya.
"Sayang, dengar dulu!" Ucap Rayyan lagi dengan wajah paniknya melihat Cinta.
__ADS_1
Sedangkan Cinta tidak peduli dengan semua ucapan Rayyan yang kini mencoba untuk membujuknya.
"Nak," panggil Pak Kusman pada keduanya.
Rayyan menoleh dan tersenyum tidak enak pada pria paruh baya itu.
"Dengarkan dulu, suami kamu. Maafkan atas kelancangan putri bapak yang menatap lama pada suamimu. Bukan salahnya melakukan hal itu. Semua itu salah bapak, Nak."
Cinta beralih menatap Pak Kusman yang kini menunduk melihat pada mereka berdua. Cinta menatap pria paruh baya itu dengan wajah dingin dan datarnya.
Rayyan mendekati Cinta dan merangkul pinggang istrinya itu. Cinta ingin menolak, tapi itu tidak mungkin. Karena Pak Kusman terus menatapnya dengan tatapan bersalahnya pada Cinta.
"Bapak salah pada kalian berdua. Bapak sangat suka dengan Nak Rayyan. Dan bapak pun berniat ingin menjodohkannya dengan putri sulung bapak," lirih Pak Kusman yang dipelototi oleh Cinta pada Rayyan yang kini menggeleng padanya.
__ADS_1
"Bukan salah suamimu, Nak. Itu murni salah bapak. Bapak mengira kalau suami kamu masih sendiri dan belum menikah. Dan bapak pikir, kalau ... Kalau Nak Cinta itu adiknya. Bukan istrinya," lirih Pak Kusman lagi semakin tidak enak saat melihat tatapan mata Cinta yang menajam padanya.
"Bapak baru tahu saat melihat kalian berdua tadi. Bapak ingin berbicara. Tetapi keduluan dengan kamu yang salah paham pada ucapan suami kamu. Maksud suami kamu itu, Nak. Bukan putri bapak. Mana mungkin suami kamu mengucapkan kata sayang pada putri bapak. Sementara dia baru saja melihatnya? Kamu salah paham, Nak. Dan bapak salah sangka padamu. Maafkan bapak. Pria tua matanya yang mulai rabun ini," ujarnya menjelaskan apa yang baru saja terjadi pada keduanya.