
Cinta mengangguk setuju saat Rayyan mengatakan jika dirinya dulu lah yang sering merawat Cinta saat mami Zahra bekerja ditoko kue milik mami Alisa.
"Abang benar. Sedari kecil kita sudah dipertemukan. Hingga umurku berusia dua tahun lebih, kami kembali ke Bandung. Lantaran papi Rian ingin menikahi mami Zahra. Jika tidak, pastilah kita akan selamanya bersama." Ucap Cinta membenarkan.
Rayyan tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. "Itulah yang dinamakan takdir, Sayang. Jika waktu itu kamu tidak pergi, maka abang tidak bisa menikahi Zahra. Yang ternyata sudah dijodohkan juga oleh papi dengan putri kandung Papa Reza. Dan juga, kita tidak akan memiliki si kembar saat ini. Ya.. Walaupun si kembar bukan anak kandung abang, tetap aja. Keduanya anakku." Balas Rayyan yang diangguki oleh Cinta.
"Terkadang kita tidak pernah tahu, seperti apa jalannya takdir hidup kita. Kita boleh berencana. Tapi Allah lah yang memutuskannya. Apa yang terbaik dan tidak untuk kita, sudah Allah atur. Teringat saat kecelakaan dulu, waktu itu aku sedang marahan sama mami dan papi Rian. Karena aku baru tahu sebuah fakta yang mengejutkan, jika aku bukanlah putri kandung papi Rian. Melainkan putri kandung papa Azlan yang entah berada dimana waktu itu.
Saat aku tahu kabar itu, aku shock berat. Aku kabur dari rumah dengan mengemudikan mobil milik mami. Padahal waktu itu, aku baru saja belajar mengemudi.
Tetapi entah kekuatan darimana, sampai aku bisa membawa mobil itu begitu kencang hingga terjadilah kecelakaan. Dan yang lebih mengejutkan, aku bisa melihat abang sedang menangis meraung memanggil nama Mbak Zahra yang sudah terbujur kaku.
Hingga air mata ini menetes. Aku menyebut nama mu tiga kali dan nama Mbak zahra du kali. Setelah itu gelap dan tidak tahu apa yang terjadi lagi.
__ADS_1
Dan saat aku bangun, aku sudah berada dirumah sakit dnegan satu jiwa lagi bergabung dengan jiwaku.
Mbak Zahra. Dia datang dalam mimpiku dan berkata, kita mencintai satu laki-laki yang sama. Karena tugasnya belum selesai, maka ia akan menetap ditubuhku sampai kita berdua dipertemukan kembali.
Ingatanku dan ingatan nya terbagi dua. Makanya saat aku menyebut si kembar, kalian sampai bingung bukan?" tanya Cinta pada Rayyan yang kini mengangguk setuju.
"Belum lagi, setelah kecelakaan itu, abang seperti menjauhiku. Ingin sekali aku bertemu abang. Tetapi sisi hati yang lain melarangku. Kami berdua sangat merindukanmu waktu itu, tetapi kami berdua berusaha bersabar hingga waktu yang ditentukan.
Pada akhirnya, kita dipertemukan kembali dengan wujud dan diri yang baru. Dan itupun abang tidak mengenalinya.
Setelah selesai, ia baru bisa tenang dan kembali ke alamnya. Akan tetapi.." Cinta menghela napasnya.
Rayyan semakin mengeratkan pelukannya. Cinta memegangi tangan Rayyan yang berada diperutnya saat ini.
__ADS_1
"Akan tetapi?" tanya Rayyan masih betah pada posisi itu tanpa tahu, ada tiga orang yang kini menyimak pembicaraan mereka berdua.
"Akan tetapi, karena jiwanya begitu lama bersemayam didalam diri ini, maka semua ingatan tentang si kembar, kedua orangtuanya sudah menyatu dengan jiwaku. Dengan kata lain, jasadnya yang pergi. Tetapi jiwanya masih disini bersamaku. Entah benar atau tidak, tapi inilah yang aku rasakan saat ini.
Sebagian dari jiwa ini juga memilikimu. Kami berdua memilikimu. Mbak Zahra, istri pertama mu. Tetapi akulah istri terakhirmu. Untuk itu, jangan coba-coba untuk menikah lagi, jika kamu tidak ingin melihat aku pergi untuk selamanya, dan juga papi, mami akan menghabisimu Bang Rayyan!" ancam Cinta yang ditertawakan oleh Rayyan.
"Nggak akan ada istri ketiga, Sayang. Zahra dan kamu. Cukup kalian berdua saja. Abang nggak mau yang lain lagi!" balas Rayyan yang semakin erat memeluk tubuh ramping Cinta.
Sementara ketiga orang itu, kini merasa malu sendiri saat pikiran dan hati mereka bertujuan ingin menjodohkan putri mereka satu-satunya untuk menjadi istri Rayyan. Pemuda sholeh.
Hal yang tidak Pak Kusman tanya terlebih dahulu pada Rayyan. Hingga berujung ingin menjodohkannya dengan putri kandungnya sendiri.
Tetapi apa yang ia dengar baru saja, membuatnya malu. Karena berniat ingin memisahkan seorang istri dari suaminya yang baru saja menikah beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
Penjelasan Cinta baru saja, membuatnya menjadi paham kalau keduanya merupakan pasangan suami istri yang tidak ingin terpisahkan lagi.