
HAPPY READING ALL...
“nah kan kalau begini di liatnya adem” celetuk Agatha menaik turunkan alisnya tanda ia tengah menggoda Leona.
“Ya udah kalau gitu gue balik duluan, besok gue datang lagi bareng Gabriel” sambung Agatha sebelum meninggalkan butik Leona.
“ini baru jam 11. 23 kok udah pulang?” tanya Leona kembali duduk ke sofa di ikuti Ethan dari belakang.
Bukannya menjawab pertanyaan Leona, Ethan justru merebahkan diri ke sofa panjang dengan menjadikan paha Leona sebagai bantalan, yang kebetulan Leona duduk di ujung sofa.
“Di elus dong yang kepalanya, dasar gak peka” sinis Ethan menarik tangan Leona ke atas kepalanya.
“gak peka? Oh My god! kenapa kehidupanku menjadi drama Queen semenjak kedatangan pemuda ini” teriak Leona pada dirinya sendiri.
“Yang elusin kepalanya” rengek Ethan bak anak kecil yang tidak di belikan mainan oleh bundanya.
Lagi dan lagi Leona menarik nafas kasar berusaha menahan sabar dan bersikap dewasa agar bayi besarnya itu berhenti merengek, dan tentunya agar semakin tidak menyusahkan dirinya.
“kenapa bolos? Gimana mau jadi kepala keluarga yang baik kalau sekolah aja masih sering bolos” ucap Leona dengan tangan halusnya yang bergerak mengelus kepala Ethan.
“aku tuh gak bolos yang, cuman pulang duluan aja” elaknya di sertai kekehan.
“pintar banget cari alasan”
“pulang dari sini mampir ke rumah dulu, mama pengen masak bareng sama kamu katanya?” Ucap Ethan membuka matanya.
Entahlah, mungkin Leona termasuk anak Jakarta yang baperan ketika menggunakan aksen aku kamu karena selama ini ia terbiasa menggunakan aksen Lo gue khas anak Jakarta.
Seperti ada desiran yang cukup mengusik dirinya ketika Ethan menggunakan kata Aku dan kamu dengan suara lembutnya.
“gimana bisakan?” tanya Ethan lagi memecahkan lamunan Leona.
“bi bisa kok, kapan? Langsung jalan sekarang?” jawab Leona sedikit terbata.
“ciee gak sabar pengen ke rumah mertua ah ciee” goda Ethan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
“bentar lagi deh yang aku ngantuk mau tidur sebentar” sambungnya mencoba mencari posisi yang lebih nyaman dengan memutar badan menghadap ke perut Leona.
“Ethan, aku mau kerja kamu tidur aja di sini. Tangannya lepasin” Leona mencoba menarik tangan Ethan.
“Sun dulu”
Sialan! Modusnya mintak di jepit ketek sapi” kesal Leona membatin dengan tangan yang siap ia pukulkan ke kepala Ethan.
“cepetan merem katanya mau tidur” ucap Leona mencoba selembut mungkin.
“Hem”
Hening, Ethan mulai mengendurkan lingkaran tangannya, hingga membuat Leona kembali bernafas dengan tenang.
Tangan halus Leona pun mulai berhenti mengelus kepala Ethan, sesekali juga ia menyisir rambut panjang pemuda itu dengan tangannya.
“aku takut jika nanti aku benar-benar mencintaimu, bukankah lelaki hanya akan mencintai wanita di awalnya saja?” ucap Leona memindahkan kepala Ethan dari pahanya.
Tepat pukul 13. 15 WIB, Ethan terbangun dari tidur siangnya. Selimut tipis membungkus tubuhnya yang Leona berikan mulai ia lepaskan sedangkan bola matanya bergerak ke kiri dan kanan mencari keberadaan Leona.
Di lihatnya kamar mandi pun kosong, kaki jenjang Ethan melangkah keluar hingga tatapan mata elangnya tertuju pada Leona yang tengah memberikan instruksi pada salah satu karyawannya.
Dengan langkah yang di buat sepelan mungkin Ethan mendekati Leona hingga..
Buk
Tangan kekarnya memeluk Leona dari belakang, gadis bermata Hazel itu sempat terkejut sebelum pandangannya tertuju pada wajah Ethan yang sengaja pemuda itu letakkan di cekuk lehernya.
“Mbak, mas saya permisi” ucap Karyawan Leona yang sedikit malu melihat kemesraan bosnya itu.
“eh iya, ini kamu pelajari lagi”
“Nah gitu dong mas peka kalau liat bosnya lagi pengen berdua” celetuk Ethan membuat Leona memutar bola matanya malas.
“han, lepasin dulu aku mau ambil tas katanya mau ke rumah Kamu” alibi Leona agar Ethan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
“Hem”
***
Sepanjang jalan yang di kendarai motor Ethan, hanya ada keheningan baik Leona mau pun Ethan tidak ada yang membuka suara.
Hingga motor hitam besar itu berhenti di salah satu supermarket yang tidak jauh dari kediaman Everett.
“Om sama tante sukanya di masakin apa?” tanya Leona tanpa menoleh.
“mama sama papa sukanya di kasih cucu yang imut-imut dan ngegemesin”
“Gue gak lagi berca__”
“Ets gak boleh lo gue harus aku kamu” ucap Ethan meralat sebelum Leona menyelesaikan ucapannya.
“jadi om sama tante sukanya apa?” ulang Leona.
“mama lauknya suka banget sama rendang kalau Hidangan penutup mama sukanya puding mangga”
“kalau om?”
“sama kek mama cuman papa lebih suka opor sama sambal mentah” jelas Ethan di angguki Leona.
“Kamu gak mau nanya aku sukanya apa?” Ucap Ethan menghentikan kegiatan Leona.
“kamu sukanya apa?” tanya Leona dengan sedikit penekanan.
“aku sukanya kamu”
“bulshit” Serkasnya meski dengan muka yang sedikit terlihat salting.
“kalau liat kamu senyum gitu aku jadi keinget surah Ar-Rahman ayat 55, yang artinya maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” ucap Ethan dengan suara yang ia buat-buat layaknya ustad yang tengah memberikan ceramah.
BERSAMBUNG!!!
__ADS_1
NEXT OR STOP?